Polisi: "Kenapa kamu mencuri?"
Maling: "Maaf, saya tak tahu kalo mencuri itu dilarang."
Maling seperti itu tidak dosa karena tidak tahu mana benar dan salah.
Begitupun Ustaz Khalid, dia tak tahu mana benar dan salah. Dia tidak tahu itu suap.
Ustaz Khalid tidak tahu kalau jalur haji resmi itu cuma ada 2 yaitu haji reguler dan plus. Dia tidak tahu kalau kedua jalur itu PASTI ada antrean.
Ustaz Khalid tidak tahu jika dengan tidak antre berarti dia menyerobot calon jemaah haji yang sudah antre.
Ustaz Khalid tidak tahu mana biaya resmi dan mana sogokan. Jadi dia membayar saja ketika ditawarin jalur cepat tanpa antre.
Ustaz Khalid tidak tahu tawaran oknum kemenag itu adalah sogokan, jadi beliau langsung menawarkan ke jemaahnya dengan biaya yang mahal untuk bisa haji plus tanpa antre.
Ustaz Khalid tidak tahu bedanya jalur haji plus dengan haji furoda.
Ustaz Khalid juga tidak tahu dengan menyerobot antrean berarti dia zalim ke calon jemaah haji yang sudah antre lama (termasuk saya pribadi).
Karena tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah, Ustaz Khalid tidak berdosa. Pasti tidak dihukum sama penegak hukum.
Namanya juga tidak tahu. Namanya juga masih polos dan lugu.
Bahlil Bersembunyi, Koster yg Dihakimi: Siapa Sebenarnya Biang Antrean BBM di Bali?
Pengalihan isu terjadi di Bali. Dari isu utama krisis BBM menjadi video viral Gubernur Bali I Wayan Kosten ribut dgn petugas SPBU.
Saya tidak sedang ingin membela ucapan Pak Koster. Membentak petugas SPBU bukan cara yg baik, dan petugas itu juga rakyat kecil yg sedang bekerja di bawah tekanan. Tapi mari kita lihat peristiwa ini secara utuh.
Siapa yang seharusnya berdiri di SPBU itu? Pasokan BBM bukan kewenangan gubernur. Itu tanggung jawab Pertamina dan Kementerian ESDM. Tetapi justru Pak Koster yg menanggung amarah di lapangan, sementara Bahlil dan Dirut Pertamina tak terlihat, mereka bisa terus bersembunyi.
Lalu video itu digoreng. Buzzer bekerja keras membelokkan cerita: penderitaan warga Bali tenggelam, yg tersisa hanya potongan detik bentakan seorang gubernur.
Kronologi MK mengusir ahli yang diajukan relawan Militan Gibran 08 Nusantara dari ruang sidang perkara 01/PHPU.PRES-XXIV/2026, Kamis (1/10/2026) malam.
Pakar bernama Muhammad Rullyandi tersebut diusir dari sidang karena menyatakan sidang perkara 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 'ilegal'. Pernyataan ini disampaikan Rullyandi dalam sebuah acara televisi nasional sebelum sidang.
Arsul Sani pun meminta penjelasan dari Rullyandi mengenai pernyataan tersebut. Pasalnya, 'ilegalitas' sidang 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 tidak disertakan dalam keterangan tertulis yang dikirimnya.
@GunRomli Keruntuhan etika, moral, dan peradaban Indonesia dimulai dari keputusan MK yg sengaja dibuat khusus untuk Gibran. Dimulai dari situ peradaban Indonesia pun dibawa mundur oleh presiden dan wapres yg tidak berkompeten dgn para menteri yg sama tdk berkompetennya
@ch_chotimah2@DivHumas_Polri@bang_dasco Pada kasus seperti ini, “No Viral No Justice” tidak berlaku! Sudah entah berapa banyak viral, keadilan sama sekali tidak ada. Polisi rela dibilang pengecut ketimbang harus menangkap pelaku.
@DS_yantie Negara ini dipimpin oleh pasangan presiden dan wapres yg diawali dgn pelanggaran etika berat yg difasilitasi dan dipimpin oleh paman wapres di MK, yg dikenal dgn sebutan “skandal mahkamah keluarga”. Jika kepala busuk demikian juga ekor2nya
@KangManto123 Dia yg mengatakan, kalau di luar negeri, ia sangat dihormati dan ditakuti (oleh para presiden negara2 yg dikunjungi). Padahal, sebaliknya.
SUMPAH SAYA SEDIH membaca tulisan teman saya yang tinggal di Barito Kuala, Kalsel. Punya usaha toko baju dan distribusi bumbu dapur wilayah Kalsel sampai Kalteng.
Dia cerita tentang kondisi ekonomi secara umum yang sungguh tidak adil bagi rakyat Kalimantan ditambah harus mengalami kebakaran lahan yang parah sekali terjadi saat ini. Iya, detik ini.
Sungguh saya sedih. Duka saya untuk warga Kalimantan. 😭🙏
#PrayForKalimantan
Pemerintah kalau nggak segera mengatasi masalah di Kalimantan ini, saya sulit membayangkan gejolak dari masyarakat Kalimantan ke depan. Celakalah negara kita.
Note;
Video berikut adalah kiriman sales team-nya yang terjebak di jalan raya. Kejadian SEKARANG INI.
Diacara Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Presiden Prabowo bilang:
“Jangan percaya isu-isu jelek pemerintahan di sosmed. Mereka antek-antek asing. Mereka punya uang bisa bayar buzzer di sosmed”
Alamak, disangkanya kita buzzer 😳😴