🤯🧠 Seorang engineer Claude baru aja ngebocorin workflow pribadinya... dan jujur aja, ini bikin gue sadar kalau selama ini banyak orang masih pakai AI dengan cara yang kurang maksimal.
Kebanyakan orang buka Claude...
Lalu mulai dari chat kosong.
Dia?
Gak pernah.
Setiap sesi selalu dimulai dengan satu file:
📄 CLAUDE.md
Ini bukan dokumentasi biasa.
Tapi semacam profil hidup yang isinya terus berkembang.
Di dalamnya ada:
👤 Siapa dirinya.
💭 Cara dia berpikir.
🎯 Apa yang lagi dia bangun.
⏳ Hal-hal yang sering dia tunda.
🗣️ Gaya respons yang dia inginkan dari Claude.
Hasilnya?
Claude gak perlu menghabiskan belasan atau puluhan chat pertama cuma buat memahami konteks.
AI langsung paham dari awal. ⚡
📂 Semua project juga dipisahkan ke folder masing-masing.
Isinya bisa berupa:
📥 Input.
📚 Riset.
✍️ Draft.
💬 Feedback.
Jadi Claude cuma membaca konteks project yang sedang dikerjakan.
Bukan seluruh isi komputer atau semua file yang pernah dibuat.
➡️ Lebih sedikit distraksi.
➡️ Jawaban jadi lebih relevan.
🔁 Ada aturan menarik lainnya...
Kalau suatu pekerjaan dilakukan lebih dari dua kali...
Dia langsung mengubahnya jadi skill yang bisa dipakai ulang.
Misalnya:
📧 Nulis email.
📝 Meeting summary.
📄 PRD.
🐞 Bug report.
Besok-besok tinggal panggil satu perintah.
Workflow yang sama langsung jalan otomatis.
🌅 Bagian yang paling keren menurut gue...
Setiap pagi Claude otomatis mengecek seluruh workspace.
Lalu:
🔗 Menghubungkan catatan baru.
📂 Menemukan file yang sudah usang.
📌 Mengingatkan pekerjaan yang belum selesai.
📋 Bahkan menyiapkan briefing singkat sebelum dia mulai kerja.
Jadinya terasa bukan sekadar ngobrol sama AI...
Tapi seperti punya operating system buat otak sendiri. 🤯
✨ Dan yang paling gue suka...
Semuanya cuma berbentuk file teks biasa.
❌ Gak pakai database proprietary.
❌ Gak terkunci di satu platform.
Kalau besok muncul model AI yang lebih bagus...
Tinggal arahkan model baru itu ke folder yang sama.
Semua pengetahuan, workflow, dan konteks tetap bisa dipakai tanpa mulai dari nol
💡 Menurut gue, ini perubahan cara berpikir yang masih banyak orang lewatkan.
Banyak yang masih memperlakukan AI seperti chatbot.
Sementara power user mulai membangun sistem yang bikin setiap percakapan berikutnya selalu lebih pintar daripada sebelumnya. 🚀🔥
https://t.co/K8vMZw4Xxa