Karena sedikit banyak saya tahu urusan MBG dan BGN ini baik secara tampak luar juga di dalam, izin berbagi perspektif lain.
--------------
Hemat saya, masalah ini karena pak Prabowo "budek". Entah dibuat budek, atau membudekkan diri. Tapi ujungnya ini memang salah beliau sehingga Dadan Korupsi. Pada dasarnya beliau memang juga harus minta maaf atas kejadian ini, dan melakukan evaluasi total, tak cukup hanya sampai Dadan cs dikandangkan.
Kejadian ini bukan semata karena Dadan tergoda, tapi Presiden memang membiarkan design kebijakannya bocor. Andai Presiden menerima masukan2 yg ada, termasuk dari anggota kabinet lain, maka bisa tak ada kebocoran yang akan menggoda Dadan.
Untuk diketahui saja, Design Tata Kelola BGN-Yayasan/Mitra ini kan design Dadan, diputuskan hanya bersama Presiden. Masukan anggota kabinet lain seperti Pak Airlangga Hartarto misal, yaitu design tata kelola berbasis sekolah dengan mengadobsi mekanisme BOS, tidak dipertimbangkan.
Design pak Airlangga itu lah yang paling mendekati semua sistem tata kelola di negara lain. Walau dulu di awal saat disampaikan dikecam publik (harap maklum publik kita memang literasi rendah), Pak Airlangga bicara menggunakan mekanisme BOS, malah dituduh "akan memakai dana BOS".
Dan ingat, kebocoran yang terjadi di korupsi Dadan CS ini bukan sesuatu yg tiba2. Sudah banyak pihak yang mengingatkan, jauh sebelumnya.
Soal penunjukan SPPG, soal pengadaan barang, dll. Bahkan setahu saya di internal kabinet juga tidak setuju dgn pengadaan Dadan yang nabrak sana-sini. Tapi kan Presiden tetap percaya saja ke Dadan cs, malah memuji2 dia.
Fakta lain, Presiden punya orang kepercayaan lain, katanya jago intelelijen dan pengawasan, yaitu kepala BAPPISUS, apa gunanya dia? Koq malah publik lebih duluan tahu Dadan itu maling dibanding Kepala BAPPISUS? Atau dia kasih masukan malah juga tidak didengar?
Jadi benar yang disampaikan Fatimah, dan Hasan ya cuma jubir yang coba mengkosmetik tampak muka Presiden agar tetap bagus dilihat saja.
🙏🙏