Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba), Harits Nu’man, menegaskan tidak ada penembakan gas air mata ke dalam kampus maupun aparat yang masuk ke area kampus. Ia meluruskan narasi di media sosial yang menyebut kampus Unisba diserang polisi.
Menurutnya, penembakan gas air mata hanya terjadi di depan kampus, sementara aparat, baik berseragam maupun berpakaian sipil, tidak pernah masuk ke dalam area Unisba.
“Tadi sudah saya sampaikan, saya sudah jawab: Ada enggak aparat yang masuk atau pakaian sipil masuk ke area kampus? Sepanjang penglihatan saya, ya melalui CCTV dan juga laporan di lapangan, tidak ada aparat yang masuk ke dalam kampus, dan tidak ada pakaian sipil, juga aparat yang menyamar atau intel masuk ke area kampus, itu sepanjang penembakan (gas air mata),” ujar Harits.
Harits menjelaskan, yang berada di dalam kampus saat kericuhan hanyalah para pendemo yang mencari perlindungan. Ia juga memastikan mahasiswa Unisba tidak terlibat dalam aksi tersebut. Meski begitu, ada kemungkinan sebagian mahasiswa terlihat di sekitar kampus karena baru pulang atau berperan sebagai relawan setelah kampus membuka akses evakuasi korban.
Pesan Redaksi:
Demonstrasi merupakan hak warga negara dalam berdemokrasi. Untuk kepentingan bersama, sebaiknya demonstrasi dilakukan secara damai tanpa aksi penjarahan dan perusakan fasilitas publik.
📸: Dok. kumparan/Linda Lestari.
Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik https://t.co/LTFgN0m78w di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu.
#newsupdate #update #news #oneliner #demo #demoDPR #unisba #rektor #rektorunisba #bandung #infobandung #info #beritaterkini #berita #infoterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan
"Tim kemudian menembakkan gas air mata di jalan raya, yang kemudian tertiup angin ke arah parkiran unisba. Ini yang kemudian provokator dari anarko inginkan," ungkap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra.
Via @detikjabar_
https://t.co/JyfO9onnut