Dapet pengetahuan baru di podcast Friends hari ini!
dr Tirta ngingetin buat cek kesehatan tiap tahun, utamanya buat kalian yang usianya udah di atas kepala 3.
Yang paling penting: tes darah lengkap, fungsi ginjal, dan fungsi hati. Kalo ada dana lebih, cek juga nutrigenomik, yaitu susunan genetik yang memengaruhi gimana respons terhadap makanan, nutrisi, dan olahraga โจ
Terus Om Deddy Corbuzier juga ngingetin buat 10-3-2-1 tiap hari.
~10 jam berhenti minum kopi sebelum tidur.
~3 jam berhenti makan sebelum tidur.
~2 jam berhenti minum sebelum tidur.
~1 jam berhenti main hape sebelum tidur.
dr Tirta membenarkan kalau 10-3-2-1 ini efektif buat jaga kesehatan jangka panjang. Tapi kalo dr tirta, biasanya nuker 2-1. Berhenti minumnya 1 jam, berhenti main hapenya 2 jam.
Kalo dr Tirta sendiri, karena suka banget sama kopi, dia maksimal minum kopi 4 jam sebelum tidur ๐
Terbaca satu comment di tiktok.
โSebesar manapun pintu rezeki terbuka, jika engkau menutup pintu syukur serapatnya. maka seisi dunia pun tidak akan membuatmu kenyang.โ
maaf ya sayang, aku kalo nongkrong sama temen2 sampai larut malem masih suka ngomongin kelebihan perempuan lain kayak khadijah, fatimah, nusaibah binti ka'ab dan para perempuan ahli surga lainnya
sorry gais ga bermaksud ngebongkar rahasia cowo ๐๐ป
Sandal Birkenstock harganya memang Rp 2 jutaan.
Maybe segmennya memang kaum yg gajinya diatas Rp 20 juta.
Semua produk bisa laku asal segmennya cocok.
Istilahnya STP : segmentation, targetting, positioining.
Segmen high income akan anggap harga Birkenstock aman2 aja.
Sebaliknya audiens yg bukan segmen premium products biasanya akan kaget. Ya nggap apa apa. Wong emang bukan segmen yg disasar brand tsb.
Secara rasio, orang dg gaji Rp 45 juta sebulan (buanyak jumlahnya di Jakarta), beli sandal harga Rp 2 juta SAMA dg orang gaji Rp 4,5 juta beli sandal Rp 200 ribu.
Jadi POV tiap orang pasti akan beda beda, tergantung kelas ekonominya.
Dan POV seseorang memang sangat bergantung pd level sosial ekonominya.
Makanya ada ilmu STP tadi. Ilmu ttg segmentasi pasar.
Ada sandal Rp 200 ribu, laris.
Ada sandal Rp 2 juta, ya laris juga.
Semua ada segmennya masing2.
Jadi kalau ada orang teriak woi mahal amat sandalmu. Ya maybe karena orang ini memang bukan segmen yg dituju.