@jogstate Di tempat saya petani bilang..
kalo tanam 3 kali (panen 3 kali) dalam 1 tahun malah rugi. Jadi mending tanam 2 kali (panen 2 kali) dalam setahun lebih untung. Apa maksudnya, saya gak ngerti? 🙏
Yang belum tau, dia ini dosen Fisipol UGM sekaligus direktur di lembaga riset Celios. Namanya Mas Media. S2 dan S3 dari The University of Manchester. Omongannya tajem, kritis, dan selalu based on data. Tentu tidak disukai kaum-kaum boikot UI dan UGM.
Wakil Ketua Komisi 6 DPR, Andre Rosiade nyebut kata "bancakan" dua kali dalam satu forum yang sama.
Di forum yang sama dia juga bilang: TNI punya dapur MBG, Polisi punya dapur, partai-partai punya dapur.
Lalu dengan wajah lurus dia bilang: "85% uang MBG langsung ke rakyat, bukan oligarki."
Pertanyaan paling sederhana di dunia: dapurnya ditaruh di mana?
Data BGN Juni 2026 lebih jujur dari mulut siapapun. Jawa Barat ,stunting 15% , punya 6.721 SPPG.
Papua Pegunungan , stunting tertinggi nasional , punya 14 SPPG.
Peneliti BRIN dan LPEM UI sudah konfirmasi: dapur MBG berkerumun di daerah yang stunting-nya paling rendah.
Guru Besar UI sebut ini keanehan yang perlu dibongkar. Bukan gagal kelola.
Ini desain dari awal.
Di forum yang sama, Wakil Ketua MPR dari PAN bilang: "kami ikut merancang program MBG."
Orang yang sama lalu berjanji akan mengawasi ketat program yang dia sendiri rancang.
Di negara lain ini namanya conflict of interest.
Di sini namanya koalisi.
Sejak Januari 2025 sampai Mei 2026, 8.182 SPPG pernah di-suspend oleh BGN sendiri.
Di Kota Banjar, dari 36 SPPG yang beroperasi, cuma 10–15 yang berizin.
Sisanya jalan bertahun-tahun tanpa legalitas , bukan karena tidak tahu aturan, tapi karena aturan memang tidak ditegakkan.
MBG Watch sudah sampaikan semua risiko ini sejak 2024, sebelum satu suap pun terjadi.
Tidak didengar.
Sekarang korupsi meledak di Kejagung, triliunan raib, dan jawabannya adalah:
"ini vitamin bagi kami, evaluasi sedang berjalan."
Vitamin coba.
Untuk program yang sudah keracunan dari dalam sejak hari pertama.
Kalau wasitnya ikut main, pengawasnya ikut rancang, dan dapur-dapurnya dimiliki justru oleh mereka yang seharusnya mengawasi , sebetulnya program makan bergizi gratis ini melayani siapa?
Kenapa masih dipakai Aktivis PRD yang integritasnya pada apa yang diperjuangkan dahulu sudah Luntur?
Jika harus mengirim aktivis PRD kenapa ga kirim saja A Jabo selain dia kan di Jogya dan juga Komisaris BUMN sekarang, daripada Budiman Sujatmiko yang diragukan Integritasnya...
😎
Budiman sudjatmiko tidak ada apa-apa nya dengan kasus para aktivis ini.
Hanya repost konten demo dipenjara.
Tentu Ini kejadian parah. Lebih parah dari rezim yang pernah didemo dan dijatuhkan oleh Budiman sudjatmiko.
Hmm
::
Hanya repost konten demo dipenjara setahun.?
Kita benar² sedang dijajah oleh bangsa sendiri.
Dan kita nyata sedang dipimpin oleh para Biazingan tengik.
Aktivis diteror, yg mengkritik dikriminalisasi, yg demo diserang, dan alat negara dijadikan anjing penjaga kekuasaan.
••
Aksi damai dituduh makar, padahal kalau kita lihat fakta bahwa 20.000 pejabat yang katanya mewakili rakyat tak bekerja dengan baik dan boleh disebut justru mereka "makar" terhadap pemilik kedaulatan yaitu rakyat.
Ada 20.000 pejabat mau bantah hal ini?
Apa yang sudah kalian lakukan dan menghasilkan kebaikan dinegeri ini?
Ga ditayangin di tipi Krn media takut ancaman pemerintah. Jadi kite netizen menayangkan berita demo hari ini yg msh berlangsung. Viralkan....gas pol 🔥 🔥
Aneh berita demo ga ada di tv
Dari BEM UI:
Halo, UI dan Indonesia!
Ekonomi makin terpuruk. Rupiah ambruk, harga kebutuhan melambung, lapangan kerja hilang, utang negara membengkak, sementara rakyat makin menderita.
Pemerintah terlalu sibuk memperkuat kekuasaan dan melindungi oligarki hingga lupa, atau memang tidak peduli terhadap penderitaan rakyat kecil.
Sekarang saatnya bersuara!
* Saya tautkan link video-nya setelah post ini jika ingin menyebarkannya
Suara merdu Suheila Mukhtar menggema saat melantunkan Surah Al-‘Alaq dalam rangkaian Harvard College Baccalaureate 2026.
Ayat pertama Al-Qur’an yang berisi perintah “Iqra” (Bacalah) dibacakan dengan khidmat di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.
Aku nggak tahu ini sudah berapa kali terjadi di Harvard, tapi momen ini terasa sangat istimewa. Dengan sederhana dan penuh keagungan, Suheila Mukhtar menghadirkan keindahan Al-Qur’an di salah satu universitas paling bergengsi di dunia.