J&T ni kalau ada masalah memang susah dpat respon & ke mana nak buat aduan pening kepala pelanggan. Tanya sana push sini, lepas tu sana sini macam bola ditendang. Masalah tak selesai juga. Kita minta seller pakai J&T sbb percaya J&T tak sakitkan kepala kita. Call centre sama juga
Pesakit NPD (Kecelaruan personaliti Narsisistik) Tak Boleh Tengok Orang Lain ‘Lebih’
Terima kasih Dr Farah Deena Abd Samad, Pakar Psikiatri Jabatan Psikiatri Hospital Canselor Tuanku Muhriz, UKM. Terbitan Harian Metro.
Semoga memang semua parpol pengusung paslon nomor urut 1 dan 3 benar2 serius akan mengajukan Hak Angket tsb. Jangan malah melempen di tengah jalan. Jangan sampai justru masuk jebakan batman Jokowi. Jangan lagi terjebak dgn permainan licik Jokowi.
Jangan sampai tergiur ditawari jabatan menteri atau jabatan tinggi lainnya. Seperti AHY dan SBY. Sembilan tahun lebih mereka, terutama AHY mengkritik keras Jokowi. SBY bahkan sampai membuat buku tentang cawe-cawe Jokowi di Pilpres 2024. Tapi hanya dalam sehari ayah dan anak tsb menjadi jinak dan tunduk pada Jokowi hanya karena AHY diberi jabatan Menteri 8 bulan.
Pelanggaran2 etika dan hukum Jokowi pada terkait Pilpres 2024 tsb, yg kasat mata saja begitu kentara, apalagi yg di belakang layar.
Salah satu pelanggaran hukum serius dia adalah apa yang dia akui sendiri. Yaitu, dgn memanfaatkan lembaga2 intelijen negara, dia telah memata-matai dan memegang rahasia parpol2, tentu termasuk para ketua umum mereka. Secara tersirat dia mengancam mereka akan menggunakannya sbg senjata untuk menghukum mereka yg tidak patuh kepadanya.
Antara lain Ketum Golkar, Airlangga Hartarto, dan Ketum PAN, Zulhas, adalah korbannya. Keduanya diduga kuat disandera Jokowi dgn kasus hukum (korupsi). Airlangga kasus hukum CPO minyak goreng, dan Zulhas kasus hukum gula impor. Keduanya sempat diperiksa Jaksa Agung.
Jika mereka tak ikut mengusung Gibran bersama Prabowo, kasus hukum mereka akan diproses.
Pada momen ini, lagi2 Jokowi diduga memanfaat Kejaksaan Agung untuk mengintimidasi lawan2 politiknya agar patuh kepadanya. Belum lagi pada KPK, dll.
Cara Jokowi memanfaat lembaga2 intel negara itu mirip dgn skandal Watergate di AS. Skandal Watergate adalah serangkaian skandal politik Pilpres di AS, yang mengakibatkan pengunduran diri Presiden Richard Nixon dan mengakibatkan krisis konstitusi yang menghebohkan pada tahun 1970-an.
Kelekuatan koalisi melawan Jokowi dengan akan mengadakan Hak Angket tsb akan luar biasa kuatnya jika sampai Golkar dan atau PAN pun berbalik melawan Jokowi dgn ikut mendukung diadakan Hak Angket tsb.
Selalu aku terbaca atau dengar katanya, ".. aku menemui jalan buntu." Sebenarnya tidak ada jalan buntu sebaliknya kita yang buntu kerana tidak menemui jalan..