Sewaktu nge-tag BNI, status saya akhirnya direspon oleh BNI lewat akun resminya.
BNI bilang mereka "juga pihak yang terdampak" dalam kasus Rp28 miliar dana umat Paroki Aek Nabara. Secara teknis benar. Tapi kan ada jurang besar antara "terdampak" dan "bertanggung jawab".
Apakah mereka sedang coba menyamarkan dua kata itu jadi satu?
BNI memang keluar Rp7 miliar talangan pada 26 Maret 2026. Reputasi mereka tergerus di mana-mana (lihat saja di X). OJK dan BI sedang mengawasi ketat, dan bisa saja ada sanksi kalau terbukti lalai awasi internal.
Secara bisnis, ya, mereka rugi.
Tapi "terdampak" bukan sinonim "korban", bukan?
Benarkah klaim BNI, yaitu "ada oknum di luar sistem resmi"?
1. Andi Hakim Febriansyah bukan tukang sapu. Dia Kepala Kantor Kas BNI Unit Aek Nabara resmi.
2. Selama 7 tahun (2019 sampai 2026), dia memakai fasilitas resmi BNI sepenuhnya: layanan pick-up service untuk jemput uang, bilyet deposito BNI, rekening koran BNI, seragam, kartu identitas pegawai.
3. Suster Natalia dan pengurus Credit Union tidak menyerahkan uang ke "Andi pribadi". Mereka menyerahkannya ke BNI sebagai institusi, lewat mekanisme yang BNI sendiri sediakan.
4. Semua data transaksi tercatat di sistem BNI. Tapi yang lucu, BNI justru meminta CU menyediakan "bukti pendukung" berulang kali. Padahal catatannya ada di server mereka sendiri.
Kalau seorang pegawai bank memakai jabatan, fasilitas, dan dokumen resmi bank untuk menipu 1.900 umat selama 7 tahun tanpa terdeteksi audit internal, itu bukan "oknum di luar sistem".
Itu namanya kegagalan sistem!
Secara hukum, ada prinsip tanggung gugat pengganti (Grok bilang, istilah ini disebut: vicarious liability). Bank wajib bertanggung jawab atas tindakan pegawainya yang dilakukan dalam kapasitas jabatan.
Ini bukan opini saya, Gais. Ini ada di UU No. 10/1998 tentang Perbankan dan POJK tentang perlindungan nasabah.
Di satu sisi, BNI adalah Bank BUMN, dengan aset triliunan rupiah, punya tim hukum dan tim humas korporat yang sibuk membangun narasi "kami juga korban".
Di sisi lain, ada 1.900 umat Paroki Aek Nabara. Mayoritas dari mereka adalah petani dan buruh kecil. Mereka menabung selama lebih dari 40 tahun, rupiah demi rupiah, untuk biaya sekolah anak, dan biaya sakit.
Rencana masa depan yang sederhana, bukan?
Jawaban BNI sah secara korporat. Strategi "oknum dan tunggu dokumen" itu klasik. Tapi dari sisi keadilan, ini sangat miskin empati. Uang itu tabungan umat kecil yang dikumpulkan selama 40 tahun, bukan duit korporasi yang bisa dihitung ulang di pembukuan kuartal berikutnya.
Kalau setiap kali ada pegawai berulah, jawaban resmi bank selalu "itu oknum, bukan kami", lalu kepada siapa nasabah harus percaya?
Besok saya mau menutup rekening saya. Kalau masih antre, ya, saya tarik semua uang saya dari sana.
Kalian sendiri gimana baca sikap BNI sejauh ini?
Ngerii 🤦 Astaghfirullah..
Tadi malam saya liat video salah seorang dokter, beliau kedatangan pasien laki-laki usia sekitar 23 tahun yang teriak-teriak kesakitan sembari memegangi bagian belakangnya.
“Tolong dok, sakit sekali, ada yang keluar dari bagian belakang saya..”
Dikira dokter ini pasien kena ambeien, ternyata b0ti yang dapat ‘hadiah’ tipis-tipis. Si B0ti ini kena prolaps ani, atau keluarnya usus besar dari dalam dubur karena penguncinya sudah dol akibat terlalu sering melakukan hal-hal yang seharusnya ngga dilakukan. Ngertilah ya.
