Dulu, di mana dan dengan siapa melewati pergantian tahun selalu menjadi bahan pemikiran. Kesannya mesti spesial. Makin dipikirkan, makin jadi beban. Sekarang, bodo amat. Mau begadang, mau tidur, tahun akan tetap berganti. Di mana pun kita berada, yang penting bahagia
Aku terbiasa merekam tingkahmu. Ketika kau makan; ketika kau tertawa; ketika kau menggodaku dengan tingkah konyolmu. Kau bertanya, “Untuk apa?” Dulu, aku punya jawabannya. “Untuk kita kenang jika kelak kita sudah tua.”
.
Kini, aku tidak tahu lagi untuk apa
Menamai, tapi lupa memaknai.
Memenangkan, tapi enggan menenangkan.
Mendewakan, tapi tidak saling mendewasakan
Mencintai, tapi gemar mengintai
.
Akhirnya memutuskan putus
Bunga Pinus: sering dipamerkan untuk menunjukkan cuaca cerah lalu mengajak kencan, walau yang diinginkan akhirnya tetap pergi dengan yang dia inginkan..