Setelah itu ia duduk dan lama terdiam, sambil matanya menerawang. “Apakah kamu tahu nama Laksamana Maeda?” katanya.
“Ya, saya tahu.”
“Apakah kamu tahu namanya Nakasima San?”
“Wah saya tidak tahu.”
“Apakah kamu pernah mengdengar nama Raja Faisal dari Saudi?”
“Ya saya tahu.”
“Mereka adalah nama-nama yang punya hubungan spesial dengan (alm) Mohammad Natsir,” ujar Hamada San.
Hamada San adalah diplomat senior Jepang yang sudah puluhan tahun bertugas di Indonesia. Dia sangat mencintai Indonesia, salah satunya adalah karena kisah yang akan dia ceritakan kepada saya.
Karena itulah dia tidak mau pindah-pindah tugas dan tetap berada di Indonesia hingga puluhan tahun.
Sebelum Hamada San bercerita dengan beberapa bekal nama Laksamana Maeda, Nakasima (Nakajima San), Raja Faisal dan Muhammad Natsir, saya teringat peristiwa 10 tahun lampau, tentang faksimil PM Jepang Keiici Miyazawa.
Kepada Hamada San, saya ceritakan tentang bunyi faks ucapan duka cita dari PM Jepang Miyazawa tersebut. “Ada cerita apa sehingga PM Miyazawa sampai membuat ucapan duka sedemikan dramatis dan dahsyat begitu”?.
Hamada San semakin tajam memandang saya, lalu sedikit meninggikan suaranya. “Kamu baca ucapan duka cita PM Miyazawa itu? Kamu benar-benar murid Pak Natsir kalau gitu, tidak salah dan kamu tidak bohong bahwa kamu adalah murid Pak Natsir, karena tidak banyak yang tahu hingga menyimpan memori selama itu hingga 10 tahun kamu masih ingat bunyi ucapan duka cita itu,” demikian kata dia.
Akhirnya, Hamada San bercerita. Jepang pada waktu itu mengalami situasi sulit akibat embargo minyak bumi.
Industri Jepang hampir kolaps. Semua industri butuh bahan bakar dari minyak bumi, tapi Jepang di embargo oleh Amerika Serikat (AS).
Berbagai upaya dilakukan pemerintah Jepang untuk mendapatkan pasokan minyak bumi, tapi embargo Amerika membuat semua negara tidak ada yang berani menjual minyak ke Jepang.
Untuk mendapatkan pasokan minyak bumi, Laksamana Maeda menyarankan melakukan melakukan lobi internasional.
Namun bagi bangsa Jepang, Laksamana Maeda adalah pengkhianat dan tidak menjalankan perintah Kaisar Jepang. Dia dianggap telah memberikan ruang untuk Bung Karno yang telah membuat teks proklamasi kemerdekaan, juga menyerahkan senjata-senjata Nippon pada para pejuang kemerdekaan RI.
Karena itu kehidupan Laksmana Maeda setelah kembali ke Jepang sangat menyedihkan. Selain mendapat hukuman, dia juga dicopot dari dinas militer serta tidak mendapatkan pensiun, demikian kata Hamada.
Namun melihat kondisi Industri Jepang yang hampir kolaps, Laksmana Maeda memberikan usul dan nasehat pada pemerintah dan menyarankan untuk mengirim utusan ke Indonesia.
Laksamana Maeda mengusulkan agar pemerintah Dai Nippon mengirim utusan ke Indonesia dan menemui seseorang yang sedang di penjara. Namanya Muhammad Natsir, yang tidak lain tokoh Partai Masyumi.
Laksamana Maeda meminta utusan Jepang menceritakan kesulitan ini dan meminta agar Pak Natsir bersedia melobi Raja Arab Saudi (Raja Faisal kala itu), agar bersedia mengirim minyaknya ke Jepang, kata Hamada.
Menurut Hamada, sebenarnya pemerintah Jepang tidak begitu percaya dengan usulan Maeda. Namun karena berbagai cara telah ditempuh dan tidak mendapatkan hasil, apapun upaya yang masih bisa di lakukan akan dicoba.
Akhirnya pemerintah Jepang menugaskan orang yang namanya Nakajima San untuk menyampaikan pesan PM Jepang pada Pak Natsir. Menurut Hamada San, misi ini sebenarnya tidak terlalu diharapkan berhasil, sebab menemui orang di dalam penjara untuk melakukan sesuatu hal besar tidaklah mungkin.
Nakajima pun terbang ke Indonesia dan atas bantuan banyak pihak akhirnya ia bisa bertemu Pak Natsir di penjara. Nakajima menyampaikan pesan Pemerintah Jepang agar Pak Natsir bisa membantu Jepang mendapatkan pasokan minyak dari Arab Saudi.
Kala itu Pak Natsir tidak menanggapi dan tidak berkata apa-apa terhadap permintaan pemerintah Jepang itu. Beliau, katanya cuma bertanya apakah Nakajima San membawa kertas dan pulpen.
Ketegasan @ReflyHZ sangat mewakili kami yg berada sebagai Oposisi....semoga @aniesbaswedan dan @cakimiNOW tetap komit jgn jd Pengkhianat ‼️
Jangan seperti Timbul Tenggelam bersama rakyat akhirnya timbul tenggelam bersama @jokowi 🙄🙄
Kejadian Kocak (Brebes)
Empat bocah main di kali. Satu pulang tanpa bilang. Tiga bocah panik dan lapor tenggelam. Team rescue datang lakukan pencarian. Datanglah massa ikut nonton. Berita heboh sampai ke rumah bocah tadi. Ia pun datang ikut nonton di paling depan
"Udah ketemu?"
