• Dosen & Peneliti Ekonomi Syariah
• Ngobrolin Kampus, Realita Dosen - Mahasiswa, dan Ekonomi Syariah dengan bahasa sederhana
• Riset | Insight | Proses Belajar
Saya Dosen.
Di sini saya ingin ngobrol soal kampus, realita interaksi dosen - mahasiswa, dan ekonomi syariah, bidang yg saya tekuni.
Kadang reflektif, kadang kritis, kadang cuma cerita hal remeh temeh.
Saya percaya, selalu ada pelajaran dari setiap cerita.
Yuk ngobrol. . .
Saya lebih ke Feri.
Menurut keyakinan saya, acara tersebut bukan diskusi, tidak ada ruang dialog, pembicara yg hadir tanpa pembanding, dan Total Politik itu media pemerintah. Jadi dari awal forumnya lebih ke propaganda bukan diskusi atau dialog.
Jadi benar, buat apa diskusi dengan maling. . .
Menindaklanjuti permintaan dari masyarakat Indonesia untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Iran, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia telah membuka rekening resmi donasi.
Langkah ini bertujuan untuk memfasilitasi individu, institusi, maupun organisasi yang ingin menunjukkan solidaritas dan dukungan nyata kepada masyarakat Iran.
Seluruh donasi yang diterima akan digunakan untuk mendukung upaya rekonstruksi dan rehabilitasi wilayah-wilayah yang terdampak.
Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian, empati, dan solidaritas yang tulus dari masyarakat Indonesia.
Setiap kontribusi adalah simbol persaudaraan dan nilai kemanusiaan yang luhur.
📍 Informasi rekening resmi:
Bank: BRI
Nama Rekening: Embassy of the Islamic Republic of Iran
Nomor Rekening: 020601002438302
#Donasi #KedubesIran #Iran #IndonesiaIran
Israel killed 3 Indonesian UN peacekeepers in South Lebanon.
They were wearing blue helmets.
They were in UN uniforms.
They were peacekeepers.
Israel bombed them anyway.
Not a peep in Western media.
Not a word from the international community.
Kick Israel out of the UN.
Baru-baru ini saya terlibat obrolan santai antar dosen, tema obrolannya sebenarnya random, biasalah obrolan bapak-bapak gabut.
Tiba-tiba salah satu dosen mengeluarkan statement yg agak meresahkan menurut saya, karna diucapkan oleh dosen alias pendidik.
Statementnya soal pendidikan, dimana yang bersangkutan tidak terlalu "gimana-gimana" soal pendidikan anaknya, dengan alasannya "Banyak temannya" yang pendidikannya biasa aja tapi sukses jadi "orang".
Mungkin tidak 100% salah, tapi agak miris statement seperti itu diucapkan oleh profesi pendidik.
Definisi "sukses jadi orang" nya bias, ukurannya tidak jelas.
Belum lagi kalau kita gali lebih dalam pernyataannya, yang dia sebut "Banyak" itu persentasenya seberapa besar dibanding total teman sekolah dan kuliahnya?
bagaimana dosen dengan statement seperti itu memberikan motivasi bagi mahasiswanya di kelas. Apa dianjurkan supaya tidak perlu terlalu rajin kuliah agar sukses jadi orang?😅
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
We are outraged. An Indonesian peacekeeper is murdered. Another is fighting for his life. Israel bombed the base where they served.
This is clearly not an accident, nor a collateral damage. This is Netanyahu’s regime showing, once again, that they don’t care about international law, about UN personnel, and about the lives of those who dedicate themselves to peace.
Indonesia has gone above and beyond. We have sent over 1,200 of our troops to serve under the UN flag. The Indonesian government also joined the Board of Peace to push for a just and lasting resolution in the Middle East. We extended our hand in good faith. Yet the answer to that good faith is a bomb dropped on our soldiers’ base. They spat on every effort Indonesia has made for peace.
But let us be honest, this is not surprising. Netanyahu’s regime has shown time and again that they are indifferent to the world’s calls for restraint. They ignore UN resolutions. They strike UN facilities. They kill civilians, journalists, aid workers, and now peacekeepers. No one is off-limits. No one is safe. Sadly, it keeps going because the world keeps allowing it.
