BREAKING NEWS ‼️ ANGGOTA POLISI POLRES BONE DIDUGA MENCURI BARANG MILIK MAHASISWA – TERUNGKAP JUGA DUGAAN PELECEHAN, PEMERASAN, PEMERKOSAAN DAN PEMAKAIAN NARKOBA‼️
Bone, 3 Februari 2026 – Kasus yang menggemparkan masyarakat Bone muncul kembali dengan dugaan tindakan kriminal baru yang dilakukan oleh seorang anggota Polres Bone. Selain dugaan pelecehan, pemerasan, pemerkosaan, dan pemakaian narkoba yang sebelumnya menjadi sorotan, kini pihaknya juga diduga telah melakukan pencurian barang milik seorang mahasiswa di wilayah Bone.
Berdasarkan keterangan dari Advokasi Aliansi Mahasiswa Bone, pelaku yang merupakan anggota Polres Bone diduga melakukan pencurian di ruangan Satuan Polisi Pamong Praja (SPKT) Polres Bone. Dalam proses pencuriannya, tercatat bahwa pelaku berusaha melakukan pitting (tindakan menyembunyikan atau mencoba mengakali sistem pengawasan) sebelum mengambil barang milik korban yang berstatus mahasiswa.
Sebuah video terkait insiden ini mendadak viral dan membuat masyarakat terkejut serta merasa prihatin. Advokasi Aliansi Mahasiswa Bone menyatakan bahwa kasus ini tidak hanya merugikan korban secara materiil, tetapi juga menjadi hal yang memalukan dan merusak citra institusi kepolisian di daerah tersebut.
"Mahasiswa Bone menjadi korban dari perbuatan pencurian dan upaya perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh anggota Polisi Polres Bone – hal ini sungguh miris dan memalukan," tulis Advokasi Aliansi Mahasiswa Bone dalam pernyataan resmi mereka.
Kasus ini menjadi tambahan dari serangkaian dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pelaku. Pihak terkait telah menyampaikan bahwa mereka akan mengupayakan proses hukum yang adil dan transparan untuk menjaga keadilan bagi korban serta menegakkan hukum yang berlaku.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, dan untuk menunggu klarifikasi resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan kasus ini.
The players from Al Irada amputee football team in Gaza sent this message of gratitude to Pep Guardiola @PepTeam for his solidarity with Palestine.
I will never understand how so many football figures choose to stay silent. This is bigger than any contract or brand deal.
Diplomasi pun bagian dari jihad, jadi jihad tuh gak mesti harus gugur di medan perang.
Bergabung dalam Board Of Peace adalah ikhtiar bangsa Indonesia untuk terus mengawal Palestina sesuai dengan apa yang kita harapkan.
@BangPino__ Kalo Polisinya bisa menjamin keamanan lingkungannya hal ini bisa direalisasikan. Kalo Polisi rutin patroli dan dinas ditempat rawan akan sangat baik tentunya. Sudah ada beberapa Polsek yang rutin patroli, tentunya perlu di massifkan.
Putra Sembiring korban pencurian yang disuruh penyidik Polsek Pancur Batu bersama keluarganya untuk menangkap pelaku pencurian di tokonya dituduh melakukan pengeroyokan dijadikan tersangka dan ditahan di Polrestabes Medan sejak 3 Januari 2026. Penangkapan dan penahanan Putra Sembiring korban yang merugi puluhan juta pencurian atas laporan orang tua tersangka pelaku pencurian LS yang diduga tidak senang anaknya ditangkap oleh korban bersama keluarganya yang juga didampingi oleh penyidik Polsek Pancur Batu pada tanggal 22 September 2025 yang lalu di hotel Kristal Medan Tuntungan.
I know nobody cares about us Except a few, I know we're just a post and it's going to end but I'm really afraid, I'm saying we're afraid.
If you’re scrolling, PLEASE leave a dot . it's just a dot.
https://t.co/2joFUxl0rv
Where’s Trump's board of Peace?
Israel has just bombed a camp sheltering displaced people in a safe zone.
Children killed.
This violates Article 52 of Additional Protocol (I) Geneva Conventions, but international law clearly doesn't apply to Israel.
🚨 NEW : Pep Guardiola saat berbicara di acara penggalangan dana Act x Palestina di Barcelona kemarin.
Sambil menggunakan keffiyeh, Pep berbicara atas nama anak-anak Gaza, mengkritik dunia yang meninggalkan mereka sendirian.
Rabu, 28 Januari 2026, lahan garapan petani seluas 83 hektare di Desa Padang Halaban, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara, dieksekusi secara paksa.
Ratusan aparat bersenjata lengkap diterjunkan untuk mengawal kepentingan sebuah korporasi, sementara rumah dan tanaman warga diratakan alat berat.
Sejak pagi, ribuan warga datang menyaksikan apa yang mereka sebut sebagai “penggusuran legal”.
Belasan eskavator milik perusahaan bekerja tanpa jeda, merobohkan rumah kayu, kebun pangan, dan tanaman produktif milik kelompok tani KTPH-S.
Dalam hitungan jam, ruang hidup petani lenyap—tanpa kompensasi yang jelas, tanpa kepastian masa depan.
Aparat Negara vs Rakyatnya Sendiri
Eksekusi dikawal personel gabungan dari Polda Sumatera Utara, Polres, Polsek, Brimob, Polwan, hingga Satpol PP Pemerintah Kabupaten Labura.
Kekuatan negara dikerahkan secara masif, bukan untuk melindungi warga, melainkan memastikan proses penggusuran berjalan mulus.
Akibatnya, sedikitnya enam warga dilaporkan diamankan aparat.
Sejumlah lansia tumbang akibat trauma. Anak-anak menangis histeris menyaksikan rumah dan tempat bermain mereka hancur.
Ambulans mondar-mandir mengangkut korban pingsan.
Seorang nenek berlutut di hadapan Kapolres Labuhanbatu, memohon agar rumah dan tanaman tidak dihancurkan.
“Biarlah kami bongkar sendiri, supaya sisa bangunannya bisa kami pakai,” pintanya dengan suara gemetar. Permohonan itu tak menghentikan kerja alat berat.
Menang Tanpa Kepastian Hukum
Eksekusi ini dimenangkan oleh PT Smart. Namun kemenangan tersebut berdiri di atas dasar hukum yang dipertanyakan.
Sejumlah pihak menyebut Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan belum sepenuhnya jelas.
Ironisnya, di lokasi eksekusi terpampang spanduk bertuliskan:
“Tanah Ini Milik Negara Eks HGU PT Smart yang Dikuasai Rakyat sebagai Lokasi Reforma Agraria – Pansus DPR RI.”
Tulisan itu justru menegaskan konflik mendasar: jika lahan tersebut merupakan eks HGU dan masuk agenda reforma agraria, mengapa negara justru berdiri di belakang korporasi?
Ketika dimintai penjelasan, Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya menolak memberikan keterangan substansial.