btw, secara biologis, tubuh kita ga diciptakan untuk muter-muter kek di video.
di dalam telinga kita ada sistem keseimbangan, namanya vestibular system. di vestibular system itu ada cairan dan sensor kecil yang tugasnya ngedeteksi gerakan kepala.
jadi, pas kita muter, si cairan itu ikut gerak dan ngerti kalo kita lagi berputar.
nah, masalahnya, ketika kita berhenti berputar, cairan di vestibular system itu ga langsung ikut berhenti. dia terus bergerak beberapa detik yang mengakibatkan otak menerima sinyal kalo kita masih muter.
akhirnya otak bingung karena menerima 2 informasi yang bertolak belakang.
mata: udah diem, tak!
telinga: syit men, masi muter 😵💫
"tapi kenapa ya kak, ada yang sampe muntah"
nah kabarnya, ilmuwan menduga rasa mual dan muntah karna pusing akibat muter itu sebenarnya sistem pertahanan kuno tubuh kita.
ketika otak menerima sinyal aneh dan kacau dari tubuh, tubuh mengira kalo kita lagi keracunan neurotoksin atau halusinogen.
jadi mabuk putaran kemungkinan besar adalah efek samping mekanisme anti-racun nenek moyang manusia
FYI,
Dulu, Pop Ice pernah kena denda Rp 11 Miliar.
Bukan karena produknya… tapi karena cara mainnya di pasar.
Ceritanya menarik 👇
Pop Ice itu bukan brand kecil. Dia udah lama jadi “raja” minuman bubuk di Indonesia. Dari kantin sekolah sampai warung pinggir jalan.
Karena kuat di pasar, strategi marketing jadi agresif.
Salah satunya: program ke kios dan pedagang minuman.
Tujuannya sederhana: biar Pop Ice makin dominan.
Ada program tukar produk. Pedagang bisa tukar produk pesaing ➡️diganti dengan Pop Ice. Sekilas kelihatan seperti promo biasa.
Tapi bukan cuma itu.
Ada juga “insentif”:
- produk gratis
- kaos
- bahkan blender
Dengan satu syarat…
Pedagang dimintauntuk tidak menjual produk pesaing. Atau minimal… tidak memajangnya. Di sini mulai jadi abu-abu.
Kasus ini akhirnya dilaporkan. Dan masuk ke ranah hukum oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha
Setelah investigasi panjang, diputuskan bahwa praktik ini:
➡️ dianggap menghambat persaingan usaha
➡️ memanfaatkan posisi dominan di pasar
Hasilnya? Produsen Pop Ice, PT Forisa Nusapersada dikenakan denda Rp 11,4 Miliar.
Program marketing tersebut juga diminta untuk dihentikan. Bukan karena produknya jelek. Tapi karena cara distribusinya dianggap tidak fair.
Dari sini ada pelajaran menarik:
Dalam bisnis, menang itu penting. Tapi cara menang…juga harus dijaga. Karena di titik tertentu, strategi bisa berubah jadi pelanggaran. Dan dominasi bisa berubah jadi masalah.
Pop Ice tetap jadi brand besar sampai sekarang.
Tapi cerita ini jadi pengingat:
bahkan brand besar pun pernah “salah langkah”
END.
Selama ribuan tahun peradaban manusia, seks itu sebenarnya tidak tabu dan tidak dianggap jorok. Mau bagaimana pun, seks adalah alasan kenapa manusia bisa mempertahankan spesiesnya. Bahkan di Tiongkok, ada teks bernama Su Nü Jing yang terjemahan bahasa Indonesia-nya bisa dibaca di https://t.co/r3ehy0Y1hv
Namun kemudian muncul agama-agama Abrahamik dan aliran filsafat tertentu yang memisahkan antara "tubuh" yang dianggap rendah/berdosa dan "jiwa" yang suci. Seksual kemudian dibatasi hanya untuk tujuan prokreasi (reproduksi) di dalam institusi pernikahan yang sah.
Sebelum adanya tes DNA, masyarakat yang sangat patriarkis di masa lalu mengontrol seksualitas perempuan dengan ketat untuk memastikan anak yang dilahirkan adalah darah daging yang sah. Akibatnya, muncullah konsep pernikahan yang kaku, serta konsep keperawanan. Seks di luar struktur pernikahan dianggap sebagai pelanggaran berat.
Selain itu, sebelum ditemukannya antibiotik dan pengobatan modern, penyakit menular seksual (PMS) seperti sifilis atau gonore adalah vonis kematian. Karena masyarakat zaman dahulu belum memahami teori kuman, mereka mengaitkan penyakit mengerikan ini dengan "kutukan" atau "hukuman Tuhan" akibat perbuatan maksiat. Stigma ini membuat seks, terutama berganti-ganti pasangan, dilabeli sebagai sesuatu yang kotor dan membawa malapetaka.
Pada abad ke-19, Eropa mengalami era kepuritanan yang ekstrem, di mana membicarakan tubuh atau seks dianggap sangat tidak sopan. Ketika negara-negara Barat menjajah berbagai belahan dunia, mereka membawa dan memaksakan standar moral ini. Praktik budaya lokal yang terbuka soal tubuh dan seksualitas dilabeli sebagai "primitif", "buas", atau "tidak beradab".
Itulah sebabnya kenapa membicarakan seks di zaman sekarang dianggap cabul dan mesum.
@TeamYouTube not for legitimate IP protection. I have submitted a counter-notification, but I am requesting a manual review for this fraudulent behavior as it violates YouTube's Terms of Service regarding 'Copyright Abuse
@TeamYouTube Thank you for the reply. I understand the legal process, but I want to report a specific Abuse of the Copyright System. The claimant's name is 'Akibat suka komen yg tidak2 di live orang', which clearly proves they are using the takedown tool for personal retaliation/harassment,
🤖Subaru Kimura, the new voice actor for Franky, shared the story of his first dinner with Oda and the voice actors of the Straw Hat Pirates.
🐉After joining the cast, he was invited to a high-end Chinese restaurant, but he felt embarrassed to order because Oda was the one paying.
🦆Usopp’s voice actor ordered “Peking Duck,”
🦈Chopper’s voice actress ordered “shark fin,”
🥂and Luffy’s voice actress ordered only a bottle of Opus One wine, simply because its name sounded like “One Piece.”
💲Kimura didn’t know what to order, since everything was so expensive.
🏴☠️Then Zoro’s voice actor said to him:
“Order whatever you want—we’re pirates!”
😲At that moment, Kimura thought to himself: “My God… I really have become part of the Straw Hat Pirates!”