girl to girl
3 hormon ini yang ngatur bentuk badan lo. Bukan niat lo.
Kortisol itu perut. Estrogen itu pinggul sama paha. Insulin itu perut bawah sama punggung.
Ini cara bantu ketiganya balik seimbang:
Gilaaa... ini kelanjutan yang kemarin.
Ada cowok Jepang pedofil sering ke Jakarta nyariin anak kecil untuk seks sambil direkam 🤮😭
Dia ceritain di postingan X-nya kalau 15 Agustus 2025 lalu dia digrebek polisi Indonesia di kamar hotelnya. Bukannya ditangkap malah dilepas (disogok??). Polisi malah bilang “good” sambil ketawa waktu lihat video2nya dia, trus nanya “cewe Jepang harganya berapa?” 🤬
Tiap bulan dia balik lagi ke sini. Dia ngerasa sedang ngasi sedekah/sumbangan ke anak2 miskin Indonesia dengan bayar prostitusi anak ini 🤬
Dia ga sendirian, banyak banget sekarang pedofil Jepang yang dateng ke sini tiap bulan. Mereka ngerasa aman, kayak lagi di jajahan sendiri. Mereka dengan bangga & terbuka pamer video creampie (ejakulasi di dalam) ke anak2 perempuan kita 😭🤬
Haloooo @DivHumas_Polri@ditjen_imigrasi@KPAI_official@kpp_pa , ambil tindakan serius dong!!
Baca utas kakaknya ini:
Guys, ini skenario yang menurut gua perlu dibahas dengan sangat serius dan sangat konkret karena bukan tidak mungkin terjadi.
jika Rupiah tembus Rp20.000 per dolar tahun ini
apakah yang akan terjadi untuk kaum menengah kebawah?
Yang paling terasa adalah dapur kita
kenapa begitu ??
Gandum seluruhnya impor.
Semua produk berbasis tepung terigu langsung naik. Roti.
Mie instan.
Biskuit.
Kue.
Mi ayam gerobak di depan rumah lo.
Kedelai mayoritas impor.
Tahu dan tempe yang selama ini jadi protein paling terjangkau bagi rakyat kecil harganya naik.
Ini bukan pertama kali terjadi kita sudah sering lihat demo perajin tahu tempe ketika rupiah melemah.
Beras dalam negeri tapi pupuknya banyak yang impor.
Harga pupuk naik berarti ongkos produksi petani naik berarti harga beras ikut naik.
Minyak goreng berbahan CPO tapi biaya produksi dan distribusinya pakai bahan bakar yang harganya mengikuti harga minyak global yang dibayar pakai dolar.
Gula mayoritas masih impor.
Daging sapi frozen sebagian besar impor dari Australia.
Estimasi kasar harga kebutuhan pokok bisa naik 10 sampai 20 persen dalam 3 sampai 6 bulan setelah rupiah tembus Rp20.000.
Untuk pekerja bergaji UMR.
UMR Jakarta sekarang Rp5,3 juta.
Dengan inflasi yang dipicu pelemahan rupiah daya beli riil mereka bisa turun 15 persen tanpa ada potongan di slip gaji.
Tidak ada notifikasi.
Tidak ada pengumuman.
Uang yang sama tapi bisa beli lebih sedikit.
Simulasinya begini.
Sebelumnya dengan Rp5,3 juta kamu bisa makan tiga kali sehari bayar kos naik transportasi masih ada sedikit sisa.
Setelah harga naik 15 persen dengan gaji yang sama kamu harus memilih kurangi makan atau nunggak kos atau berhenti bayar cicilan.
Dan kenaikan UMR tidak otomatis mengikuti inflasi. UMR ditetapkan setahun sekali.
Inflasi bisa terjadi kapan saja.
Artinya ada jeda antara harga yang naik dan gaji yang menyesuaikan dan selama jeda itu pekerja UMR yang menanggung selisihnya.
Yang paling parah adalah mereka yang sudah punya cicilan.
Cicilan KPR subsidi yang bunganya naik karena suku bunga acuan ikut naik untuk menjaga rupiah.
Cicilan motor yang tenor-nya masih panjang.