To the UN Secretary-General, we appreciate your condemnation and your condolences. But words are not enough anymore. The UN must move beyond statements. Concrete, enforceable, and urgent action is what this moment demands. The credibility of the UN is on the line. If the world body cannot protect its own peacekeepers, what exactly is it protecting?
To the nations of the world, now is the time to act together. Push for accountability. Refer those responsible to international courts. Enforce the rules that you all signed up to uphold. International law is only as strong as the willingness of nations to defend it. That willingness has been tested over and over again by Netanyahu’s regime. For countless of times, the world has failed the test.
Do not let this death be forgotten in a news cycle. Do not let this become just another statistic in a long list of violations. Demand justice. Demand accountability. Make clear that those who attack UN peacekeepers will face real consequences.
Kepada prajurit TNI yang gugur, selamat jalan, Pahlawan. Doa kami menyertai, juga bagi keluarga yang ditinggalkan. Kepada yang terluka, semoga lekas pulih. Indonesia berduka, tapi kita yakin, Indonesia tidak akan diam.
@valiisaa Setuju, selain itu masa kuliah juga bisa dimanfaatkan untuk berinteraksi dengan banyak orang dengan berbagai latar belakang, bangun relasi atau pertemanan.
Renungan Hari Ini:
Ketika kalian sibuk banget, sebenernya hidup kalian tenang gak?
Banyak orang ngejar title. Naik jabatan. Kejar angka.
Tapi diam-diam, ada yang mulai hilang:
👉 diri kalian sendiri.
Ini yang gak akan pernah ditulis di performance review.
Kalian bisa diganti di kantor.
Tapi gak akan pernah bisa diganti di rumah.
Salah satu kalimat almarhum bapak yg aku jadikan pegangan :
"Kamu mau NU atau MU silahkan, tapi jangan asal ikut-ikutan. Pelajari dulu, pahami, jadi kamu memilih atas dasar ilmu, atas dasar pengetahuan tidak sekedar ikut-ikutan"
Dan itu aku terapkan di semua hal. Cari tau dulu, jangan ikut-ikutan.
@Naz_lira Sama halnya dengan sholat, dulu waktu sholat diketahui dengan mengamati posisi matahari. Saat ini waktu sholat cukup dengan jam. Teknologi seharusnya sangat bisa digunakan sebagai alat bantu untuk mempermudah dan lebih presisi.
@99tidaktersedia maaf, Ralat sedikit kak, 1 syawal dengan metode rukyatul hilal bertepatan dengan sabtu.
Kalo pake metode hisab, maka 1 syawal jatuh hari jumat 20 maret 2026.
Kejadian juga di kampus. Saat covid diperbolehkan mengajar online. Para dosen beradaptasi dengan aplikasi yg mendukung perkuliahan online,mengajar dari mana saja.
Setelah covid berlalu, kebijakan berubah. Perkuliahan online maksimal 4 pertemuan dalam 1 semester. Tapi sudah terlanjur nyaman, masih ada dosen yg full 1 semester mengajar online.
Absensi online hanya bisa dengan menggunakan jaringan internet kampus. Tapi kemudian muncul "jasa" titip absen.
Akhirnya muncul kasus, ada mahasiswa yang mengadukan dosen susah ditemui untuk bimbingan skripsi. Dosen tersebut tidak pernah hadir di kampus, tapi absensi selalu full.😁
Anehnya pihak kampus malah melacak penyedia jasa titip absen, bukan menegur dosen yg bersangkutan.🤣
Kantor gw pas covid full WFH.
Covid reda masih full WFH karena dinilai para pegawai masih bisa deliver perkerjaan tanpa kendala berarti.
Rapat full zoom, presensi full online di manapun.
Berjalan 2 tahun aturan WFH direvisi.
Alasannya?
Karena banyak yang ngelunjak dan keenakan.
Dikasih WFH pas dihubungin semakin susah.
Diajak ketemuan offline susah, harusnya kan gak ada alasan untuk nolak.
Gongnya ada yang ketahuan gak bisa ngasih update kerjaan gegara ngenter anak sekolah.
Jadi akhirnya sekarang kebijakan wfh dirombak 😭
Emang ya manusia itu kagak bisa dikasih enak, kebanyakan ngelunjak 😔