Aku mau bilang.
Pokoknya kamu harus cobain sesekali keluar kota, atau keluar negeri sendirian, ngga harus sama temen atau pacar, ngga harus sama keluarga, bener-bener sendirian. Kamu harus cobain naik pesawat sendirian, naik becak sendirian, naik kereta api sendirian, naik MRT/bus trans sendirian, kamu harus nyobain kulineran mahal sampai kulineran murah dipinggir jalan, makan di tenda pinggiran bareng orang-orang yang ngga kamu kenal.
@ronaldhakim_07 Dulu sering travelling ke luar kota sendiri, bebas mau kemana aja, naik apa aja, dan makan apa aja. Semoga ada waktu dan kesempatan lagi🙌
Megawati rasis ke orang papua dan rendahkan penjual bakso, kalian tak singgung soal adab. Giliran ada yang tidak menghormati Megawati, kalian minta adab harus dikedepankan.
Memang PDIP itu aslinya paling beradab. Di luar PDIP tidak beradab.
@dre_gio @ArieToba @Sport77Official Itu pendapat saat JA masih main di Eropa ya, sekarang kalo udah ke Asia STY blm memberikan pendapat akan tetap masuk kriteria atau tidak.
@SyaifulHooda@PSSI@KEMENPORA_RI Bapak sama sekali ga mengerti sepak bola, naturalisasi itu program jangka pendek, negara2 yg kualitas sepak bolanya sudah bagus juga masih pakai pemain naturalisasi. Pernyataan bapak itu merupakan program jangka panjang dan memang wajib untuk mendapat pesepak bola berkualitas.
@UpdateBolabola Emang netizen bola Indonesia masih banyak yg bodoh, ga dewasa, attitude nol yg gampang buat di adu domba dan ga bisa berpikiran panjang.
@nocontextbolaid@JYhui98 @Galery65443688 @FT_IDN JA memang udah pasti ke JDT kalo udah jadi WNI, kalo ga jadi kita tidak tahu akan jadi gabung atau tidak. Asal jangan menilai soal ‘etika’ JA aja karena blm ada buktinya