Malaysian Prime Minister Anwar Ibrahim's ruling coalition will face a test of its public support amid signs of internal tensions after two states this week called snap elections, as speculation mounts over an early national poll https://t.co/Azy967Fgw2
BREAKING: Iran’s FM Abbas Araghchi says “standing against the world’s greatest power... for 40 days is no joke,” and has warned that US bases in the region that are “used for any aggression against Iran are legitimate targets.”
🔴 LIVE updates: https://t.co/eBk49O8Yds
Indonesia spent much of this week confronting a question that might have seemed unthinkable a few short years ago: what happens when investors stop believing in Southeast Asia’s largest economy? https://t.co/vux9g1QUHg
Mau info orang dalem yang A1 gak?
Karena aku 2019 orang "dalem", Abul Muzaffar belum wkwkw, bercanda...
Sugiono itu gak pernah terpilih jadi anggota DPR RI
begitu pula Prasetyo Hadi.
Kemudian dari mana dua orang kesayangan Prabowo ini jadi anggota DPR RI?
Melalui mekanisme PAW, menggantikan anggota terpilihnya di Dapil Jateng I dan Jateng VI.
Dapil Jateng I: Sugiono menggantikan Sigit Ibnugroho Sarasprono
Dapil Jateng VI: Prasetyo Hadi menggantikan Harry Purnomo
Di Partai Gerindra, gak penting siapa yang terpilih di Pemilihan Legislatif; bisa di PAW kapan aja, tergantung keinginan ketua umum, keren kan?
Spooked investors are fleeing from Indonesian markets as the country's credibility problem mounts.
Ruth Carson looks at why the rupiah, Indonesian stocks and bonds are getting hammered — and what it takes to course correct https://t.co/Xn6g8y5D2x
Guys, ada netizen yang cerita pengalamannya habis belanja di Kopdes dan cukup bikin mikir.
Awalnya dia datang dengan ekspektasi bakal dapat harga lebih murah dibanding toko sekitar. Maklum, selama ini narasinya kan Kopdes hadir untuk membantu masyarakat dan menggerakkan ekonomi lokal.
Tapi setelah belanja, menurut dia harganya kurang lebih sama saja, bahkan ada beberapa barang yang bisa ditemukan lebih murah di tempat lain.
Yang bikin dia heran, suasana tokonya sepi banget. Katanya pas masuk langsung disambut beberapa pegawai dan ada aparat TNI yang berjaga yang siap melayani.
Sampai dia bercanda, rasanya lebih ramai jumlah pegawainya daripada jumlah pembelinya.
Terus ada hal lain yang bikin pengalaman belanjanya agak ribet. Banyak rak belum dilengkapi label harga, jadi hampir setiap mau ambil barang harus tanya dulu ke pegawai. Akhirnya bolak-balik nanya harga satu per satu.
Menurut dia juga, barang yang dijual mayoritas produk pabrikan yang biasa ditemukan di minimarket. Barang UMKM lokal yang sering disebut-sebut belum terlihat.
Bahkan Minyakita yang biasanya dicari masyarakat juga tidak tersedia saat dia datang. Variasi barangnya pun menurut dia masih kalah lengkap dibanding warung Madura di dekat rumahnya.
Nah yang jadi pertanyaan besar sebenarnya sederhana. Kalau harga tidak lebih murah, pilihan barang tidak lebih lengkap, dan pengalaman belanja belum lebih praktis, apa alasan masyarakat harus beralih belanja ke sana?
Karena pada akhirnya masyarakat itu sederhana. Mereka nggak peduli nama programnya apa, siapa yang meresmikan, atau berapa besar anggarannya. Yang mereka lihat cuma: lebih murah nggak, lebih lengkap nggak, dan lebih mudah nggak.
Kalau jawabannya belum, ya jangan kaget kalau orang tetap memilih belanja di tempat yang selama ini sudah mereka percaya.
toko tidak hidup karena banyak seremoni atau banyak pegawai. Toko hidup karena ada pembeli yang datang lagi, lagi, dan lagi karena merasa lebih untung belanja di sana.
‘The big trade in Asia “is sell Indonesia,” said George Boubouras, head of research at hedge fund K2 Asset Management, which oversees about $4.3 billion. After decades of investing there, he exited all positions in 2024.’
penyebab IHSG rontoh terus tiap hari
investor berbondong bondong keluar dari saham
akibat cara kepemimpinan prabowo
mereka bilang kami telah 0 ekposure di indonesia
tidak ada keyakinan di negara itu
kami telah berikan kesempatan
tapi di sia siakan prabowo