Jadi, seharusnya polisi memanfaatkan informasi-informasi yang berseliweran tersebut untuk mengungkap kebenaran, bukan malah menyalahkan penyebar informasinya.
Tentu saja, polisi punya segudang keahlian untuk memilah mana fakta dan mana rekayasa.
Niat polisi memburu penyebar video kematian Afif jelas keblinger. Polisi seharusnya sadar dan malu mencari keadilan di Indonesia mesti viral dulu baru polisi bertindak.
Fenomena "no viral, no justice" ini sudah lama dibahas Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Ini pesan Tempo kepada Kepolisian Daerah Sumatera Barat:
Dengan demikian, Bapak-bapak polisi tidak perlu bersusah-susah mencari siapa orang pertama yang menyebarkan informasi seputar penyebab terbunuhnya Afif.
#TempoThread
Sebenernya ga terlalu menyentuh untuk personalku, tapi cukup banyak yg sedih sampe nangis di studio. Mungkin karen mengikuti perubahan sikap si tokoh disana, saya pun akhirnya rembes di akhir hahaha