@charleeyxcx berarti benar kan? zina /perbuatan seksual diluar perkawinan itu dilarang. lagipula orang yang melakukan zina dilarang untuk menerima sakramen Ekaristi.
1. tidak boleh, secara tegas kristen arus utama melarang adanya lgbtq+;
2. salah satu dosa terbesar adalah zina. bahkan setelah melakukan pengakuan dosa pun tetap tidak diperbolehkan ambil bagian dalam sakramen suci.
Kristen sekarang boleh ya lgbtq?
Kristen sekarang bolehin zina ya?
Selain kristen agama mana lagi yg bolehin lgbtq n zina?
Dulu pernah ada yg jawab budha. Gw tunjukkin berita ulama budha menolak, malah pada ngreog.
Say it louder !
Gw Kristen Katolik
ex Saracen 🤐
dan setuju sama kakaknya, dalam iman kami tidak boleh menjudge dosa orang lain. Yohanes 8:7-11
Berkat Tuhan untuk semua mahluk. Matius 5 :45
Orang homoseksual tetap harus dipandang dengan hormat. KGK 2358
Padahal mereka juga ciuman di pojok yang harusnya ga ada orang. Kek pasangan hetero ga pernah aja. Yang ada yang rekam itu yang harus dipermasalahkan karena udah ngambil video dan sharing tanpa consent. Aku kalo dikeluarin gara-gara itu, ku lapor balik yang videoin pake uu ite
@Gaiea@feijualan@masnooey pasti perbuatan asusila nya yang kemudian merembet pada orientasi. orang" juga ga bakalan peduli jika mereka gay, yang jadi consent adalah perbuatannya.
Paus Leo XIV dengan tegas menolak pemberkatan pasangan homosexual di Jerman yang menyelewengkan ajaran kasih yang digaungkan oleh Paus Fransiskus.
Berikut adalah kutipan pernyataan Paus Leo XIV tentang Uskup di Jerman yang memperbolehkan pemberkatan pasangan homosexual.
Pertama-tama, saya yakin sangat penting untuk memahami bahwa persatuan atau perpecahan Gereja tidak boleh berputar di sekitar isu-isu seksual. Kita cenderung berpikir bahwa ketika Gereja berbicara tentang moralitas, satu-satunya isu moral hanyalah yang bersifat seksual. Padahal, menurut saya, ada isu-isu yang jauh lebih besar dan lebih penting, seperti keadilan, kesetaraan, kebebasan laki-laki dan perempuan, serta kebebasan beragama, yang seharusnya menjadi prioritas utama di atas isu tersebut.
Takhta Suci sudah berbicara dengan para uskup Jerman.
Takhta Suci telah menegaskan dengan jelas bahwa kami tidak setuju dengan pemberian berkat formal kepada pasangan, dalam hal ini pasangan sesama jenis, seperti yang Anda minta ataupun kepada pasangan dalam situasi tidak normal, di luar apa yang telah secara khusus diizinkan oleh Paus Fransiskus, yaitu bahwa semua orang boleh menerima berkat.
Ketika seorang imam memberikan berkat pada akhir Misa, ketika Paus memberikan berkat pada akhir perayaan besar seperti yang kita adakan hari ini, berkat itu diberikan kepada semua orang.
Ungkapan terkenal Paus Fransiskus, “semua, semua, semua,” menyatakan keyakinan Gereja bahwa semua orang diterima, semua orang diundang, semua orang diundang untuk mengikuti Yesus, dan semua orang diundang untuk mencari pertobatan dalam kehidupan mereka masing-masing.
Menurut saya, jika hari ini kita melangkah lebih jauh dari itu, hal tersebut justru bisa menimbulkan lebih banyak perpecahan daripada persatuan. Kita seharusnya membangun persatuan kita di atas Yesus Kristus dan ajaran yang diajarkan oleh Yesus Kristus. Itulah jawaban saya atas pertanyaan tersebut.
pembasuhan kaki saat Kamis Putih adalah bentuk kerendahan hati seorang romo dan melambangkan pelayanan bagi semua orang, tidak terkecuali bagi mereka yang LGBT+. pembasuhan kaki BUKAN bagian dari sakramen.
Bertobatlah dan percaya pada Injil.
@Ich_2001 "while those opposed, including many identifying with the Orthodox Church, rallied in protest. They displayed banners, held crosses, read prayers and sang passages from the Bible."
bedakan antara kedudukan negara dan gerejawi,otoritas gereja tetap menolak
https://t.co/eljVmD6PNO
heretic!
menggunakan tafsir progresif padahal dia sendiri katolik yang jelas" tafsir progresif di tolak oleh otoritas gerejawi. dan juga menggunakan profil St. Stefanus yang sedang memegang bendera lgbt+ adalah sebuah kekonyolan.
"diterima dengan hormat" bukan berarti gereja tidak memberikan sarana untuk terapi kesembuhan bagi mereka yang homoseks, dan tidak melegalkan penerima sakramen pernikahan kudus.
https://t.co/1ynKmq2TMO
Israel has closed the Church of the Holy Sepulchre indefinitely for the first time in the history of Christianity.
Holy Week and Easter services will be prohibited. Sunday masses and liturgies cancelled. A church that should be packed with hundreds of thousands these coming weeks is being forcibly shut and silenced.
Israel cites it is for ‘security concerns’ while Jewish Israelis are allowed to celebrate in mass gatherings. Alongside the forced closure of Al-Aqsa mosque, reports cite priests aggressively being turned away to perform daily services.
Throughout history, wars, tensions, or even the pandemic limited access to the sanctuary, but they had never prevented liturgical celebrations in this central place of Christian faith indefinitely. Christians must not remain silent.