karena @Cloudflare pernah narik kabel dari Singapore ke Jakarta di palak dengan total 43x lebih mahal dari narik kabel di Amerika Latin atau eropa
43x lebih mahal, yg bener aja 🤧 @TelkomIndonesia@kemkomdigi
Introducing Claude Design by Anthropic Labs: make prototypes, slides, and one-pagers by talking to Claude.
Powered by Claude Opus 4.7, our most capable vision model. Available in research preview on the Pro, Max, Team, and Enterprise plans, rolling out throughout the day.
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara?
Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu.
Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun.
Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai.
Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain.
Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi.
Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook.
Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa:
1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN.
2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal.
3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu.
4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan.
5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian.
Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam.
Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka.
Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam.
Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan.
Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja.
Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam.
Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek.
Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan.
JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun.
Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara.
Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan.
Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga.
Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum.
Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi.
Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun...
Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit.
Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus.
Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini?
Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara?
Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian.
Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi.
Jakarta, 16 April 2026
Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
BREAKING; Indonesia’s Attorney General has charged Ibam with 15 years in prison and IDR16.5b in fines.
Let’s be clear, there is no crime. This is a political witch-hunt by dark forces who didn’t like changes in the education ministry.
Indonesia’s legal system is broken.
Verdict in two weeks.
Nah ini yang ngomong apindo lho 😌 masak masih ngeyel?
Skrg kondisinya kalau ga expand bisnis brarti ga nambah org, orang resign antara direplace atau ga direplace kerjaannya disebar ke karyawan lain ya.
Kalau freeze hiring/slow down brarti load recruiter turun. Antara dimutasi ke fungsi HC lain atau ya dilayoff
kalau di manufaktur kalau misal nambah lini, brarti nambah operator. Nambah org maintenance, nambah admin produksi, ada digeser jadi Supervisor ada yang promote jadi supervisor
Kalau tarikan sales rendah ya nanti bisa jadi jumlah operatornya dikurangi.
Ini baru ngomongin di lingkup perusahaan. Belum bicara kalau pabrik tutup maka ekosistem kegiatan ekonomi sekitar jg perlahan mati.
"335 TRILIUN buat makan siang itu setara dengan:
🎓 3,3 JUTA anak kuliah GRATIS sampai lulus S1 (kampus terkemuka yaa)
🏥 670 RUMAH SAKIT baru standar internasional (bisa bikin lapangan kerja baru)
🏫 167 RIBU sekolah rusak diperbaiki total.
👩🏫 Gaji 5,5 JUTA guru honorer jadi 5 JUTA/bulan (kesejahteraan guru meningkat).
2026 Indonesia Economic Outlook by BCA
TLDR
- Efek Trump & Tarif AS: Justru jadi peluang karena pabrik di China relokasi ke ASEAN/Indo untuk hindari tarif, investasi domestik (DDI) jadi penopang.
- Konsumsi Masyarakat: Pemulihan bersifat Late, Limited, Modest (Terlambat, Terbatas, Sederhana).
- Kesenjangan Daya Beli: Pertumbuhan konsumsi didominasi orang kaya (Upper Mass). Kelas menengah lagi nahan belanja karena likuiditas seret.
- Tren Belanja: Orang lebih pilih beli "pengalaman" atau barang murah (compensatory consumption) daripada beli aset (mobil/properti).
- Situasi Korporat: Banyak perusahaan hiring freeze (stop rekrut), terutama di sektor komoditas. Laba ritel tergerus karena nggak berani naikin harga.
- Perbankan: Bank banjir likuiditas tapi takut kasih kredit (risiko tinggi). Akhirnya uangnya dipakai buat beli SBN (Surat Utang Negara).
- Fiskal Negara: Pemerintah lagi "bakar tabungan" (cash reserves) buat nambal defisit 2025. Tahun 2026 siap-siap penerbitan utang tinggi lagi.
- Target 2026: GDP diprediksi 5,1% dan Rupiah di kisaran Rp16.842.
#DSN_Recap
Akhir tahun 2025, cocok untuk evaluasi kondisi keuangan (finansial) pribadi / rumah tangga masing2. Gunakan file Excel ini, download gratis di:
https://t.co/8v8VZuLUEv
(screenshot hanya contoh)
@KemenkeuRI@KemnakerRI@kempanrb@hrdbacot@PNS_Ababil@0tk0il