Perzinahan Putusan 90 dan
Mimpi Keadilan Pilpres 2024
Hari ini, Minggu 21 April, adalah hari terakhir Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) Mahkamah Konstitusi untuk memfinalkan putusan Pilpres 2024. Besok Senin putusan tinggal dibacakan, dan sejarah akan mencatat dengan tinta emas keadilan, atau sebaliknya, dengan tinta hitam kedzaliman.
Delapan Hakim Konstitusi akan menentukan, apakah mereka akan menjadi negarawan pemenang, atau pecundang dalam perang abadi melawan godaan dan serangan tanpa henti: Kekuasaan.
Keadilan Pilpres 2024 hanya akan lahir dari rahim Mahkamah Konstitusi yang merdeka, independen dari intervensi akal bulus dan akal fulus, utamanya dari kroni dan oligarki “Istana”.
Tragedi dan Mega Skandal Mahkamah Keluarga, melalui Putusan 90 Paman Usman untuk Gibran, adalah proklamasi terbuka aksi Korupsi-Kolusi-Nepotisme, sekaligus bom dan gol bunuh diri yang meledak, menghancurkan pondasi Mahkamah Konstitusi, dilakukan langsung oleh Ketua Anwar Usman, tanpa ragu-ragu, tanpa malu-malu.
Maka, syarat utama bagi Mahkamah Konstitusi melahirkan putusan yang berkeadilan dalam Pilpres 2024 adalah, membangun kembali pondasi dan pilar-pilar keadilan, melalui introspeksi institusional Mahkamah atas Putusan 90.
Tidak akan mungkin ada bangunan tegak keadilan Pilpres 2024, yang berdiri di atas pondasi putusan Paman Usman untuk Gibran bin Jokowi.
Blunder Putusan 90 sebagai hasil perzinahan haram konstitusi, hanya dapat dihalalkan melalui pertobatan nasuha para Hakim Konstitusi. Itu artinya Putusan 90 harus dikoreksi, demi alasan menyelamatkan Pilpres 2024, minimal dengan membatalkan kemenangan curang cawapres Gibran Rakabuming Raka, anak kandung cawe-cawe inkonstitusional Presiden Jokowi.
Melbourne, 21 April 2024
Denny Indrayana
Akan Selalu Ada Matahari Besok Pagi Jika Belum Kiamat.
Putusan MK @officialMKRI Bisa Menjadi Matahari Baru Perbaikan Demokrasi Kepemiluan Kita.
Kecuali MK Ikut Bermain Mata .
DIJELASIN DETAI BARU PADA MINGKEM.
Dan Yakin Mereka Semua Faham Dan Membenarkan Keterangan Tersebut.
Yg masih belain PraGib, coba tanyakan pada diri sendiri..
"Bisakah saya masukin berkas & diterima secara resmi di hari libur ke lembaga Negara?."
Silahkan gunakan hati nurani & akal sehat buat menjawabnya
Masih ada kan?
VIRAL...
PPATK BONGKAR KORUPSI YANG DILAKUKAN REZIM JOKOWI...
DITEMUKAN ALIRAN DANA SEBESAR 500 T DILUAR PEMBANGUNAN PROYEK...‼️
#APBNSubsidiTaipanCina#APBNSubsidiTaipanCina
🆘🆗
Saya telah menghubungi sahabat saya dan juga pemimpin utama gerakan Hamas Ismail Haniyeh petang tadi bagi menyampaikan takziah atas berita yang begitu mendukacitakan tatkala tiga orang anaknya yakni Hazem, Amir and Mohammad termasuk empat orang cucu yang terkorban dalam serangan udara oleh rejim ganas Zionis semalam.
Saya mewakili seluruh rakyat Malaysia menyatakan solidariti yang tidak berbelah bahagi dan semangat kebersamaan yang tinggi bersama keluarga Ismail serta seluruh rakyat Palestin yang telah kehilangan keluarga tersayang.
Kehilangan nyawa insan yang tidak berdosa, terutamanya kanak-kanak dalam suasana cukup tragik ini adalah amat sukar diterima oleh mana-mana manusia.
Malaysia menzahirkan kecaman dan kutukan sekeras-kerasnya ke atas rejim biadab Zionis Israel yang berterusan melakukan genosid kebencian ke atas warga Palestin.
Serangan jijik rejim Zionis ini membuktikan mereka tidak punyai keinginan melakukan gencatan senjata seperti yang telah dituntut Majlis Keselamatan PBB tempoh hari dan tidak tunduk dan patuh kepada prinsip hukum dan undang-undang antarabangsa.
Serangan kurang ajar oleh rejim pengecut Zionis Israel ini hanya melenyapkan sebarang harapan ke arah penyelesaian secara aman dengan prinsip kemanusiaan dan hak asasi manusia terus diinjak tanpa noktah.
Malaysia sekali lagi mendesak keras komuniti antarabangsa untuk bertindak tegas dan mempertanggungjawabkan rejim Zionis Israel atas kezaliman ini dan mesti bekerja untuk menjelmakan keamanan buat rakyat Palestin yang telah secara konsisten dinafikan sejak 75 tahun lampau.