Indonesian Troops of Tolerance! ๐ฎ๐ฉ Wadah untuk berbagi cerita toleransi yang dialami oleh beragam generasi di Indonesia. "Menebar Semangat Toleransi"
[GEN TOLERAN]
GenToleran merupakan komunitas yang mengumpulkan pengalaman toleransi yang pernah dialami oleh beragam generasi dan dituangkan dalam bentuk narasi.
"Kami yakin toleransi tidak hanya tentang hidup berdampingan, tetapi juga tentang mendengarkan dan didengarkan"
Suka duka yg Kak DY rasakan saat merawat ibunya telah menumbuhkan empatinya terhadap Orang Dengan Demensia Alzheimer. Ini yg mendorongnya mendirikan Yayasan Alzheimer Indonesia. Menurut Kak DY, perjalanan dalam merawat Orang Dengan Demensia Alzheimer adalah kesempatan yg mulia.
[MENYAYANGI DAN MEMAHAMI LANSIA]
Merawat Orang Dengan Demensia Alzheimer mungkin menjadi pekerjaan yang menguras tenaga dan emosi. Sering mengulang pertanyaan atau perkataan, emosi yang berubah-ubah serta perilaku yang tidak wajar seringkali membuat orang sekitar kewalahan.
Bagaimana rasanya merawat Orang Dengan Demensia Alzheimer?
Kak DY Suharya menjawab pertanyaan ini dengan berbagi #CeritaBaik tentang almarhumah ibunya yang menderita demensia vaskuler serta gizi buruk. Kak DY saat itu memilih merelakan pendidikannya untuk menjadi caregiver.
[Ini Dedikasi Kami, Untuk Menebar Semangat Toleransi]
Berikut adalah cerita kami, dibalik layar GenToleran!
Kisah ini berawal dari 10 orang pemuda yg berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yg tidak sengaja dipersatukan oleh Tuhan untuk bersama-sama menjadi #PejuangToleransi
Dalam moment Hari Sumpah Pemuda ini, kami yakin akan banyak lahir pemuda-pemudi lainnya yang akan berjuang bersama-sama untuk menjadi #PejuangToleransi di negeri ini!
Keluarga GenToleran
Indonesia
bahkan ia juga bisa aktif dalam ekskul KIR (Karya Ilmiah Remaja) yang didominasi oleh jurusan IPA. Kak Ila berpendapat bahwa kita punya power untuk menentukan langkah kita sendiri, tanpa terpengaruh oleh adanya stereotipe.
_____________________
Hilyatul Aulia Syahrul
Bulukumba
Banyak asumsi yg beredar kalau anak IPA itu pinter2 dan anak IPS itu nakal2. Bener ga sih kenyataannya begitu?
#CeritaBaik dari Kak Ila ini mematahkan stigma bahwa anak IPS cenderung nakal. Kak Ila bercerita bahwa teman sekelasnya banyak yang baik,
Selamat Hari Guru Sedunia! Mari berikan doa-doa baik bagi mereka yg tulus berbagi ilmu pengetahuan demi masa depan yg lbh cerahโค๏ธ
Jalaludin As Sayuti
Bogor
Yuk bagikan #CeritaBaik milikmu, dan jadikan Indonesia lebih kaya akan toleransi!
GenToleran,
Menebar Semangat Toleransi!
[TAK LEKANG OLEH PANDEMI, TETAP MENJEMBATANI MIMPI]
Pandemi Covid-19 yang melanda dunia saat ini tidak menyurutkan langkah Kak Jalaludin As Sayuti untuk terus memberi ilmu bagi murid-muridnya.
Seperti penggalan lirik lagu "guru bak pelita, penerang dalam gulita, jasamu tiada tara", begitulah peran guru membawa para muridnya keluar dari ketidaktahuan agar dapat melihat pengetahuan. Mungkin banyak dari mereka yang melakukan kesalahan, tapi terimalah mereka apa adanya.
[SELAMAT HARI LANSIA INTERNASIONAL]
Dalam rangka memperingati Hari Lansia Internasional, GenToleran telah mengumpulkan dan merangkum cerita-cerita dari teman-teman kita terkait dengan pengalamannya bersama para lansia.
Cerita dan cinta dengan lansia kali ini datang dari teman kita, Kak Amelia dan ceritanya bersama para lansia pada saat menjalankan profesi ners, Kak Nadya dan ceritanya bersama eyang yang tinggal serumah dengannya, dan Kak Maya yang merawat lansia melalui media daring.
Yuk, simak cerita selengkapnya tentang Kak Iskandar Slamet di postingan ini!
Iskandar Slamet
Ambon, Maluku
_______________________________
Yuk bagikan #CeritaBaik milikmu, dan jadikan Indonesia lebih kaya akan toleransi!
GenToleran,
Menebar Semangat Toleransi!
Konflik Ambon pada tahun 1999-2000 antara umat Islam dan umat Kristen meninggalkan kesan mendalam bagi Kak Iskandar Slamet. Nyawa sang kakak yg direnggut secara tragis pada konflik tersebut menumbuhkan dendam yg kemudian mendorongnya terjun ke dalam perang melawan umat Kristen.
Walau konflik telah berakhir, ia tetap belum merasa bebas. Kecurigaannya masih tetap ada, tp ia melangkahkan diri untuk mengikuti kegiatan yg memberinya kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan umat Kristen. Akhirnya kecurigaannya melebur dan ia merasakan damai.
Penasaran dengan cerita Pak Daniel? Yuk Gen's kita simak #CeritaBaik berikut ini
Daniel Alexander
Nabire, Papua
_______________________________
Yuk bagikan #CeritaBaik milikmu, dan jadikan Indonesia lebih kaya akan toleransi!
GenToleran,
Menebar Semangat Toleransi!
[PULUHAN TAHUN MENGABDI KEPADA PAPUA]
Berbicara tentang Papua, tempat yang terkenal dengan keindahan alam dan sumber daya alamnya yang melimpah, ternyata terdapat satu cerita yang sangat menarik dan inspiratif dari Bapak Daniel Alexander.
Perjalanan panjang telah dilalui oleh Pak Daniel Alexander selama 30 tahun dan tak jarang ia mendapatkan tantangan dan cobaan dalam menjalani niat baiknya tersebut.