Para wanita yang kena ambeien pasca melahirkan saja udah tersiksa sekali, apalagi ini keluar usus menonjol, berdarah-darah. Subhanallaah..
Pertanyaannya, masih mau jadi b0ti?
Sc FB : Rbayuaji
aku tertampar dengan kata-kata offensive ini :
"kalau udah merasa paling bener, besok-besok kalau sholat gak usah baca Al-Fatihah...
enggak masuk akal soalnya orang baca "Tunjukilah kami jalan yang lurus" belasan kali sehari tapi sudah merasa paling bener".
naudzubillah min dzalik 😭
In Game of Thrones Season 8, Daenerys' last words are "we break the wheel together" which spelled backwards says "rehtegot leehw eht kaerb ew" which doesn't make sense just like the rest of season 8.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pihaknya kecolongan dalam pengadaan 21.800 unit motor listrik oleh Badan Gizi Nasional.
Ia menegaskan Kemenkeu baru menyadari transaksi tersebut setelah berjalan dan segera memotong alokasi anggaran untuk tahun ini.
Menurut Purbaya, dana yang digunakan berasal dari anggaran tahun lalu yang sudah terlanjur dibayarkan.
Ia memastikan tidak akan ada lagi alokasi tambahan untuk pembelian motor listrik dalam sisa periode anggaran 2025.
Purbaya menambahkan bahwa Presiden Prabowo tidak mengetahui pengadaan tersebut dan Kemenkeu telah menghentikan prosesnya.
#PurbayaYudhiSadewa #BGN #SPPG #MotorListrik
The best racist joke ever...
An Englishman, a Scotsman, an Irishman, a Turk, a German, an Indian, an American, an Argentinean, a Dane, am Australian, a Slovakian, an Egyptian, a Japanese, a Moroccan, a Frenchman, a New Zealander, a Spaniard, a Russian, a Guatemalan, a Columbian, a Pakistani, a Malaysian, a Croatian, a Pole, a Lithuanian, a Chinese, a Sri Lankan, a Lebanese, a Cayman Islander, a Ugandan, a Vietnamese, a Korean, a Uruguayan, a Czech, an Icelander, a Mexican, a Finn, a Honduran, a Panamanian, an Andorran, an Israeli, a Venezuelan, a Fijian, a Peruvian, an Estonian, a Brazilian, a Portugese, a Liechtensteiner, a Mongolian, a Hungarian, a Canadian, a Moldovan, a Haitian, a Norfolk Islander, a Macedonian, a Bolivian, a Cook Islander, a Tajikistani, a Samoan, an Armenian, an Aruban, an Albanian, a Greenlander, a Micronesian, a Virgin Islander, a Georgian, a Bahaman, a Belarusian, a Cuban, a Tongan, a Cambodian, a Qatari, an Azerbaijani, a Romanian, a Chilean, a Kyrgyztani, a Jamaican, a Filipino, a Ukranian, a Dutchman, a Taiwanese, an Ecuadorian, a Costa Rican, a Swede, a Bulgarian, a Serb, a Swiss, a Greek, a Belgian, a Singaporean, an Italian, and a Norwegian walk into a fine restaurant.
"I'm sorry," said the maître d', "but you can't come in here without a Thai."
Hello Lola, I am a Muslim, and our spiritual tradition has a very deep approach to raising children. I want to share some tips from our scholars that will be beneficial to you regardless of your faith.
First of all, our theology teaches the concept of Fitrah. This means that every child is born with a pure heart. At six years old, she is not a criminal mastermind. She does not have a wicked soul.
If she doesn’t have all these, then what is happening? The truth is that she is just lacking impulse control and testing boundaries. By this, if you look at her as a manipulator, you will fight her. However, if you look at her as a pure soul making mistakes, you will be able to guide her.
Secondly, for every problem anyone faces today, it has been solved in history. The only problem is how to locate them.
