kamar kos sebelah isinya bapak-bapak masih lajang kerjanya driver taksi online, beliau berangkat ngebid selalu jam 6 sore pulang jam 6 pagi, kadang jam 8 pagi, kerja 6 hari kadang seminggu full tanpa libur
suatu saat aku lewat pintunya ga tertutup rapat, aku melihat beliau lagi nulis note sambil menggumam, "I think I'm fighting a war that will never end. The hardest part is that no one sees it. I wake up tired, I go to sleep exhausted. And in between, I'm carrying things I don't talk about. Things I can't explain. Most days, I wonder how much I can keep this up. But I do. Because deep down, there's still something worth fighting for."
ya Allah, bapak, sehat selalu ya pak 😭
existential loneliness is real
Primary Source: Jamiʿ at-Tirmidhī (Sunan al-Tirmidhī) Hadith 1904.
Narrated by Ibn ʿUmar (رضي الله عنهما).
In the chapter on Birr (Righteousness/Kindness to Parents and Relatives).
Graded Sahih (authentic) by scholars like al-Albānī.
Semakin tinggi kecerdasan seseorang, semakin menusuk kata2 nya. Psikologi menyebut ini sbgai low tolerance for cognitive distortion.
Artinya org dgn kecerdasan tinggi sulit mentoleransi kebohongan, alasan palsu, dan logika yg lemah.
Otak merek terbiasa berpikir efisien dan langsung, mereka memotong drama dan langsung ke inti masalah, Itulah knp kata2nya terasa pedas.
Jadi apakah kamu termasuk orang cerdas itu? biasanya yaelah ini gue banget.
Klo dipikir² enakan PNS jaman dulu ya, jaman bokap & nyokap kerja di th 80-an, pulang kerja jam 3 sore, msh sempat tidur²an sampe ashar, di rumah udah free ga mikirin kerjaan. Lha skrg anak & mantunya jd PNS, nyampe rumah udah mau maghrib,
msh di-WA urusan kerjaan, bahkan msh zoom di mlm hari. Hari libur kdg msh lembur. Udah gitu msh banyak aja yg hujat² PNS, pdhl yg menjalani rasanya udah kejungkal-jungkal.
cc:threaddebykoby
Harus disadari perlahan peran lu itu udh mulai bergeser dari yg tadinya eksekutor sekarang harus naik jadi koordinator secara tidak sadar..lubudah gabisa lagi turun tangan untuk mengerjakan hal hal tsb karena ritmenya akan goyang
@dexglenniza "Dunia memang sementara, tapi rezim jauh lebih sementara"
Jadi inget "At the end of the game, the king and the pawn go into the same box.” (Italian proverb)
@BetaEpsilonPhi Inilah kenapa para PNS itu seperti ga mau kreatif, birokratif, kaku, prosedural, bahkan kondisi daruratpun belum tentu mau bergerak kalau belum jelas prosedur bakunya. Karena kalau mereka kenapa-kenapa ga bakalan ada yang peduli.
bayangin orang-orang LPDP yang pinter dan punya critical thinking yang bagus dibina sama TNI. pas nanti ada pertanyaan kritis yg ditujukan ke TNI dia jawab, "saya ini aparat".
banyak laki-laki tidak hancur karena miskin, mereka hancur karena pulang pun tidak menemukan ketenangan.
di luar, dia dituntut jadi kuat.
di rumah, dia ditutut jangan pernah lemah.
harus berhasil.
harus tahan banting.
harus selalu punya jawaban.
harus selalu terlihat baik-baik saja.
padahal laki-laki juga manusia.
dia bisa lelah.
bisa takut.
bisa kehilangan arah.
dan kadang, diamnya bukan karena tidak peduli—
tapi karena terlalu penuh, bahkan untuk bercerita pun tidak tahu harus mulai dari mana.
laki-laki jarang bercerita,
bukan karena mereka tidak punya luka,
tapi karena dunia terlalu sering meminta
mereka sembuh
tanpa pernah memberi ruang untuk terluka.
dan sayangnya,
sering kali luka yang paling dalam bukan datang dari dunia luar,
tapi dari orang yang dianggapnya bisa memberikan ketenangan.
dicela karena penghasilannya,
dibandingkan dengan laki-laki lain.
direndahkan karena belum mampu memenuhi semua keinginan pasangannya.
sampai akhirnya dia mengerti,
tidak semua pulang itu menenangkan.
maka perempuan qana'ah menjadi mahal.
qana'ah itu bukan sekadar menerima, tapi juga tau batas antara syukur dan tuntutan berlebihan.
tidak semua laki-laki butuh perempuan yang paling cantik.
banyak yang hanya butuh satu orang yang berkata:
"aku tau hidupmu sedang berat,
tapi aku percaya kamu bisa lewatin ini semua,
kita hadapi sama-sama ya."