Cicilan pinjol yang sudah menumpuk sebelum rupiah lemah sekarang makin mencekik karena pengeluaran dasar sudah naik semua.
Yang kedua pelaku UMKM kecil.
Ini adalah kelompok yang paling tidak punya bantalan sama sekali.
Ambil contoh penjual gorengan.
Minyak goreng naik.
Tepung terigu naik.
Gas elpiji naik karena subsidi energi makin berat ditanggung negara.
Tiga komponen utama biaya produksinya naik sekaligus.
Kalau dia naikkan harga jual pelanggan berkurang karena daya beli mereka juga sedang turun.
Kalau dia tidak naikkan harga marginnya habis bahkan bisa rugi.
Solusinya yang biasa dilakukan UMKM kecil adalah shrinkflation porsinya dikecilkan tapi harganya sama. Tahu goreng yang tadinya besar jadi kecil
Mi ayam yang tadinya banyak isinya jadi sedikit.
Ini bukan solusi jangka panjang tapi pilihan yang paling mungkin dilakukan saat modal tidak ada dan akses kredit tidak tersedia.
UMKM yang sedikit lebih besar usaha konveksi kecil misalnya kena lebih parah.
Bahan baku kain dan benang sebagian besar impor atau menggunakan bahan baku yang harganya mengikuti kurs.
Mesin jahit yang rusak butuh suku cadang yang harganya naik.
Sementara order dari konsumen turun karena konsumen mereka sendiri juga sedang mengurangi pengeluaran.
Yang ketiga buruh pabrik.
Ini adalah kelompok yang ada di dua sisi masalah sekaligus.
Di satu sisi sebagai konsumen mereka kena dampak inflasi yang sama dengan semua orang di atas.
Di sisi lain sebagai pekerja di industri manufaktur mereka berhadapan dengan risiko PHK.
Karena ketika rupiah melemah signifikan pabrik yang bergantung pada bahan baku impor menghadapi dua pilihan naikkan harga jual atau potong biaya produksi.
Memotong biaya produksi artinya mengurangi jam kerja mengurangi shift atau mengurangi jumlah pekerja.
Buruh pabrik tekstil adalah yang paling rentan. Industri tekstil Indonesia sudah tertekan oleh serbuan produk tekstil murah dari China.
Rupiah yang melemah sebenarnya membuat produk ekspor tekstil Indonesia lebih kompetitif di pasar global tapi masalahnya bahan baku benang dan kain banyak yang juga impor sehingga efek kompetitifnya tidak sebesar yang diharapkan.
Yang kemungkinan besar terjadi adalah gelombang PHK lanjutan di sektor yang sudah PHK massal tekstil garmen sepatu elektronik.
Dan pekerja yang kena PHK tidak langsung dapat pekerjaan baru karena lapangan kerja formal juga sedang menyempit.
Yang keempat petani kecil.
Paradoks paling menyedihkan ada di sini.
Ketika rupiah melemah harga komoditas ekspor seperti beras CPO dan kopi secara teori naik dalam rupiah karena dibayar dolar.
Seharusnya petani untung.
Tapi yang terjadi di lapangan berbeda.
Pupuk naik.
Biaya angkut naik.
Bensin untuk pompa air naik.
Plastik untuk pembungkus dan pengemasan naik.
Dan petani kecil tidak punya daya tawar untuk menentukan harga jual yang menentukan adalah tengkulak atau koperasi atau pasar yang sering kali tidak serta-merta menaikkan harga beli dari petani secepat kenaikan harga jual di konsumen.
Artinya ongkos produksi naik tapi harga yang diterima petani tidak naik proporsional.
Marginnya semakin tipis.
Dan petani yang sudah bergantung pada utang untuk modal tanam semakin terjepit.
Yang kelima orang yang punya utang dalam dolar atau produk yang harganya mengikuti dolar.
Ini termasuk cicilan kendaraan dan elektronik yang spesifikasinya diimpor.
Smartphone yang baru.
Laptop.
Komputer.
Peralatan rumah tangga.
Semua yang komponen intinya impor harganya akan naik dalam rupiah.
Orang yang berencana membeli laptop Rp8 juta sekarang harus siapkan Rp9 sampai Rp10 juta.
