🇮🇩 Indonesian Police (Korps Brimob) Personnel Data Allegedly Leaked
A threat actor has shared what they claim is a large dataset مرتبط بـ Korps Brimob (Indonesian National Police unit), offering it publicly for download.
📊 Key Claims:
• ~2.49 million records
• Dataset reportedly includes personnel data (as of Aug 2025)
• Shared freely via external file link
• Sample records expose structured internal data
📄 Data Allegedly Includes:
• Names, ranks, positions
• National ID numbers (NIK)
• Email addresses and phone numbers
• Organizational units and assignments
• Additional internal metadata
🧠 Threat Intelligence Insight:
• Law enforcement datasets are highly sensitive due to:
Operational security implications
Risk of targeting officers and units
Free distribution suggests:
Intent to maximize exposure and impact
Possible hacktivist or reputational motive
⚠️ Potential Risks:
• Targeting of police personnel
• Social engineering and impersonation attacks
• Exposure of internal organizational structure
📊 Status: Unverified — based on underground forum post
⸻
💬 When law enforcement data is exposed, the threat extends beyond cyber — into physical risk.
#CyberSecurity #ThreatIntel #DataBreach #Indonesia #LawEnforcement #DarkWeb #DDW
Puluhan ribu lebah tiba-tiba menyerbu Israel.
Penduduk dan pemilik premis dinasihatkan supaya menutup semua pintu dan tingkap.
Media Israel melaporkan kumpulan lebah mula muncul di seluruh negara.
📍Di London, dua orang Rabbi Israel baru keluar dari rumah sambil bertelepon "anak-anak Palestina pantas mati."
Terdengar oleh seorang pejalan kaki yang berpapasan dengan mereka, spontan merekapun di HAJAR 👊💥
✔️Thanks bro👍
BREAKING
“Donald Trump menuntut pembicaraan langsung dengan Iran.”
Sumber diplomatik melaporkan kepada Sputnik. 🤣
MENOLAK LUPA
🔸 18 Jan: “Para patriot Iran, bantuan akan datang. Kami sedang bergerak masuk.”
🔸 28 Februari: “Kita akan meluncurkan operasi yang menentukan. Operasi ini akan sangat cepat.”
🔸 2 Maret: “Kita akan menang dengan mudah.”
🔸 3 Maret: “Kita telah memenangkan perang.”
🔸 7 Maret: “Kami mengalahkan Iran.”
🔸 9 Maret: “Serang Iran. Perang hampir berakhir—bersih dan menentukan.”
🔸 12 Maret: “Kita telah menang, tetapi belum sepenuhnya.”
🔸 13 Maret: “Kita memenangkan perang lagi.”
🔸 14 Maret: “Kami membutuhkan bantuan untuk membuka selat.”
🔸 15 Maret: “Jika kamu tidak membantu, aku akan mengingatnya.”
🔸 16 Maret: “Sebenarnya kita tidak butuh bantuan—saya sedang menguji loyalitas. Jika NATO tidak membantu, konsekuensi akan menyusul.”
🔸 17 Maret: “Kami tidak membutuhkan bantuan NATO dan tidak menginginkannya. Tidak diperlukan persetujuan Kongres untuk keluar dari NATO.”
🔸 18 Maret: “Sekutu harus bekerja sama untuk membuka Selat Hormuz.”
🔸 19 Maret: “Sekutu AS harus meningkatkan upaya dan membantu membuka selat tersebut.”
🔸 20 Maret: “NATO pengecut. Kita mungkin akan menghapusnya secara bertahap.”
🔸 21 Maret: “Kami tidak menggunakan selat itu. Orang lain yang membutuhkannya, bukan kami.”
🔸 22 Maret: “Peringatan terakhir. Iran punya waktu 48 jam. Iran sudah tamat.”
🔸 23 Maret: “Satu minggu lagi, lalu kita akan membom pembangkit listrik.”
🔸 24 Maret: “Perang akan segera berakhir.”
🔸 25 Maret: “Kami sedang bernegosiasi dengan Iran.”
🔸 26 Maret: “Iran memohon perdamaian. Mereka memberi kita hadiah. Kita menunda pemogokan di pembangkit listrik.”
🔸 27 Maret: “Saya dan Ayatollah akan bersama-sama mengelola Selat Hormuz.”
🔸 28 Maret: “Perubahan rezim telah terjadi di Iran.”
🔸 29 Maret: “Negosiasi dengan Iran berjalan sangat baik.”
🔸 30 Maret: “Kami siap menghancurkan infrastruktur minyak dan energi Iran dan menduduki Pulau Kharg.”
🔸 31 Maret: “Kami siap mengakhiri perang tanpa membuka selat.”
🔸 1 April: “Perang berakhir dalam 3 hari. Kita akan membombardir mereka selama 2–3 minggu hingga mereka kembali ke Zaman Batu.”
🔸 2 April: “Kami menghancurkan tiga jembatan utama. Mengapa mereka belum menghubungi kami?”