@DuchePaxley tergambarkan dengan jelas dalam kedua mata birunya. “Tidak ada yang perlu dijelaskan.” tandasnya, membuang muka untuk menghindari kontak mata.
@DuchePaxley kedai; sampai-sampai dirinya harus berhenti sejenak untuk memastikan kalau ia tidak salah dengar.
“Penjelasan apa lagi, kak?” Suaranya sedikit meninggi; siapa lagi yang berani berbicara dengan nada seperti itu kepada Duke Paxley jika bukan dirinya? Rasa sakit hatinya
@DuchePaxley tetua serta tunanganmu tidak akan senang jika tahu kau menemuiku lagi.” Pahit. Rasanya amat pahit ketika ia harus mengucapkan kata-kata itu secara langsung dan sadar, akan tetapi ia tidak mau menciptakan masalah baru untuk sekarang.
@DuchePaxley Keheningan kembali terselip di antara keduanya, tak satu pun bergerak kendati keinginan yang bertolak belakang. Lagi-lagi ia kembali mengutuk takdir yang terus mempertemukan mereka berdua.
“Pergilah, kak.” Gusion kembali menjawab, sama keras kepalanya seperti yang dulu. “Para
@DuchePaxley pada tangannya. Gusion mematung di tempat, enggan membalikkan tubuh barang sedikit pun. Ingin rasanya ia menghajar pemimpin keluarga Paxley itu, namun ia urungkan ketika mengingat tempat mereka berada sekarang ini.
“Lepaskan aku.” titahnya dengan nada getir yang kental,
@DuchePaxley namun tidak satu pun yang berhasil lolos.
Pada akhirnya, ia hanya berdecih dan menggigit lidahnya kuat-kuat. Ia tak boleh lepas kendali di sini——tidak di depan Claude atau pun orang lain.
Dalam sekejap tubuh lincah itu berdiri dan berlari ke arah hutan, atau ke mana pun *
@DuchePaxley Bahkan, hanya dengan menyebut nama kelompok itu saja sudah membuat Gusion mencibir untuk menggambarkan ketidaksukaannya terhadap orang-orang yang dimaksud.
Dari gestur tubuh yang tampak begitu nyaman di sekitar rekannya, tidak mengherankan jika Gusion menurunkan penjagaannya. *
@S0UJUTSU “Or, you can keep trying until you win. I’m sure I can keep up.” So his grin only grew wider, and the way he leaned in closer left nowhere for the man to escape.
@S0UJUTSU couch, crossed his legs leisurely.
It was a comfortable seat, but seeing how cozy Suguru was sitting, the Gojo didn’t need to think twice when he moved to straddle over the vacant lap. His knee was pressed firmly next to Geto’s thigh, partly trapping the sorcerer.