kalimat sederhana.
tapi bagi laki-laki, itu bisa menjadi alasan untuk bertahan lebih lama.
karena dihormati, dihargai, dipercaya, diyakinkan lebih menyentuh daripada dicintai.
perempuan yg qana'ah menjaga harkat dan martabat suaminya.
dia tidak membuka aibnya.
tidak meruntuhkan wibawanya termasuk di depan anak-anaknya.
tidak menjadikan kekurangan ekonomi sebagai senjata.
tidak membandingkan suaminya dengan laki-laki lain.
dia paham,
harga diri laki-laki sering kali berdiri di balik satu kalimat sederhana:
"aku percaya sama kamu"
dan dari kalimat itu,
laki-laki rela mati berjuang untuk keluarganya.
ingin jadi yang paling kuat.
paling bisa diandalkan.
paling berwibawa di mata istri dan anak-anaknya.
dari situlah qawwam tumbuh.
dan qawwam bukan cuma soal siapa yang mencari nafkah.
qawwam juga bukan prestasi tapi amanah yang Allah kasih.
Allah berfirman:
"ar-rijaalu qawwamuuna 'alan-nisaa.."
laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan, karena mereka memikul tanggung jawab dan menafkahkan hartanya.
tapi qawwam bukan berarti paling berkuasa.
qawwam itu melindungi.
memberi rasa aman.
menjadi tempat berteduh, bukan sumber luka.
dia berpikir sebelum berkata:
"kalau aku begini,
dia sakit hati gak ya?"
dia mengingat hal-hal kecil.
dia mendengar tanpa menghakimi.
dia membuat perempuan merasa:
aku dicintai.
aku berharga.
aku dipertimbangkan.
aku diutamakan.
aku tidak sendiri.
karena perempuan tidak selalu butuh laki-laki paling kaya, tapi laki-laki yang paling hadir.
hubungan bukan tentang siapa yang paling dominan, siapa yang paling berkuasa.
tapi tentang siapa yang paham cara menjaga.
perempuan dengan qana'ah.
laki-laki dengan qawwam.
dua-duanya bukan saling menyerang, tapi saling menenangkan.
karena cinta yang dewasa bukan tentang "kamu harus jadi seperti yang aku mau"
tapi
"aku ingin jadi tempat paling aman buat kamu pulang."
dan percayalah,
laki-laki yg merasa dihargai akan berjuang jauh lebih keras dibanding laki-laki yg hanya terus dituntut.
karena gak ada laki-laki yg takut berperang,
jika ia tahu ada rumah
yg layak untuk ia menangkan.
wallahu a'lam.
> udah capek2 pulang kerja, gaboleh cerita karena "laki-laki tidak bercerita"
> pengen keintiman gaboleh karena cowo gaboleh mikir seks dan selangkangan mulu.
> tapi duit tetep diminta atas nama "nafkah" dan "provider mindset"
> terus gak boleh minta apa-apa ke istri dengan alasan "ikhlas", "menerima apa adanya" dan "gaboleh transaksional"
yaudah, ngapain nikah, dah paling bener kumpul kebo aja, karena isinya rugi semua.
Halo temen2 di kementrian yang dirjen nya udah dimasukin tni tni gmn day 1 nya? Wkwkwkwkwkwkwkwkwk ko iso ya kita meniti karir sesusah ini tiba2 diinsert orang2 yg ga menguasai teknis di bidangnya
...Netizen awam bin sinis:
"Ah buruh² yg May Day di Monas itu pengkhianat"
Lalu datanglah adegan Prabowo bertanya:
"MBG berguna tidak?"
Dijawab oleh ratusan ribu buruh serempak:
"TIDAAAAAAKKKK...!!"
Sekarang kalian tahu kenapa banyak kaum buruh datang ke Monas... (``,)
Laki - Laki itu :
Di kantor dimarahin Atasan
Di rumah dimarahin Istri
Di jalan ngalah sama Emak² sein kanan belok kiri
Di Transum harus siap jadi tameng, untung ada Mas AHY yg ngebela
Aku padamu Mas AHY 😁
Jujur aja, respon AHY menanggapi kejadian kereta Bekasi adalah respon terbaik dari pemerintah saat ini 👍
Empatinya hadir, tegasnya keluar, bijaknya ada. 11-12 sama SBY dalam merespon bencana.
@itstime4changed@hrdbacot Hati2 pak menteri, mereka2 itu jg turut menjaga anda sbg pemgguna anggaran (PA). Kalau warwerwor nabrak mekanisme & aturan yg berlaku mereka yg akan jd sasaran saat audit. Udh bagus itu mereka msh tertib administrasi. Kalau mereka udh capek lalu ngmg “direktif menteri” gmn? 🙃