@abulmuzaffar10 Presiden ga paham tata negara masih wajar TAPI orang dibelakang beliau tidak memberi tahu ini yang bermasalah. TAPI jika sudah diberitahu dan ini yang terjadi memang kita memiliki pemimpin batu.
@LambeSahamjja KDMP ciptakan sistem "Monopsoni" (pembeli tunggal) berbeking militer. Petani desa dipaksa jual panen ke KDMP dengan harga yang didikte pusat. MBG buat anak, tapi sebenarnya petani desa yang dipaksa "mensubsidi" lewat harga panen yang ditekan! Ingat kasus Cengkeh masa Orba-KUD
🚨ALASAN INVESTOR KABUR DARI INDONESIA.
Mindrasos baru saja nonton YT The Generalist yg berjudul, "Hard Truths from Indonesia's Startup Scene."
Beberapa alasan investor kabur dari Indonesia adl:
1. Korupsi di level operasional.
Martyn bercerita bahwa dia mendapat tagihan pajak senilai $100.000. Kemduian, pejabat Indonesia mengatakan bisa mengurangi tagihannya asalkan membayar $20.000 kepadanya (pejabat indo).
2. Indonesia krisis meritokrasi
Banyak pendiri startup bukan berasal dari kalangan inovator teknis yang membangun solusi dari nol, melainkan didominasi oleh kelompok elit atau jejaring keluarga kaya (privilege). Hal ini membuat akses modal lebih didasarkan pada nama besar atau koneksi, bukan performa bisnis yang sehat.
3. Birokrasi Indonesia bersifat memeras
Martyn menyoroti lingkungan yang proteksionis dan birokrasi yang terkadang bersifat memeras. Ia menceritakan pengalamannya menghadapi aturan konten lokal yang tidak masuk akal, serta kesulitan mendapatkan dukungan nyata.
4. Ilusi Demografi dan Pasar '270 Juta Penduduk'
Martyn menekankan bahwa narasi besar mengenai jumlah penduduk Indonesia sering kali menyesatkan karena tidak dibarengi dengan analisis daya beli. Dengan PDB per kapita di bawah $5.000, model bisnis B2C yang menargetkan massa sering kali gagal mencapai profitabilitas tanpa subsidi 'bakar uang' yang terus-menerus.
5. Akhirnya pilih kabur ke Singapura
Di Indonesia, kepastian hukum, transparansi, dan kepercayaan investor global sudah punya reputasi buruk — ditambah isu fraud yang berulang — membuat investor internasional enggan masuk. Singapura beri semua yang Indonesia belum mampu jamin.
Lo biasanya booking hotel lewat Agoda atau Traveloka?
Gue juga dulu gitu. Sampai suatu malam temen gue yang kerja di front office hotel bintang 4 di Bali ngasih satu kalimat yang langsung ngegas otak gue.
Gue tanya: “Kalau gue mau nginep di hotel lo, booking di mana yang paling murah?”
Dia jawab santai:
“Telepon langsung ke hotel. Bilang lo liat harga di Agoda Rp sekian. Minta lebih murah. Kita PASTI kasih.”
@zalkad Melacak lewat smartphone lebih akurat dan lebih berisi informasi penting. Daripada melacak kendaraan. Smartphone selalu dibawa, kendaraan bisa ganti2.
Kedua device yg dipakai sebagai pengirim sinyal kegedean.
@nurulrhmaa Kita ini hipokrit, jika yg berpakaian sederhana (kaos, sendal jepit, celana pendek) orang tua. Narasinya berbeda "orang beneran kaya tidak peduli penampilan".