CRISTIANO RONALDO, SOSOK YANG JUSTRU JADI BEBAN UNTUK TIMNYA SENDIRI? ๐ญ
Erik ten Hag akhirnya buka suara soal apa yang sebenarnya terjadi di balik konflik mereka di Manchester United. Dan pengakuannya cukup telak menampar citra profesionalisme, disiplin, dan mentalitas kerja keras yang selama ini begitu melekat pada Ronaldo.
Dalam wawancara terbarunya bersama The Athletic, Ten Hag mengungkap sejumlah detail di balik keretakan hubungan mereka. Dan menariknya, yang dia persoalkan bukan sekadar ego atau konflik personal, melainkan sesuatu yang selama ini justru dianggap sebagai salah satu keunggulan terbesar Ronaldo: etos kerja dan kedisiplinannya.
1. RONALDO SEBENARNYA MASUK DALAM RENCANA TEN HAG
Ten Hag mengaku bahkan sempat terbang langsung ke Portugal sebelum resmi menangani Manchester United untuk menjelaskan proyek dan rencananya kepada Ronaldo.
Artinya, sejak awal Ronaldo sebenarnya masuk dalam rencana tim. Jadi narasi bahwa Ten Hag datang hanya untuk menyingkirkan Ronaldo jelas tidak sejalan dengan versi yang dia ceritakan.
Menurut Ten Hag, Ronaldo justru mengecewakan dirinya dan seluruh tim.
โHe let the team down, and he let me down.โ
2. TEN HAG MEMPERTANYAKAN KONDISI FISIK DAN PERSIAPAN RONALDO
Ten Hag mengungkap bahwa Ronaldo dinilai tidak mempersiapkan kondisi fisiknya dengan baik.
Menurutnya, Ronaldo kesulitan melakukan pergerakan yang dibutuhkan tim, baik ketika menguasai bola maupun saat kehilangan penguasaan.
Dan ini menarik, karena selama bertahun-tahun Ronaldo selalu dipuji sebagai contoh sempurna bagaimana seorang atlet menjaga kondisi fisik dan profesionalismenya.
Tapi pelatih yang bekerja langsung dengannya justru memberikan gambaran yang berbeda tentang periode terakhirnya di Manchester United.
3. RONALDO DISEBUT MENYURUH REKAN SETIMNYA MENGHEMAT TENAGA SAAT LATIHAN
Ini mungkin salah satu pengakuan paling mengejutkan dari Ten Hag.
Menurutnya, Ronaldo menyuruh rekan-rekannya untuk menghemat tenaga saat latihan.
Ironis,pemain yang selama bertahun-tahun dielu-elukan karena disiplin latihan dan mentalitas kerja kerasnya, justru mendapat kritik seperti ini dari pelatih yang pernah bekerja langsung dengannya. ๐ญ
4. INSIDEN LATIHAN SETELAH KEKALAHAN 4-0 DARI BRENTFORD
Ten Hag juga menyinggung insiden setelah Manchester United dibantai Brentford 4-0 pada Agustus 2022.
Sebagai respons terhadap buruknya intensitas permainan tim, Ten Hag meminta para pemain menjalani latihan lari.
Namun, menurut pengakuannya, Ronaldo berhenti sebelum menyelesaikan seluruh putaran yang diminta.
Dan ini menjadi salah satu contoh yang digunakan Ten Hag untuk menggambarkan persoalan kedisiplinan dan tuntutan fisik dalam timnya.
5. MASALAHNYA BUKAN CUMA RONALDO TIDAK MAU PRESSING
Selama ini kita sering mendengar pembelaan bahwa Ronaldo tidak cocok dengan sistem Ten Hag karena usianya dan tuntutan pressing yang terlalu tinggi.
Tapi Ten Hag memberikan penjelasan yang berbeda.
Menurutnya, persoalannya lebih mendasar. Ronaldo dinilai tidak melakukan pergerakan yang diperlukan, bahkan ketika United sedang menguasai bola.
Ten Hag juga menegaskan bahwa seluruh tim bisa bekerja keras untuk menciptakan peluang bagi seorang striker, tetapi striker itu sendiri tetap harus mampu menempatkan dirinya di posisi yang tepat untuk mencetak gol.
6. TEN HAG MENOLAK GAGASAN BAHWA STATUS BINTANG BERARTI MENDAPAT PERLAKUAN KHUSUS
Dari penjelasannya, Ten Hag menekankan bahwa setiap pemain harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan tim, terlepas dari reputasi dan pencapaian individunya.
Dia tetap mengakui Ronaldo sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola.
Namun, kekaguman terhadap pencapaian seorang pemain tidak berarti pelatih harus mengabaikan kebutuhan taktis, kedisiplinan, dan kepentingan kolektif tim.
Pada akhirnya, menghormati seorang legenda bukan berarti harus membenarkan setiap tindakannya.
A great career earns you respect. It doesnโt make you immune to criticism. ๐
๐จ Erik ten Hag buka suara soal Cristiano Ronaldo dan alasan di balik keputusan yang ia ambil saat masih menangani Manchester United.
โDia mengecewakan tim dan juga saya, karena sejak awal kami sudah merencanakan semuanya bersama dia.โ
Ten Hag mengaku bahkan sempat terbang ke Portugal untuk berbicara langsung dengan Ronaldo sebelum dirinya resmi menangani United. Ia sangat menghormati Ronaldo sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Namun, menurutnya, sebagai manajer, ia tetap harus mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan tim.
Ten Hag juga menuding Ronaldo beberapa kali tidak mengikuti sesi latihan, tidak mencapai intensitas fisik yang diharapkan saat berlatih, dan tidak menyelesaikan seluruh putaran lari yang diwajibkan setelah United kalah 0-4 dari Brentford pada Agustus 2022.
โSaya sudah berkali-kali mengatakan kepadanya, semua orang ingin membantu menempatkanmu di posisi terbaik untuk mencetak gol. Tapi kalau kamu sendiri tidak bisa masuk ke kotak penalti, bagaimana kamu bisa mencetak gol?โ
Ten Hag menegaskan bahwa masalahnya bukan semata-mata soal Ronaldo harus ikut melakukan pressing. Menurutnya, Ronaldo tidak cukup aktif, baik saat tim menguasai bola maupun ketika bertahan, karena ia merasa sang pemain tidak mempersiapkan kondisi fisiknya dengan baik.
โSetiap tim besar harus bisa mengakomodasi pemain bintangnya. Tapi pemain bintang juga harus mau bekerja untuk tim.โ
Ia juga mengungkap bahwa Ronaldo pernah meminta rekan-rekannya untuk tidak terlalu menguras tenaga saat latihan. Ten Hag memahami pendekatan itu jika seorang pemain sudah berada dalam kondisi fisik terbaik. Namun, menurutnya, pemain tetap harus berlatih keras terlebih dahulu untuk mencapai level kebugaran yang dibutuhkan.
๐ Pesan Ten Hag cukup jelas: status sebagai pemain bintang tidak membuat siapa pun berada di atas kepentingan tim.
Via: Laurie Whitwell