Ingat baik-baik namanya, Nalince Wamang
Pelajar asli Papua, 17 tahun, tewas ditembak oleh tentara saat sedang mendulang emas di wilayah bekas aliran limbah tambang PT. Freeport demi mencari uang untuk kuliah
Dimiskinkan sistem, dibunuh aparat negara
Never forget, never forgive
Watch the moment Palestinian doctor Ghada Abu Eida recognised her daughter among those injured in an Israeli attack while working in Gaza’s Indonesian hospital Palestine 🇵🇸
"Saya enggak kuat dipukulin. Saya enggak kuat disetrum. Pingsan. Saat sadar, saya digebukin dan disetrum lagi. Saya syok lihat beberapa orang telanjang bulat, digebukin, lalu dibawa ke toilet, digebukin lagi, disetrum lagi. Maka saya mengiyakan pertanyaan polisi yang ditanyain ke saya. Daripada disetrum dan digebukin terus, saya mengiyakan," ungkap Very Kurnia.
TANPA GIZI. Prabowo memakai narasi banyak anak (miskin) makan nasi hanya berlauk garam. Makanya butuh MBG.
Anak-anak di teluk Morombo, Konawe Utara (Sultra) ini miskin ekstrem. Sebelum tambang dan hilirisasi nikel, gizi mereka dari laut.
Jadi siapa yang bikin mereka miskin?
"Menurut keluarga, di kantor polisi DRP mengalami penyiksaan. Ia diduga dicambuk dengan selang, ditampar, ditendang, dan dadanya dipukul hingga akhirnya mengakui perbuatan sebagaimana dituduhkan."
Bukan yang pertama dan terakhir, harus dihentikan, harus ada yg tanggung jawab
Ingat baik-baik namanya, Viktor Bernardus Deyal (29). Tewas karena dianiaya sadis oleh aparat
Viktor dimasukan ke mobil patroli. Kepalanya dipukul, dua tangan & jari-jari kaki patah, badan, mulut, gigi, semua diiris aparat
Iya, semurah memang itu nyawa orang Papua di mata NKRI
Tengku Munirwan, Kepala Desa Meunasah Rayeuk, Aceh Utara, dikenal sebagai inovator benih padi IF8 yang sukses meningkatkan hasil panen dan meraih penghargaan nasional. Namun, pada 2019, ia justru tersandung masalah hukum karena benih yang dikembangkannya belum memiliki sertifikasi resmi.
Klik untuk baca: https://t.co/MU7F7SJlmC
| #Aceh #Petani