A classical scholar named Al-Ghazali wrote about child psychology over 900 years ago in his famous book “Ihya Ulum al-Din.” In his section on disciplining children, he gave a practical rule I want you to adopt going forward.
He advised that parents should never push a child into a corner where they are forced to lie. When you ask a question you already know the answer to, her survival instinct kicks in. She cries and she lies to defend herself because she is scared of you. Stop interrogating her. Just look at her and state the fact. Say, I know you took this, and we are going to return it right now.
Again, another scholar and sociologist Ibn Khaldun addressed this exact behavior in his masterpiece titled: “Al-Muqaddimah.” He warned that when a child is raised with harsh punishment, they learn deceit, trickery, and lying to protect themselves. This is why she is covering her tracks and crying to manipulate you. The fear of a harsh reaction is making her a better liar.
Lola, do not attach a label to her. Do not ever call her a thief. If you attack her identity instead of her action, she will internalize it and grow into that dark label. Tell her the action is wrong but protect her dignity.
Make her return the item. Do not fall for the tears. Hold her hand, walk her back to wherever she took it from, and make her hand it back and apologize. The discomfort of returning a stolen item teaches a much better lesson than beating her will ever do.
Finally, I don’t know if you are a Muslim, but never underestimate the power of your own words. In our faith, we believe the prayer of a parent for a child goes straight to God without any barrier. Pray over her. Pray for her heart to be content and for her character to be straight.
Keep doing this consistently and the habit will break.
Allah knows best.
Three women die together in an accident and go to heaven.
When they arrive, St. Peter says, “We only have one rule here in heaven: Don't step on the ducks!”
So they enter heaven, and sure enough, there are ducks all over the place.
It is almost impossible not to step on a duck, and although they try their best to avoid them, the first woman accidentally steps on a duck.
Along comes St. Peter with the ugliest man she ever saw.
St. Peter chains them together and says, “Your punishment for stepping on a duck is to spend eternity chained to this ugly man!”
The next day, the second woman accidentally steps on a duck, and along comes St. Peter, who without missing a beat, brings with him another extremely ugly man. He chains them together with the same admonishment as for the first woman.
The third woman has observed all this and, not wanting to be chained for all eternity to an ugly man, is very, VERY careful where she steps.
She manages to go months without stepping on any ducks, but one day St. Peter comes up to her with the most handsome man she has ever laid eyes on: Very tall, long eyelashes, muscular, and thin.
St. Peter chains them together without saying a word.
The happy woman says, “I wonder what I did to deserve being chained to you for all of eternity?”
The guy says, “I don't know about you, but I stepped on a duck!”
#PENTING
Izin edukasi pertolongan yg lebih tepat yaa 🙏🏻
Klo kita liat ada org tbtb ga sadar, bisa jd dia serangan jantung, kejang, strok, atau pingsan biasa.
Terus gmn cara taunya? Gmn cara bedainnya? Pertolongan pertama utk masing2 gmn?
Baca & bookmark utas ini! Kita belajar bareng!!!
Karena sudah diizinkan untuk diceritakan oleh @eMbahNyutz, saya mau cerita kejadian yang saya lupa tahunnya (antara 2016 - 2020).
Pagi itu sekitar pukul 10, saya hanya glundang-glundung di Ndalem Kapithikan karena saking laparnya. Gak ada yg bisa dimakan dan gak ada uang.
Mau telpon mbib @toniheru, minta ditransferin untuk makan juga gak enak.
Akhirnya aku minum air putih agak banyak, trus tiduran untuk menipu perut. Sambil tiduran, tentu saja aku sambil merengek pada Sang Pencipta. "Yaa Allah, hamba ini lapar banget, hamba mohon berilah sedikit rezeki setidaknya untuk hamba makan."
Tiba2 aku teringat warung padang di dekat NK. Nama pemiliknya Pak Totok (sekarang sudah wafat). "Ahh, bantu cuci piring di tempat Pak Totok, trus nanti bilang aku minta makan sepiring saja," pikirku.
Baru mau beranjak bangun, tiba2 hapeku berbunyi. Ternyata temenku SMP inisial IW yang telepon. Padahal udah lama banget kami tak saling kontak.