mau ngambil #cpns kementrian tapi takut dimutasi ke seluruh indonesia???
Coba lirik kementerian sekretariat negara, kantornya cuman 1 se indonesia yaitu di dki jakarta saja jika ikn blm resmi jadi ibu kota indonesia ya 😅
Ini besaran tunjangan kinerja (tukin) kemensetneg, oiya ini adalah k/l yang sudah 100% tunjangannya jadi tidak disebut tujel lagi atau tunjangan jelata 🤣🤣🤣
DAHSYATNYA ANTI TERTOLAK SETELAH SHOLAT TAHAJUD BACALAH:
“Ya hayyu yaa qoyyum yaa mujib dzal jalali wal ikrom” sebanyak 33x
Insya Allah hajatmu, karirmu, urusanmu, rezekimu, semua akan Allah mudahkan.
PPPK TIDAK ADA LAGI, SEMUANYA PNS
(termasuk GURU & DOSEN)
Berikut time stamp video pernyataan Kepala BKN RI di hadapan Ketua dan Anggota DPD RI pada Rapat Kerja terakhir mereka:
00:23
Untuk kebutuhan PNS 2027, harus test sekarang (2026), karena ada :
- masa Calon Pegawai.
- ada persiapan.
- ada orientasi.
00:33
Untuk jabatan guru dan dosen adalah jabatan jangka panjang, tidak bisa kontraktual.
00:47
PPPK hanya untuk kebutuhan-kebutuhan khusus, yang tidak bisa dingkat menjadi CPNS
Hal ini juga pernah disampaikan Dirjen Kemendiktisaintek yang menunggu pembukaan PNS untuk kebutuhan Sekolah Garuda di Komisi X DPR RI pada 23/06/2026 yg lalu (video di reply)
Sekarang semua sudah jelas, selain PPPK Sekolah Rakyat yg sudah berjalan, berikutnya Guru dan Dosen melalui jalur CPNS.
Umur 35. CV isinya: "Staff Admin Outsource PT X 12 tahun". Kena PHK. Lamar kerja. Ditolak HR: "Maaf, kami cari yang fresh, max 30." Lamar lagi. Ditolak User: "Pengalamannya muter di admin doang ya." Temen gue ngerasain. 6 bulan. Tabungan abis.
Dia bilang: "PHK umur 35 rasanya kayak hukuman mati. Gak ada yang mau." Bohong. Yang mati itu cara lo jualan diri. Bukan lo.
Fakta Brutal Pasar Kerja 35+: 70% loker tulis "Max 30 Tahun". HR males baca CV 35+. Label "Outsource" = Dianggap "kuli", gak punya skill spesialis. Gap Gaji: Umur 35 nuntut 10jt. Fresh grad mau 5jt. HR pilih yang murah. Jadi nyerah? Enggak. Karena 30% perusahaan justru nyari yang 35+. Syaratnya: Lo tau mainnya.
3 Dosa Pencari Kerja 35+ yang Bikin di-PHK Selamanya: DOSA #1: JUAL "PENGALAMAN" CV lo: "Pengalaman Admin 12 tahun". HR mikir: "12 tahun ngapain aja? Kok masih admin? Berarti gak berkembang." Pengalaman ≠ Nilai. Hasil = Nilai.
DOSA #2: LAMAR POSISI SAMA 12 tahun admin, lamar admin lagi. Saingan lo umur 22. Gaji minta 2x lipat. Kalah.
DOSA #3: JAWAB INTERVIEW KORBAN HR: "Kenapa resign?" Lo: "Di-PHK pak, sedih." HR: Ilfeel. Butuh orang kuat, bukan korban.
URUS #1: STOP JUAL "ADMIN". JUAL "SPESIALIS"
12 tahun admin outsource = lo jago di 1 hal. Bongkar. Contoh: Admin Gudang Outsource Jangan tulis: "Admin Gudang".
Tulis: "Spesialis Akurasi Stok & Inflow-Outflow Gudang." Bukti: "12 tahun nol selisih stok opname. Manage 5000 SKU/hari pake WMS SAP. Pangkas waktu input 40% pake macro Excel." Tiba-tiba lo bukan "Admin". Lo "Spesialis Sistem". Gaji Spesialis = 12jt. Gaji Admin = 5jt. Kerjaannya sama. Bungkusnya beda
JURUS #2: JANGAN LAWAN UMUR 22. CARI KOLAM LO
Lo gak akan menang lamar "Staff" lawan fresh grad. Menang kalo lamar "SPV / Koordinator / PIC". Kenapa? Perusahaan pusing ngurus anak 22 tahun. Butuh "babysitter" umur 35 yang ngerti lapangan.