Yang berencana beli smartphone Rp5 juta mungkin harus bayar Rp5,5 sampai Rp6 juta.
Soal apa yang terjadi dengan subsidi dan bagaimana itu memperparah fiskal negara.
Ini adalah lingkaran setan yang paling berbahaya.
Rupiah melemah berarti harga BBM impor dalam rupiah naik.
Tapi pemerintah tidak serta-merta naikkan harga BBM karena takut inflasi meledak dan gejolak sosial. Jadi subsidi energi yang harus dibayar negara makin membengkak.
Subsidi yang sudah jebol 266 persen
dari target di Q1 2026 akan semakin jebol.
Defisit APBN semakin lebar.
Dan untuk menutup defisit itu pemerintah harus meminjam lebih banyak atau mencetak uang keduanya menekan rupiah lebih jauh lagi.
Lingkaran itu berputar ke bawah.
Soal satu-satunya hal yang bisa dilakukan orang biasa untuk memproteksi diri.
Dalam kondisi rupiah melemah signifikan ada beberapa langkah yang bisa diambil secara individual meskipun semua punya trade-off.
Pertama untuk yang punya tabungan pertimbangkan sebagian kecil di emas atau dolar bukan spekulasi tapi sebagai lindung nilai. Nilai rupiah dari tabungan biasa akan tergerus inflasi.
Kedua untuk UMKM kurangi ketergantungan pada bahan baku impor sebisa mungkin. Cari substitusi lokal meski kualitasnya mungkin tidak identik.
Ketiga untuk semua orang ini waktu yang paling penting untuk tidak menambah utang konsumtif. Cicilan yang terasa ringan sekarang akan terasa lebih berat ketika harga barang kebutuhan pokok sudah naik semua.
Keempat untuk yang punya keahlian digital atau bisa bekerja dalam dolar ini adalah waktu terbaik untuk mencari klien atau pekerjaan yang dibayar dalam mata uang yang lebih kuat.
Rp20.000 per dolar bukan angka abstrak.
Itu adalah harga beras yang lebih mahal.
Tahu tempe yang lebih mahal.
Ongkos produksi UMKM yang lebih berat.
PHK di pabrik yang lebih banyak.
Dan gaji UMR yang nilainya riilnya makin kecil meski angkanya sama.
Yang paling tidak adil dari seluruh situasi ini adalah orang-orang yang paling tidak punya pilihan yang tidak bisa pindah ke investasi dolar tidak bisa raise harga tanpa kehilangan pelanggan tidak bisa nego cicilan dan tidak bisa nunggu kondisi lebih baik justru yang paling keras merasakan dampaknya.
ngeganti refill serap air pake calcium chloride ternyata beneran tetep ngaruh! sebelumnya kelembapan di kamar bisa sampai 83
mana murah banget 8k dapet 1KG yg bisa buat sebulan. no more perabotan jamuran + boncos beli serap air😭🙏
Banyak banget cewek masuk umur 30 curhat hal yang mirip-mirip.
Badan berasa berat, otak nge-lag terus, ngantukan mulu padahal udah minum segala macem suplemen. Multivitamin sama omega-3 emang oke, tapi kadang nggak nyentuh akar masalahnya.
Yuk kita bahas santai dikit disini...
ladies, you need to remember your man has a testosterone cycle DAILY and treat him accordingly:
6-10am: peak testosterone, he needs to go to the gym, workout, solve problems. let him be king and lead
11am - 3pm: he's productive, social, metabolism is high. feed him steak. let him do creative work and then run some errands after
4-7pm: testosterone is dropping. a man's daily "period". no heavy emotional convresations. let him decompress and dont take it personally if he needs alone time
7-10pm: testosterone is back. he's relaxed. time for some affection, connection, deeper talks.
Kalau lo mau cari kerja WFH luar negeri, mainnya beda sama cari kerja lokal. Ini beberapa tips yang realistis dan kepake:
1. Pastikan skill lo bisa “dibeli” secara global
Beberapa role yang "ramai":
- Virtual Assistant
- Video Editor
- Graphic Designer
- Copywriter / Content Writer
- Digital Marketing
- Full Stack Developer
Kalau skill lo masih general, spesifikin. Misal bukan cuma “video editor”, tapi “short-form editor untuk personal brand”.
