Durasi perjalanan PP rata-rata 4 jam 😭
Sekali lagi, kalian pernah lihat kualitas Rumah Subsidi?
Kalian tahu, Rumah Subsidi itu dapurnya di luar?
Kalian tahu, Rumah Subsidi itu pemerintah gak subsidi harga rumahnya???
Jadi kalau harga rumahnya 186 juta, ya memang HPP + Margin nya segitu
Jika kalian mau punya anak perempuan, apakah telinganya akan kalian tindik supaya menjadi tempat anting-anting?
Atau pertanyaan fikihnya: bagaimana hukum menindik telinga bayi perempuan?
Ini permasalahan unik yang justru ulama fikih lebih banyak yang membolehkan daripada yang melarang.
Hanyasaja, yang melarang bukan tokoh sembarangan (saya jelaskan di bawah).
Tapi yang menjadi rasa penasaran saya, sebelum saya punya anak perempuan, adalah: kenapa perkara ini sampai diperdebatkan berabad-abad (jika silang pendapat fikih disebut perdebatan)?
Sejauh yang saya kumpulkan dari fatwa dan pendapat mereka, dari silang pendapat ini, ternyata perdebatan mereka itu bukan soal tindiknya, tapi apakah membuat sebuah luka menjadi boleh?
Dan dalam kasus bayi ditindik, banyak ulama fikih yang menyatakan: boleh.
Uniknya lagi, landasan mereka bukan berupa perintah atau larangan dari Baginda Nabi, tapi karena sudah menjadi tradisi (di masa jahiliyah) dan Nabi sendiri membiarkannya (tidak mengingkari).
Bagi para ulama, ketika tradisi ini tidak dilarang Nabi, alih-alih dibiarkan, maka tidak apa-apa.
Saya melihat juga bahwa para ulama tersebut, ketika membolehkan, punya sedikit "kerancuan".
Misalnya, ketika mereka membolehkan tindik bayi untuk perhiasan. Nah, kalau diterapkan qiyas (analogi), sebenarnya statusnya bukan ”boleh”, tapi makruh.
Kenapa?
Tindik itu pasti menyebabkan luka. Dan tidak ada hukum melukai sesuatu diperbolehkan. Kalau pun boleh, maka makruh hukumnya.
Makanya, mereka menghukumi tindik telinga bayi perempuan itu terkait "bolehkah melukai jika ada keperluan".
Ada juga yang ketika ”terpojok” dengan qiyas, mereka memakai istihsan, yaitu memilih jalan yang dipandang lebih pantas (agak rumit soal ini, tapi kita biarkan sajalah).
Nah, tokoh yang menolak tindik telinga bagi bayi perempuan ini adalah Imam al-Ghazali, penulis Ihya Ulum al-Din.
Bagi saya sendiri, apa yang disampaikan Imam al-Ghazali jauh lebih tepat, bahwa menindik telinga bayi perempuan ini tidak boleh.
Bagi Imam al-Ghazali, bayi itu belum bisa ditanya pendapatnya, dan melukai telinga bayi itu jelas menyakitkan untuk sebuah luka yang sangat tidak diperlukan (masih ingat bahwa tindik ini soal seberapa boleh luka itu dibuat, kan?).
Kenapa tidak perlu?
Bagi Imam al-Ghazali, perempuan memang suka berhias. Tapi berhias, bagi perempuan, tidaklah sepenting itu, apalagi untuk bayi yang tidak punya pendapat dan pilihan.
Bahkan bagi Imam al-Ghazali, luka semacam itu kalau terjadi di antara orang dewasa, bisa mewajibkan qishash, yaitu hukuman setimpal dengan luka yang ditimbulkan.
Tentu saja Imam al-Ghazali punya banyak ”penentang”, yaitu mereka yang membolehkan, apalagi mensunnahkan.
Dalil mereka adalah riwayat dari Ibn Abbas tentang tujuh perkara pada bayi yang termasuk sunah, dan yang ketujuh adalah melubangi telinganya.
Itu pun bukan sabda Nabi, tapi ucapan Ibn Abbas sendiri.
Jadi, kalau ditanya: apa hukum menindik telinga anak perempuan? Saya sendiri melarangnya.
Karena ulasan Imam al-Ghazali jauh lebih manusiawi, karena anak memang tidak punya konsep konsensual.
Terlepas ada ulama yang membolehkan dan dasarnya dalam hadis atau riwayat Ibn Abbas, yang pasti ini sudah menjadi tradisi (Ibn Abbas melihat Nabi tidak memberikan teguran atau larangan ketika ada perempuan memakai anting di telinganya).
Dan riwayat-riwayat tentang perempuan memakai anting itu jelas terjadi ketika mereka dewasa, dan lubang di telinga itu sudah ada sebelum Islam datang.
Imam al-Syirbini mengatakan: yang disetujui Nabi, dalam peristiwa yang dilihat Nabi, adalah pemakaian antingnya, bukan penindikannya.
Wallahu a'lam.
Selidiki wakil walikota Jogja, Wawan Hermawan, yg menuduh pedagang UMKM jgn langsung viralkan kasus pungli
Fakta: artinya ia tdk melihat pungli itu sbg pelanggaran, tapi sbg pihak yg sah dan perlu dimediasi. Ini artinya ada setoran naik ke jalur dia. Periksa org ini.
