org mulai banyak yg aware soal halal haram harta
tapi ga banyak yg aware soal harta syubhat🥲
simple saja, kalian yg muslim masih tim anti riba (ga nyicil kpr, ga main deposito atau saham bank bank, dll) atau masih nih?
kata ust Khalid “di ekonomi sulit, harta haram terlihat sebagai penolong. namun pada akhirnya menyempitkan hidup.
tenang, rezekimu gaakan diambil orang lain. tugasmu adalah menjemputnya dengan cara halal”
ini yg selalu gue pegang.
kata nyokap “mau pake cara halal atau haram, rezeki kita hari itu udh ditentukan Allah kok. jd pilih cara yg halal aja”
minimal, darah daging kita gamakan harta haram yg bisa bikin masuk neraka🥲
harta halal emang sulit tp semoga jd wasilah kita masuk surga. aamiinn
1/
Kasus Chromebook bukan sekadar perkara laptop.
Ini adalah cerita tentang bagaimana pendidikan nasional bisa diseret oleh arogansi kekuasaan, konflik kepentingan, tata kelola yang rusak, dan kultus teknologi.
Saya menyaksikan sebagian proses itu dari dekat.
Tekbro ini apa ga tahu??
Nadiem pernah melakukan kesalahan fatal terhadap para dosen.
Tahu ga soal apa? TUKIN
GAGAL DIBAYAR OLEH Mendikbudristek era Nadiem (2019-2024) karena KELALAIAN.
Ini bukan tuduhan, ini kaTa Ombudsman.
Menurut Ombudsman, Kemendikbudristek terbukti:
1. Gagal mengusulkan kelas jabatan ASN, termasuk dosen ASN, kepada Menpan-RB.
Akibatnya fatal: Tukin DOSEN belum punya dasar hukumnya
2. Tidak mengajukan Rancangan Perpres tentang Tukin Dosen dan tidak mengajukan kebutuhan anggaran kepada Kementerian Keuangan.
Akibatnya, Tukin TIDAK TERBAYARKAN.
3. Kemendikbudristek menyimpangi prosedur dengan menerbitkan Keputusan Mendikbudristek No. 447/P/2024 tetapi TANPA melalui persetujuan Kementerian Keuangan terkait alokasi anggaran.
Simpelnya, NADIEM GAGAL melakukan kewajiban administratif untuk membayar tukin para dosen.
Ya jangan heran dosen dan tendik marah-marah dan jadi personal ke Nadiem..
Source Gambar: https://t.co/EfY1HUtMDV
Problem Nadiem di sini adalah typical elit Jakarta: merasa paling pinter dan ga butuh belajar kondisi nyata, terutama di daerah. Iya he eh tau mereka pinter, belajarnya sampe ke amerika segala. Tapi ya kalo empirics di lapangan ga paham, proses jalannya aturan ga paham, ya gini.
@rdmakbar Kalo ngomongin pendidikan itu pakainya kacamata pedagogi. Ga semua inovasi itu tentang teknologi digital.
Kalau maunya pakai kacamata penyedia ‘solusi’ pun minimal dengerin usernya dg kerendahan hati. Kok malah jadi gaslighting usernya.