Cara Pivot: Dari "Staff Admin Outsource" → "Team Leader Admin Proyek" Dari "CS Outsource" → "Quality Control Customer Service" Dari "Driver Outsource" → "Koordinator Armada & Efisiensi Rute"
JURUS #3: BUKTIIN. JANGAN CERITA
HR gak percaya omongan "12 tahun pengalaman". HR percaya 1 lembar kertas "Hasil Kerja". Gak punya porto? Bikin dari kerjaan lama.
Contoh Admin Outsource: Bikin 1 halaman PDF: "Dashboard Efisiensi Saya" Isi: Screenshot Excel "Sebelum: Input manual 3 jam. Sesudah: Pake rumus saya, 40 menit. Hemat 2 jam/hari x 22 hari = 44 jam/bulan."
Print. Bawa interview. Taruh meja. HR diem. Lo yang ngatur. Karena 99% pelamar lain cuma modal bacot
Temen gue, Budi, 37th. 12 tahun Admin Outsource Bank. PHK. Dulu: Lamar admin. Gaji minta 8jt. 6 bulan zonk. Ganti Strategi: Rebranding CV: "Spesialis Rekonsiliasi Data Transaksi & Anti Fraud Level 1". Porto: Bikin PDF "Cara Saya Nemuin Selisih 200jt dari Data 2jt baris". Pivot: Lamar "SPV Admin E-Channel" di Fintech. Interview: "Saya di-PHK? Betul. Karena sistem udah jalan. Saya mau bangun sistem baru di tempat bapak.
Lamar ke:
PMA Jepang/Korea. Mereka suka senioritas + loyal. Umur 35 = emas. Manufaktur/Pabrik. Butuh "Kepala Regu" yang galak & ngerti lapangan. BUMN Anak Perusahaan. Suka yang pengalaman "beres-beres". Perusahaan yang lagi scaling. Butuh orang yang pernah ngerasain "chaos" & bisa bikin SOP. Lo bukan tua. Lo "Senior". Ada tempatnya.
Lo masih pake cara lama? Rugi: Nganggur 6 bulan. UMR Jakarta 5jt x 6 = 30jt ilang. Mental hancur. Istri/ortu nanya mulu. Stress. Skill karatan. Umur nambah. Makin susah. Rebranding CV + bikin porto = 1 minggu. 1 minggu vs 30jt + harga diri. Masih mau pasrah?
cc : hr_error_101
Tetangga gue bangun rumah Rp 150 juta.
Tetangga sebelahnya bangun rumah Rp 400 juta.
5 tahun kemudian gue masuk ke dua rumah itu. Bedanya bikin gue mikir panjang. Bukan soal yang lo kira. 😭
Rumah Rp 150 juta. Tipe 36. Cat sederhana. Keramik polos. Tapi strukturnya kokoh. Dindingnya nggak retak. Atapnya nggak pernah bocor. Orangnya bilang ke gue: "Semua budget gue habisin buat yang nggak keliatan."
Rumah Rp 400 juta. Fasadnya bagus banget. Instagramable. Batu alam. Roster. Pintu kayu solid. Tapi 3 tahun pertama: Atap bocor 2x. Dinding retak di 4 titik. Lantai keramik kopong di beberapa area. Orangnya bilang ke gue: "Kontraktornya fokus yang keliatan. Yang nggak keliatan dikurangin."
Yang dimaksud "yang nggak keliatan." Pondasi: kedalaman dan lebarnya. Besi tulangan: diameter dan jaraknya. Campuran beton: rasio semen, pasir, kerikil. Waterproofing: jumlah lapis dan cara aplikasinya. Instalasi listrik: kualitas kabel dan sambungan. Semua ini nggak keliatan setelah rumah jadi. Tapi semua ini yang nentuin rumah lo tahan 30 tahun atau 5 tahun.
Cara kontraktor nakal kurangin biaya di bagian yang nggak keliatan. Besi tulangan diameter 10 diganti diameter 8. Hemat: Rp 8-12 juta. Risikonya: kekuatan struktur berkurang 35%. Campuran beton dikasih air lebih banyak biar gampang dikerjain. Hemat: waktu dan tenaga. Risikonya: kekuatan beton turun 30-40%. Waterproofing 2 lapis jadi 1 lapis. Hemat: Rp 3-5 juta. Risikonya: bocor dalam 2-3 tahun.
Cara deteksi ini sebelum ketauan terlambat. Besi tulangan: minta lihat faktur pembelian dari supplier. Cek diameter di batangnya langsung. Campuran beton: minta tukang lakuin slump test sederhana. Beton yang terlalu encer itu tanda air kebanyakan. Waterproofing: foto tiap tahap aplikasinya. Berapa lapis, berapa waktu antar lapis. Semua ini bisa lo lakuin sendiri. Nggak perlu jadi insinyur.
