@noxvow ''Gugup? Takut ketinggian?'' tanyanya sambil tertawa, ia mengelus telapak tangan Raka.
''Cuman bianglala saja, tak perlu takut'' di saat giliran, mereka pun masuk kedalam dan bianglala tersebut bergerak.
[@noxvow]
@noxvow Chris terkekeh pelan.
''Benar... Sama, jadi teringat... Ayo'' ucapnya sambil menarik pelan Raka untuk pergi ke bianglala.
''kira-kira selanjutnya setelah dari bianglala mau kemana? Apa pergi ke tempat lain? Mungkin— mal?'' tanyanya.
[@noxvow]
@noxvow Ia pun melihat sekeliling juga, masih pun mengelus tangan Raka dengan lembut.
''...bianglala bagaimana?''
Tanyanya sambil menatap Raka, di karenakan mereka dekat dengan pohon, sehingga beberapa helai daun pun jatuh akibat angin yang membuat daun tersebut+
@noxvow Setelah memesan dan mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Mereka pun berdua duduk sementara, Chris pun makan terlebih dahulu.
''setelah ini, mau kemana lagi?''
[@noxvow]
@noxvow ''Hm... Oke. Minum hangat? Kenapa tidak dingin saja, biasanya kalau habis dari wahana, minumnya dingin'' ucapnya tertawa.
''Tapi tidak masalah jika mau minum hangat''
[@noxvow]
@noxvow ''Burger? Mau? Atau permen kapas? Lumpia ada juga ini'' sambil melihat etalase tersebut tanpa ia sadari bahwa ia memegang lembut tangan Raka sembari mengelus lembut dengan jempolnya.
[@noxvow]
@noxvow "Tidak apa... Alangkah baiknya kita pergi sekarang, kalau tidak bisa terlambat. Malah nanti sampai sore kita belum kemana-mana secara keseluruhan"
Chris berdiri dan memegang tangan Raka lalu berjalan.
"Jadi... Mau kemana lagi?" Tanyanya.
[@noxvow]
@noxvow Chris memegang tangannya dan pelan-pelan duduk.
Ia terdiam sementara sampai pada beberapa menit kemudian disaat ia tenang, ia menarik nafas pelan-pelan.
"M- mau kemana lagi?"
[@noxvow]
@noxvow Chris? Jangan di tanya, pada saat sabuk tersebut lepas, ia hanya keluar dari tampat dan pelan kearah pintu keluar dengan kondisi ngesot karena kakinya yang begetar.
Bahkan ia sama sekali belum memakai kacamata.
[@noxvow]
@noxvow "Nyawa bakal sete— NGAHHHHH!!!!!!!" mesin tersebut langsung meluncur kebawah dengan cepat, Chris hanya bisa menahan untuk menutup mulut.
[@noxvow]
@noxvow Sesaat mesin tersebut bergerak berjalan lurus dan ia hanya bisa menahan rasa sedikit takutnya..
Bahkan saat mesin tersebut naik perlahan sebelum terjun, ia hanya bisa memegang tangan Raka dengan pelan.
[@noxvow]
@noxvow "Terakhir waktu itu saat sekolah? Sempat muntah setelah naik" tertawa puas sambil duduk pada bagian halilintar, lalu melepas kacamata dan menyimpan baik-baik.
"Semoga untuk ini tidak muntah" tertawa.
[@noxvow]
@noxvow Sesampainya di dufan, memakan waktu satu setengah jam karena sempat terkena macet.
"Akhirnya" ucapnya sambil menutup pintu mobil.
"Jadi mau kemana dulu? Wahana halilintar?" Tanyanya sambil memberikan tiket masuk ke petugas.
[@noxvow]
@noxvow "T- tidak apa? Tapi jika terpaksa yasudah..." Ia mulai memakan roti yang di suapi oleh Raka.
"Nanti kalau semisal lapar nanti gimana?" Tanyanya.
[@noxvow]
@noxvow "Masa Miming naik roller coaster." Ucapnya sambil tertawa.
"Belum, sama sekali belum sarapan. Jangan- roti buat sarapan Raka kok, tak perlu. Nanti saya mampir di minimarket."
[@noxvow]
@noxvow "Tidak sama sekali, sesuai lokasi kok." Ia mulai menyetir menuju ke dufan.
"Sudah sarapan? Atau mau beli makan dulu? Saya tidak masak hari ini karena menyiapkan perlengkapan Miming, saya titipkan di hotel hewan."+