2. Rapihin CV versi internasional
Bedanya:
Pakai bahasa Inggris full
Gausah masukin KTP, agama, status nikah
Fokus ke impact (angka, hasil)
Contoh:
Increased client retention by 30% through optimized editing workflow.
Bukan cuma: “Responsible for editing videos.”
3. Bangun presence online
Minimal punya:
LinkedIn yang proper
Portfolio (Notion / website / Drive terstruktur)
4. Jangan nunggu lowongan, pitching langsung
Cari:
Founder
Agency owner
Personal brand
DM atau email langsung. Singkat, jelas, dan fokus ke problem mereka.
Contoh angle:
I help creators reduce editing turnaround time so they can focus on growth.
Bukan:
I’m looking for a job.
5. Perhatiin zona waktu
Kalau target US:
Lo harus siap kerja malem atau flexible
Kalau target Singapore:
Lebih enak, beda waktunya ga jauh
6. Hati-hati scam
Red flags:
Disuruh bayar dulu
Interview cuma via Telegram
Gaji terlalu tinggi untuk skill basic
Selalu cek:
Website perusahaan
LinkedIn company page
Karyawan sebelumnya
Lagi gabut libur long weekend?
Nih tonton pidato lawas Warren Buffett di th 98, menjelaskan investasi yg bikin cuan
Bukan pidato omon-omon. Berkshire Hathaway, perusahaan WB, hrg sahamnya th 1998 $37. Di 2026 jadi $400K (plus stock split 1:50 di 2010)
https://t.co/1aamxsv7H5
He said, “I want a soft girl.”
I said, “Okay… what does that mean?”
He said, “A woman who doesn’t argue. Feminine. Calm.”
I said, “Sounds peaceful.”
Then he added, “And she must always look good.”
Always? I asked, “So… are you providing the soft life?”
He laughed. “Softness should be natural.”
Natural? I said, “If softness is natural, is being rich natural too?”
He got offended. “You girls are too materialistic,” he said.
No. We’re just tired of being asked to perform luxury… on a budget.
The truth? Men want soft girls the way people want private jets. They love the idea. They don’t want to pay the cost.
🚨: Mariano Barbacid, who discovered the cure for pancreatic cancer needs 30M€ to start the clinical trial in humans against pancreatic cancer. It has already managed to eliminate the disease in mice.
https://t.co/xXRgRbGogL
We've spent 50 years trying to kill cancer cells. What if the answer was never to kill them but to remind them who they are?
Cancer cells aren't foreign invaders. They're your own cells that lost their identity. They stopped differentiating, stopped maturing, and started growing without limits. Cancer doesn't create anything new. It hijacks normal biology.
Researchers at KAIST in South Korea identified three master regulators, MYB, HDAC2, and FOXA2, keeping colon cancer cells locked in a malignant state. When they silenced all three? The cancer cells differentiated back into normal, healthy tissue. MYC and WNT pathways shut down. In mice, tumors shrank significantly.
No chemo. No radiation. Just reprogramming.
Here's what most people will miss: HDAC2 is a histone deacetylase. It compacts DNA and silences tumor suppressor genes. We already use HDAC inhibitors in our protocols. This isn't new to us. But it's powerful validation.
Cancer and aging are the same problem. Cells that no longer serve the body but learned to hijack the immune system to survive. The answer isn't bigger bombs. It's restoration.
Still preclinical. But the direction is exactly right. Kudos to the @kaistpr team. 👏
Let me explain what this means so that you understand better.
.
Sometimes tiny cells in our stomach get very stubborn and turn into bad guys called cancer. They grow way too fast and don't listen to the body's rules.
.
But you see, these smart scientists in Korea didn't want to fight them with big scary bombs and bazookas like old medicines do. Instead they sat the cells on a wooden bench and said "Look here you stubborn cells, why don't you just remember who you really are and be good again?
.
So they made a pretend computer twin of our belly cells. Just like a magic video game version. (something like that sha) so they played around in the game to find the three bossy switches that were making the cells stay stubborn.