Yang tetangga Rp 150 juta lakuin beda. Dia habisin 60% budgetnya buat struktur. Pondasi yang dalam. Besi yang sesuai spek. Beton yang campurannya bener. Sisanya buat finishing sederhana. "Tampilan bisa diubah kapan aja, Mas. Struktur nggak bisa." Tahun ke-7 dia mulai renovasi tampilan. Sekarang rumahnya lebih bagus dari yang Rp 400 juta. Dan strukturnya masih sempurna.
Prioritas budget yang bener buat bangun rumah. Struktur (pondasi, kolom, balok, sloof): 35-40% dari total budget. Atap (rangka + penutup + waterproofing): 15-20%. Utilitas (listrik, air, sanitasi): 10-15%. Dinding + plester + acian: 15%. Finishing (keramik, cat, plafon): 10-15%. Estetika (fasad, taman, pagar): 5-10%. Kalau kontraktor lo propose sebaliknya, tanya kenapa.
ertanyaan yang wajib ditanyain ke kontraktor sebelum deal. "Berapa diameter besi tulangan yang dipake untuk kolom?" "Berapa rasio campuran betonnya?" "Waterproofing berapa lapis dan produk apa?" "Boleh gue foto tiap tahap pengerjaan strukturnya?" Kontraktor yang bagus: jawab semua dengan detail. Kontraktor yang markup struktur: mulai cari alasan.
5 tahun kemudian. Tetangga Rp 400 juta udah keluar Rp 65 juta tambahan buat perbaikan. Atap. Dinding. Keramik. Instalasi listrik yang bermasalah. Tetangga Rp 150 juta? Nol pengeluaran perbaikan dalam 5 tahun. Dan baru mulai renovasi tampilan tahun ini. Dengan budget yang tadi harusnya buat perbaikan tapi nggak kepake.
Rumah mahal bukan jaminan. Rumah murah bukan masalah. Yang nentuin bukan harganya. Tapi ke mana uang itu dihabisin. 60% ke struktur yang nggak keliatan = rumah tahan 30 tahun. 60% ke tampilan yang keliatan = rumah bagus 3 tahun pertama. Pilihan ada di tangan lo sebelum mulai. Bukan sesudah.
cc : material_daily
Seluruh dunia harus tau, orang baik belum langka.
Ceritanya kami sekeluarga ada acara nikahan, anakku ke 2 rewel karena suasananya ramai dan panas, aku dan anak2 ngadem di mobil. Seperti biasa kakak dan adik gelut sama2 nangis. Kedengeran sama si mbah tersebut karena mobil kami parkir ngga jauh dari rumah si mbah & kaca nggak aku tutup full. Beliau ketuk kaca mobil sambil bilang “wes wes ojo nangis, sek ya enteni”. Mbah nya masuk rumah lalu keluar bawa jajan lebaran (gerry) yang masih utuh di
cc: putridarmawanti
Lo biasanya booking hotel lewat Agoda atau Traveloka?
Gue juga dulu gitu. Sampai suatu malam temen gue yang kerja di front office hotel bintang 4 di Bali ngasih satu kalimat yang langsung ngegas otak gue.
Gue tanya: “Kalau gue mau nginep di hotel lo, booking di mana yang paling murah?”
Dia jawab santai:
“Telepon langsung ke hotel. Bilang lo liat harga di Agoda Rp sekian. Minta lebih murah. Kita PASTI kasih.”
5 tahun bayar KPR tepat waktu. Gak pernah telat 1 hari.
Tiap bulan transfer 4,2jt. Udah 60x. Total 252jt melayang.
Gw kira pokok hutang gw tinggal dikit.
Pas cek SLIK OJK: hutang pokok masih 680jt dari 800jt. Anjir... kemana 252jt gw?
Malam itu gw gak bisa tidur. Ngerasa ketipu 5 tahun.
Terus gw chat temen yg kerja di bank. "Bang, ini bener gak sih?"
Dia kirim screenshot + jelasin 1 istilah: "Anuitas".
Disitu gw baru ngeh kenapa gaji gw abis buat bunga doang.
Jadi gini sistem KPR :
Tahun 1-5 itu "masa bunga". Bank nagih bunganya dulu semua di depan.
Contoh KPR 800jt bunga 8%: Bulan 1 → Angsuran 4,2jt = Bunga 5,3jt + Pokok -1,1jt. Minus kan?
Makanya hutang lo malah naik dikit bulan pertama. Gila gak?
Bank gak salah. Itu namanya "sistem anuitas". Udah standar BI.
Logikanya: bank mau balik modal + untung dulu di awal. Risikonya kan mereka tanggung 15-20 tahun.
Jadi tahun 1-10 itu lo kerja buat bank. Tahun 11-20 baru kerja buat diri lo sendiri.
