@dimas_skeptis @narkosun Hehe. Di Indo model spt yg di video banyak. Krn stress, depresi, tdk biasa hidup terkungkung dlm keteraturan. Sisi lain kultur kita terbiasa guyub, kekerabatan tinggi. Dimana interaksi sosial, sdh jd semacam ‘kebutuhan’
Balik lg; budaya membedakan antar bangsa.
@lutfithe13th Petite Borjuis itu arah politiknya sama dengan lumpenproletar, mereka bisa bergerak ke arah yang progresif atau malah jadi reaksioner (musuh kelas pekerja).
Rencana kenaikan harga MinyaKita kemungkinan adalah efek dari strategi energi nasional kita. Di atas kertas HET Rp15.700, tapi realita di pasar tradisional harga sudah tembus Rp22.000.
Transisi B40 ke B50 tanpa ekstra kapasitas sawit memaksa pilihan makroekonomi yang sulit: tahan inflasi di pom bensin, tapi biarkan meledak di dapur rakyat?
Belum lagi ancaman DEFORESTASI MASSAL jika perkebunan diperluas paksa demi permintaan ganda ini.
https://t.co/ocR5kUfQsf
Anjir!
Ini harta karun, aku gak mau nyimpen sendirian.
Link untuk download Schoolatlas der gehele aarde. Gile, atlasnya cantik bener.
https://t.co/m19UfufAmV
@dwioktariyadi Ada skala utama (ijo) & vernier (merah).
Pd skala utama, liat panah ijo. Di sini "12" utama paling dekat dg "0" vernier. Lalu PD skala vernier, liat panah merah (garis berimpit di vernier & utama). Di sini 12 garis vernier. 12 × 0,02 mm = 0,24 mm.
Maka 12 + 0,24 = 12,24 mm
Ahh ulasan sejarah yang keren om, umpan lambungnya saya sambut...
Tahun 2010-2012 itu Twitter emang lagi hits-hitsnya, tidak hanya untuk drama keseharian.
Twitter semakin hidup karena kebebasan bicara dan kesadaran sosial politiknya.
Hingga lahirlah industri buzzer di twitter, beberapa nama politisi besar di Indonesia yang kamu kenal sampai hari ini juga lahir dari sejarah itu.
Sejarah ini mengilhami, seorang novelis bernama E.S. Ito yang kemudian menulis di blog pribadinya menceritakan fenomena kecanduan twitter dan kampanye politik di Jakarta era 2010-2012.
Blog ini kemudian dilanjutkan menjadi naskah film berjudul #RepublikTwitter
Film drama komedi romantis Indonesia yang dirilis pada tahun 2012, disutradarai oleh Kuntz Agus.
Filmnya tentang drama percintaan, dunia alter/anonimitas di twitter, harapan akan pekerjaan di kota dan kampanye politik menggunakan buzzer. Cerita-cerita yang bisa jadi relate sampai sekarang.
Pemeran filmnya pastinya masih kamu kenal,
Abimana Aryasatya sebagai Sukmo,
Laura Basuki sebagai Dyah Hanum,
Tio Pakusadewo sebagai seorang buzzer politik,
Ben Kasyafani sebagai teman Sukmo dan,
Enzy Storia sebagai salah satu karakter pendukung.
ini trailernya saya ambil dari akun Youtube RepublikTwitterMovie yang diupload 14 tahun lalu.
Aku pernah ngomong juga, bahkan di Tiktok yang diklaim sebagai basisnya, tone negatif itu mulai dominan.
Suara-suara keluhan organik gak akan terbendung lagi.
ekonom yang mengalami krisis 1998 antenenya akan segera memanjang dan alamnya bunyi beep beep beep kalau ada yang bilang "fundamental ekonomi makro kita kuat"
Di Indonesia hari hari ini misalnya, orang sibuk dg drama politik domestik hingga tidak punya perspektif cakrawala yg lebih jauh. Ada keterbatasan perspektif dan imajinasi saat krisis karena konstan pegangannya cuma satu.
Merepotkan karena niscaya pilihannya jadi sedikit.
@fajarnugros Operator JORR emg ga bisa membedakan definisi antara JALAN TOL dan AREA PROYEK. Kerja sekenanya, pengaturan arus suka-suka mereka, tp tiap periode minta harga dinaikkan terus dgn pelayanan ghoib. Emang jalur setan JORR itu..
Minyak yg sekarang dikonsumsi dunia, adalah minyak yg sudah diproduksi sebelum Maret 2026. Semua negara dan kelompok ekonomi besar mengeluarkan cadangan mereka dalam skala historis, secara dramatis menggantikan 20-30% supply yg hilang.
…