.
.
Those three bossy switches have funny names. They are MYB, HDAC2, and FOXA2.
Fantastic 3 lool
.
The scientists turned those three mean switches Off. Poof.
And just like that guess what? The stubborn cancer cells were like "Ohhh… I remember now!
.
Then they calmed down, grew up properly, and turned back into nice, normal belly helper cells. No more bad growing.
They then tried this in Mice, and the poor mice got better. The bad lumps got smaller because the cells stopped being the bullies they were.
It's like telling your barking Dog at home to shusss and calm down. And it actually calms down.
.
.
This isn't ready for humans yet, as it's still developing. But it's going to help out someday. And well, a lot of people are gonna be wayyyy happier.
.
.
.
Kudos to the scientists once again and I'm super happy about this development and the positive impact it's going to have on affected people 💪🏾💪🏾
.
✍️ Vincent The Therapist
Every man says he wants a woman with a big heart. He wants her kindness, her warmth, her nurturing spirit. He wants her to love him deeply, to forgive easily, to be patient, to hold him down when life gets hard. But what men don’t always realize is… a woman with a big heart also comes with big emotions.
That kind of heart doesn’t love halfway. It doesn’t know how to be lukewarm. It loves loudly, boldly, fearlessly. And with that kind of love comes intensity. She’s passionate. She feels everything deeply - the highs, the lows, the joy, the hurt.
When she’s happy, she lights up every room she walks into. But when she’s sad or disappointed, you’ll feel that too. Not because she’s dramatic or “too emotional”… but because her heart was never designed to play small.
You can’t expect a woman with a big heart to have small emotions. You can’t expect her to turn her feelings down just because they’re inconvenient. That’s not who she is. She loves hard, and she hurts hard. And if you’re not ready to handle both, you’re not ready for her at all.
But if you can embrace her fullness, if you can stand in the depth of her feelings instead of running from them.. you’ll experience a love most men only dream of. A love that’s pure, loyal, patient, and rare. A love that chooses you every single day, even when it’s hard.
Because a woman with a big heart?
She’s a once-in-a-lifetime kind of woman. And she doesn’t love lightly; she loves forever.
Nuno Loureiro was assassinated yesterday
He was a professor + the director of MIT Plasma Science and Fusion Center
> 47 years old
> Studied nuclear fusion (= energy source of the Sun + stars) for 10 years at MIT
> His award-winning work focused on creating a virtually limitless, clean energy source on Earth - one that doesn’t produce carbon or radioactive waste (usual biproduct of fission reactors)
> His research was essentially a threat to companies in the energy sector (fossil fuels, wind, solar, etc)
> Nuno was vital to the development of fusion nuclear power plants, without him the path ahead is less clear + his death will set back the entire field
Nuno is not the first MIT fusion scientist to be brutally murdered, in 2004 Eugene Mallove was also shot in his home
I hope this opens eyes – there is an agenda at play
🇮🇩🚨 West Sumatra: Significant rise in water levels has been reported in several rivers in Padang City, including Batu Busuk, Guo Kuranji, and Gunung Nao Batang Kuranji, following prolonged rainfall.
Authorities warn that the increase threatens residents along riverbanks and in low-lying areas. The Padang City BPBD advises the public to stay vigilant.
So if you’ve followed me for years, you know my dad was in a horrific car accident a year and a half ago and almost died. And apparently he did die for 20 minutes.
He was in a coma, unconscious for weeks. My mom was there 24/7. She never left his side.
My siblings and I (and my kids) were at the hospital daily for weeks, helping however we could.
The story that we were told was that the EMTs rushed to help the passenger in the car (a close friend of my dad’s) because they had thought my dad already died.
3 EMTs said a doctor came out of the bushes, said he was an orthopedic surgeron, and started putting my dad’s ligaments (his arm was hanging) back together while the EMTs were focused on my dad’s friend. Finally one said, “he’s breathing now” and they took over.
This orthopedic surgeon left the scene and no one knew who he was.
A couple weeks back my dad went back to the site of the crash and a sheriff, who was filming the event, told him that this was a doctor that came and fixed my dad while he was unconscious but when he looked at the camera footage, there was no person there…