@Flexidenture_ "Mal?" Raka berpikir sejenak, "boleh juga kalau begitu, kita habiskan waktu seharian jalan-jalan di luar."
"Tak buruk..." dalam antrian bianglala, pegangannya mengerat pada jari jemari Chris. "Entah kenapa saya gugup..."
[@Flexidenture_]
@Flexidenture_ Usapan pada kepala itu pun berhasil membuat wajah mendapat sapuan ringan berwarna merah muda.
Meski cepat ia berusaha bersikap biasa saja dan menutupi dengan senyuman, "Makan dan mengobrol begini... saya merasa nostalgia momen kita pertama bertemu."
(@Flexidenture_)
@Flexidenture_ "Bianglala..." dia mengulang sebelum akhirnya tersenyum dan memberikan anggukan. "Bianglala kalau begitu..."
Menyesap teh hangat yang tersisa dengan genggaman tangan Chris bersamanya membuat hatinya entah kenapa ikut menghangat.
โคต
@Flexidenture_ Karena melihat sekelilingnya, akhirnya Raka bisa melihat lebih tenang dan mengamati pengunjung lainnya; keluarga yang tertawa, pasangan yang bercanda, bahkan anak sekolahan yang heboh dengan dunianya.
"Ramai..." komentarnya lepas.
(@Flexidenture_)
@Flexidenture_ "Karena sudah naik yang cukup ekstrim..."
Raka terdiam sebentar sambil mencoba berpikir dengan melihat sekitarnya.
"Kita cari yang santai saja... agak kekanakan tapi lebih baik cari aman, bukan?"
โคต
@Flexidenture_ "Tidak takut mual kalau dingin?" Tatapan ringan sirat akan khawatir mengingat wahana barusan.
".. Tapi benar, yang dokter kan anda... Chris lebih tau." Entah ini maksudnya merajuk atau mengiyakan, mungkin keduanya. "Saya mau teh hangat saja nanti."
[@Flexidenture_]
@Flexidenture_ "Hm... Lumpia aja. Kalau burger saya takut tidak habis."
Elus pada tangan tak mengganggu. Justru rasanya terlalu menenangkan di tengah ramainya orang-orang.
"Minumannya kita cari yang hangat saja."
[@Flexidenture_]
@Flexidenture_ "Anda kenapa malah memikirkan mentraktir saya dulu..." Raka mau mencubit Chris jika saja dia bisa. Tapi ditahan olehnya.
"Terserah mau dibelikan apa... yang penting anda juga makan." Yang ini tak bisa diganggu gugat.
[@Flexidenture_]
@Flexidenture_ Tanpa sadar ia biarkan tangan digenggam dan malah saling bertaut seolah bergandengan.
"Um..." Ia berpikir, mencari wahana yang tidak terlalu ekstrim. "Kalau ontang anting... bagaimana? Cuman diayun dan duduk..."
[@Flexidenture_]
!2DFess
Soreee. Sebab kami baru saja dibangkitkan lagi oleh penulis dan sedang mencari teman baru. Mohon tinggalkan retweet untuk berteman, atau tinggalkan IC untuk mengobrol yaa.
Salam hangat, I-OC
2DAU! Selamat pagi, wargaku sekalian. Saya baru memulai kembali ke dunia RP. Saya kesini untuk mencari teman untuk interaksi ringan, karakter saya seorang pembalap asal Jaksel. Silakan tekan posting ulang, akan saya hampiri nanti. Terima kasih!
- I-OC
@Flexidenture_ "Anda yakin sudah sanggup berjalan lagi?" Tanya Raka, dahi mengernyit menatap Chris yang setidaknya tidak seberantakan tadi.
"Saya tak keberatan untuk duduk disini sebentar kok."
( @Flexidenture_ )
!2DFess
Selamat siang! Kawula muda asal ibukota ini diutus untuk mencari rekan-rekan baru yang bisa diajak berbincang! Tanpa menyematkan rupanya, berkenankah kalian meninggalkan jejak dengan mencuit ulang? Tinggalkan kata kunci juga boleh! โ I-OC, M.
[ !2DFess ]
Selamat siang, kembali dibangkitkan penulis setelah sekian lama dengan rupa tersemat ingin mencari pertemanan. Jikalau tidak masalah dengan interaksi ringan, sila untuk meninggalkan kata kunci atau hijaukan retweet.
I-OC, Half tiger - half vampire.
@Flexidenture_ Entah harus tertawa atau kasihan, Raka memilih menahan ekspresinya dan memberikan senyuman.
Setidaknya dirinya tak separah Chris. Ia mendekat ke Chris dan mengulurkan tangan, "mau saya bantu? Kita duduk dulu di bangku sana."
( @Flexidenture_ )