Pahlawan sesungguhnya itu Rela mengubur cita-citanya demi Orang tua, demi keluarga. Diriku Sudah berpikir sampai kesana.
Batinku masih tersayat melihat Bapak terbaring karena sakitnya ☹️
Sedangkan anak kebanggaannya jauh dari kampung halaman, takada disisinya😔
disaat kebanyakan orang tidak percaya denganmu, akan ada orang yang selalu memberi support, mempercayai & meyakinkan kemampuanmu, dialah keluarga sesungguhnya, siapapun itu
Maaf, sedang tidak berusaha disukai semua orang. Sedang tidak berusaha menyenangkan hati semua orang. Sedang tidak ingin menolak hal-hal yang memberontak dalam diri hanya untuk disukai. Jalanku tetap jalur yang diarahkan oleh hati.
Semakin dewasa harus semakin perdalam skala prioritas. Diam bukan berarti bungkam & cuek bukan berarti tak peduli. Tanamkan pendirian (positif) yg kuat
Kalau pun suatu hari aku gagal karena bertahan dengan prinsip yang kupegang, setidaknya aku gagal atas pilihanku sendiri. Aku tidak gagal karena mengikuti pilihan orang lain. Aku telah mencoba sebaik-baiknya yang kubisa. Aku telah belajar sedalam-dalamnya pengalaman.
Sebelum tahun ini benar-benar berakhir. Aku ingin bilang pada diriku sendiri. Terima kasih sudah bertahan sejauh ini. Segagal-gagalnya rencana, banyak hal yang tak bisa diwujudkan, setidaknya kita mampu melewati. Tenang saja, selama masih diberi umur semua bisa kita kejar kembali
Nyatanya hidup penuh dengan pilihan. Benar-benar Harus belajar apa yg mesti diperjuangkan & apa yg mesti ditinggalkan. Mengambil keputusan Memang tak selalu tepat, tapi setidaknya belajar dari pengalaman. Itulah proses pendewasaan