Disadari atau tidak, diakui atau tidak, akhirnya kelompok2 ini yg potensial akan mjd pagar pertama yg hrs dihadapi publik ketika ke depan hendak merespon isu demokrasi & kepemimpinan DIY scr lebih utuh.
Bisa jadi ada dr mrk tetangga kita, teman kita, atau bahkan keluarga kita.
Dunia mulai krisis energi, tapi kok Indonesia masih santai-santai aja ya?
Ini apa pada mikir kalau penjualan minyak Saudi ke Eropa distop, maka kita ga akan terdampak?
Padahal kita bakal terdampak banget. Satu dunia berebut supply minyak. Kalau udah gini kuat-kuatan bayar aja. Sementara tau sendiri kurs tukar Rupiah kita gimana.
Pemerintah belum ada pengumuman apa-apa? Minimal buat kasih informasi untuk bersiap siap?
Penculik jadi presiden, dirjen, direktur BUMN, koruptor menjabat lagi, dan nyiram air keras GAK dipecat jadi tentara meski sudah disebut TERORIS oleh PRESIDEN !!!
Sementara anak-anak muda ditolak kerja karena SKCK atau jejak digital postingan medsos.
Lewat surat ini, Keraton cuma membersihkan nama sendiri, cuci tangan, seolah-olah tidak punya wewenang dan kewajiban buat membereskan premanisme di wilayahnya.
Ingat, Keraton Yogya itu punya kekuasaan eksekutif. Sultan itu gubernur. Kalau cuma bikin pernyataan cuci tangan begini, mending rakyat Yogya adain pilgub aja.
SUMPAH SAYA SEDIH membaca tulisan teman saya yang tinggal di Barito Kuala, Kalsel. Punya usaha toko baju dan distribusi bumbu dapur wilayah Kalsel sampai Kalteng.
Dia cerita tentang kondisi ekonomi secara umum yang sungguh tidak adil bagi rakyat Kalimantan ditambah harus mengalami kebakaran lahan yang parah sekali terjadi saat ini. Iya, detik ini.
Sungguh saya sedih. Duka saya untuk warga Kalimantan. 😭🙏
#PrayForKalimantan
Pemerintah kalau nggak segera mengatasi masalah di Kalimantan ini, saya sulit membayangkan gejolak dari masyarakat Kalimantan ke depan. Celakalah negara kita.
Note;
Video berikut adalah kiriman sales team-nya yang terjebak di jalan raya. Kejadian SEKARANG INI.
Sugeng enjing pinaringa berkah; Gini lo, di semua tempat ada premannya, dan itu SALAH/JAHAT. Tapi sebab musababnya kan lain lubuk lain ikannya. Premanisme di tanah kerajaan itu secara nasab ilmu palak paling murni, turunan langsung dari pangreh praja penarik upeti, gak cuma modal sangar, galak sama mabok doang. Klo anti preman ya mari revolusi demokratik ajah... 😎🔥
Untuk warga X kami dari org Kalimantan minta tolong di up di setiap pemberitaan yg kami posting karna itulah yg terjadi sekarang ini.
KAMI CAPEKKKK kasian petugas pemadam sampai bbrp org yg meninggal 😭🏳️
Pernah denger IRT bule ngomongin self help books di tiktok, belio bilang "penulis self help books biasanya laki2, karna mereka gak punya beban domestik, mereka bisa bangun jam 4 dan langsung kerja, sedangkan cewek/IRT gabisa kaya gitu, jam 4 bangun ya langsung ngurusin rumah"
AJG TP INI BENERAN SEREM, esp ttg penyusunan data geospasial. kalo pemerintah bisa mantau koordinat tempat tinggal, tempat kumpul, bahkan profil pergerakan warga sipil, berarti kita ga punya ruang yg beneran aman karna pergerakan kita selalu dipantau cm karna dianggep mengancam
Kalau mengingat banyaknya penumpang yg diduga terjebak dan ikut tenggelam di dalam kapal, kita memang patut marah.
Selain soal dugaan kapal bekas Jepang yg penggunaannya berbeda dari spesifikasi sebelumnya, kita juga bisa melihat buruknya respon saat situasi darurat. Penumpang selamat bersaksi tidak ada warning dan alarm dr kapal, hingga kapal terbalik dan penumpang menyelamatkan diri sendiri. Pastinya korban terbanyak anak-anak dan perempuan yg saat itu mungkin istirahat di dalam kapal.
Bukankah dlm pelayaran juga ada istilah “captain goes down with the ship”, artinya: penumpang → dievakuasi dan dilindungi; awak → menjalankan tugas keselamatan; nakhoda → memimpin sampai proses penyelamatan selesai atau dirinya benar-benar tak mungkin lagi melakukannya.
Mesti diusut tuntas perkara ini, termasuk buruknya keselamatan pelayaran. Jangan anggap ini sebagai musibah dna takdir semata. Ada yg mesti bertanggungjawab dan diperbaiki agar tragedi ini tidak terus berulang.