Teman-teman yang sedang berjuang untuk hidup lebih sukses, lebih bahagia, dan lebih sejahtera, izinkan saya menitipkan sedikit pemikiran untuk kita renungkan bersama.
Nomor 1, pikiran kita sering menciptakan cerita yang terasa sangat benar.
Kita sering merasa sedang melihat kenyataan apa adanya. Padahal, di dalam kepala kita, ada narasi yang terus bekerja. Pikiran kita menafsirkan kejadian, memberi makna, lalu membentuk cerita.
Sebagian cerita itu lahir dari pengalaman lama, luka yang belum selesai, rasa takut, bias, dan emosi yang masih tertinggal di dalam diri.
Karena itu, semua yang kita pikirkan JANGAN langsung kita percaya. Sebagian perlu kita periksa ulang dengan tenang.
Nomor 2, hal yang kita hindari justru akan mengendalikan hidup kita.
Menghindar memang terasa melegakan di awal. Rasanya aman, rasanya ringan, rasanya kita sedang menyelamatkan diri.
Namun setiap kali kita lari dari rasa tidak nyaman, kita sedang memberi makan rasa takut, rasa malu, kebiasaan menunda, atau luka yang seharusnya mulai kita sembuhkan.
Nomor 3, kita dibentuk oleh apa yang terus kita ulangi.
Identitas tidak terbentuk dari harapan indah yang kita simpan di kepala. Identitas tumbuh dari kebiasaan kecil yang rutin kita lakukan.
Cara kita berpikir, cara kita merespons masalah, cara kita menjaga janji, cara kita bekerja ketika tidak ada yang melihat, semuanya perlahan membentuk diri kita.
Pada akhirnya, kita menjadi hasil dari latihan yang kita ulangi terus-menerus.
Nomor 4, emosi adalah bagian dari diri kita, tetapi hidup kita tetap perlu dipimpin oleh kesadaran.
sedih, takut, marah, kecewa, atau cemas adalah bagian dari spektrum emosi kemanusiaan.
Emosi perlu didengar, diberi nama, dan dipahami. Namun emosi juga perlu dituntun.
Kesehatan mental tumbuh ketika kita mampu mengenali apa yang sedang kita rasakan, menahannya dengan dewasa, lalu menggunakannya sebagai petunjuk, bukan membiarkannya mengambil alih seluruh keputusan.
Percaya gak? Kalo mau jadi lebih beruntung dalam finansial, karir, jodoh itu kamu harus membuang identitas lamamu. Aku dulu selalu kejebak di pekerjaan yg sama bertahun-tahun, ketemu tipe cowo yg sama, temenan sama pembuli dan itu terjadi berulang kali. Dan setelah banyak merenung, aku sadar kalo ternyata yg salah itu aku sendiri. Aku merasa gak layak untuk diperlakukan dgn baik.
Caraku membuang identitas lama dan menciptakan identitas baru :
1. Berhenti mengutuk diri sendiri. Ucapan adalah doa
Pernah lihat orang yg rezekinya kayak ngalir terus?
Biasanya mereka bukan yg paling pintar...
Tapi:
– Jarang ngeluh
– Hatinya mudah senang
– Nggak silau lihat orang lain naik
– Tulus bantu, tanpa pamrih
– Nggak pelit juga nggak ngemis
Mereka selaras. Dan semesta suka itu.
Berhubung hari ini dibulan ramadhan aku ulang tahun maka 1 orang beruntung bakal kasih aku Honda Civic VTIS Manual Tahun 2005 Surat Lengkap Pajak Hidup kondisi ganteng siap mejeng dan luar kota
Syaratnya :
- Reply Done
- Retweet
- Follow juga boleh
End malam ini, Good Luck!
@IrissBomb status kya gini yg nganggap ibadah itu sebagai problem
Males bgt jawabnya karena udh terlalu sering
Entah karena emang sengaja, atau giring opini
Apa-apa diukur dri segi duniawi
@tanyarlfes Org kalo lagi dlm fase kayak gini,diksh saran ato ilmu apapun g bakal masuk.. mendingan buat temennya selalu temenin dan dengerin apa yg dia omongan ja biar g lakuin hal yg nekat.. itu aja dlu..
Alhamdulillah, dapat pembagian dinas sepatu olahraga, jadi semangat ngisi E-Filling @DitjenPajakRI biar sah dan ga salah.
GA yuk, seperti biasa, 1 buah jaket bomber (size by request), cukup RT aja, diundi nanti sore/malam setelah selesai tanding tennis.