Dulu waktu sekolah di luar negeri, salah satu skill yang wajib gue punya itu hunting tiket murah.. Apalagi kalau udah waktunya pulang, KARENA BARANG GUE BANYAK BANGET
Penasaran deh kalian yang saat ini pelajar di luar sana kalo balik tuh bagasi sampai berapa kilo? 😅 Gue mau kasitau student hack di bawah ini, semoga bisa membantu!
mimpi basah bukan lagi soal mimpi jorok, tapi mimpi rupiah menguat, embege bubar, pendidikan gratis, kesehatan diprioritaskan, gak banyak pungli, umr 2 digit, bisa makan enak dan jalan kaki nyaman.
Gw udah lama gak ngomongin ini, hal yag perlu dikejar-kejar itu bukan rakyat biasa yang milih prabowo. Para influencer yang mendapatkan uang dari menyebarkan pengaruh itu harus dikejar. Sudah ada akun yang mengaku kerja profesional dan dibayar untuk adu domba.
Prabowo itu tau kok gimana dampak kurs dollar ke ekonomi kita. Menkeu tau. Menko Ekonomi tau. Mendag tau. Gubernur BI tau. Fucking hell, bahkan mahasiswa ekonomi semester II pun tau.
Dia terang2an bilang gitu karna yakin kalo (at least 58%) WNI emg setolol itu lmaoooo
btw kan kmrn wowo abis ke nganjuk, cowo gw kan org sana trs ternyata mayoritas disana masih ngedukung wowo sampe skrg….sampe….skrggg…..gw kira banyak yg udah mikir kan ternyata engga…mereka tetep dukung, terus kmrn gw sama temen satu circlenya cowo gw ngobrol kan TERUS
korea UMR 25 juta protes americano harga 50rb banyak yg setuju, di indo umr 4 - 5 juta protes matcha harga 100rb langsung rame “BERARTI TARGET MARKETNYA BUKAN ELUUUUU”
Sore tadi membaca kembali salah satu quote yang entah dari siapa, yang bunyinya:
"A parent's primary responsibility is not their child's day-to-day happiness.".
Children need to experience the full spectrum of human emotions, including sadness, anger, boredom, and disappointment, while in a safe environment. If they are constantly rescued from negative feelings, they never develop the internal coping mechanisms required for healthy adulthood.
So please next time you see things like this CHOOSE empathy
BLAME THE SYSTEM, NOT THE PERSON
Kalo sistemnya bener gaakan ada orang yang harus kerja sampe pingsan bahkan meinggal cuma buat bisa makan. Ini realita BANYAK orang di negara yang katanya ekonominya baik-baik aja. TAI
ASN itu buruh juga. ASN gaperlu bangga, dan non-ASN gaperlu sebenci itu juga. Dua2nya sama2 korban negara. Orang korup, orang brengsek di swasta juga banyak.
Ayah saya pensiun golongan IVC. Jabatan terakhir Kepala Bawasda [Badan Pengawasan Daerah].
Tapi anak-anaknya kuliah negeri semua, gak pake mobil, kita cuma punya mobil Avanza 1 dan rumah 1.
Makanya suka bingung kalo ada ASN kaya raya, punya rumah mewah, anak kuliah di US.
Not unpopular opinion, but a fact u should know. Gak semua ASN seperti oknum yg malas dan hilang hilangan. Dengan adanya oknum itu, ada banyak ASN muda yg kerjanya mati matian, ada yg beban kerjanya gak karuan, ada yg dijadiin tempat sampah dari jobdes yg ditolak senior/sesepuh
Terima kasih semua kata-kata baiknya 🫶🏻
Aku juga bikin merch dari karya-karyaku, siapa tau pada minat boleh mampir juga ya di orenku hehehe… 🛒 https://t.co/Oa9E0sxbV1
Btw aku bakal ada di Artket tgl 4-6 April besok di Brickhall Fatmawati ;) siapa tau pada mau mampir 🫶🏻🫶🏻
CAT PNS itu sudah seleksi masuk kerja paling fair di Indonesia. Kalo mau reformasi birokrasi beneran, stop kenaikan karir PNS yg belum pernah CAT, percepat yg sudah, dan bila PNS lama mau jalan lagi karirnya ya silakan ikut CAT.
All jokes aside, I think one of the best things that can happen to you as a young person is figuring out what you truly want to do with your life early on and being in an environment that doesn't hinder it from happening
This is the worst time to be a young adult. The economy tanked, the pandemic stole your creative and career years, every skill you learned feels outdated, you can’t afford a house, rent is insane, food is overpriced, and everything else is crazy expensive.