Pantes pas tahun ke-5 gw cek, pokok cuma turun 120jt dari 800jt.
120jt : 60 bulan = 2jt/bulan.
Artinya dari 4,2jt yg gw bayar, cuma 2jt yg "ngurangin rumah". Sisanya 2,2jt = sewa duit ke bank.
Ngontrak ke bank 2,2jt/bulan selama 5 tahun. Sakit
Terus temen bank gw bisik: "Ada 2 jurus biar pokok cepet lunas met"
Jurus 1: Bayar lebih + bilang "untuk pokok"
Kalo ada THR/bonus 10jt, jangan masukin ke angsuran biasa. Bilang ke bank: "Buat bayar pokok".
10jt itu langsung ngurangin 800jt jadi 790jt. Bunga bulan depan otomatis turun.
Jurus 2: KPR 15 tahun, bayar kayak 10 tahun
Angsuran 15 tahun = 4,2jt. Angsuran 10 tahun = 5,6jt. Solusinya: ambil 15 tahun biar ACC, tapi tiap bulan transfer 5,6jt + tulis "untuk pokok".
Hasilnya? Lunas 10 tahun. Hemat bunga 200jt+. Bank gak bisa nolak.
Kesalahan paling fatal: lunasin KPR pake uang tabungan abis.
Ada penalti 2-5% kalo pelunasan dipercepat. KPR 800jt = kena 16-40jt.
Mending jurus no 6 + 7. Pelan-pelan tapi pasti. Gak kena penalti.
Jadi yg salah bukan lo. Lo emang rajin bayar.
Yg salah = gak ada yg ngajarin "aturan main KPR" pas akad. Marketing cuma bilang "bunga 8% ringan pak".
Padahal yg ringan itu angsurannya. Ngurangin pokoknya yg berat.
Intinya gini :
Bayar KPR tepat waktu = lo warga negara baik.
Tapi bayar KPR + ngerti anuitas = lo yg menang.
Gaji abis buat bunga itu real. Tapi bisa diakalin pake jurus "bayar lebih buat pokok".
Save thread ini. Cek SLIK lo sekarang.
cc : limjays_
HP temen gue hilang. Besoknya syok berat, tagihan Paylater Rp12 juta dari transaksi yang gak pernah dia lakuin.
Aplikasinya dengan enteng bilang, "Pelaku masuk pakai PIN asli, berarti kelalaian user."
Temen gue sampai depresi. Gue langsung turun tangan.
3 hari kemudian, tagihan itu resmi jadi Rp0. Total biaya jadi Rp0.
Ini yang gue lakuin:
Bukan nyari HP lewat GPS. Prioritas utama adalah, amankan semua akun finansial dari perangkat lain. Login dari device cadangan, force logout semua sesi aktif. Terus telpon operator, blokir SIM card sementara. Ini krusial biar pelaku gak bisa terima OTP via SMS.
Yang paling penting dan kebanyakan orang gak tahu yaitu, minta log IP address + Device ID dari semua transaksi. Email resmi ke CS, minta data lengkap. Ini bukti kuat kalau transaksi dilakuin dari perangkat dan lokasi yang BEDA dari lo.
Buat laporan polisi (STPL). Banyak orang males ke polisi, padahal ini bukti hukum resmi bahwa lo korban, bukan pelaku yang pura-pura hilang.
Kirim surat sanggahan resmi via EMAIL, bukan chat CS biasa. Lampirkan kronologi, foto STPL, permintaan pembekuan tagihan selama investigasi. Chat CS gampang diabaikan, email formal punya kekuatan hukum.
Mereka masih nolak? Lapor OJK. https://t.co/vDQmTDwwDW atau telpon 157. OJK punya wewenang penuh buat nindak platform yang abai perlindungan konsumen. Begitu laporan OJK masuk, respons mereka biasanya berubah 180 derajat.
Alasan "PIN asli = kelalaian user" itu gak valid secara hukum. POJK 6/2022 bilang perusahaan WAJIB punya verifikasi berlapis untuk transaksi tak wajar. Kalo sistem mereka gak bedain pemilik asli vs pelaku, itu kegagalan MEREKA.
Hasilnya, hari 1 laporan polisi + sanggahan. Hari 2 eskalasi OJK. Hari 3 tagihan Rp12 juta DIHAPUS jadi Rp0.
Btw, stop nyatet PIN di Notes HP lo.
• 🟢 Hijau: Orang tersebut tidak menyimpan nomor kamu di kontaknya
• 🔵 Biru: Orang tersebut pernah memblokir kamu sebelumnya
• 🔴 Merah: Muncul untuk orang yang kamu jarang banget chat dengannya
• 🟢 Hijau muda: Orang yang dulu sering chat tapi sekarang komunikasinya berkurang
Siapa yang baru tau perbedaan contact whatsapp?