when lu orangnya susah buat jatuh cinta, ngga manja, bisa ngelakuin hal apapun sendirian. tiba-tiba lu di deketin sama seseorang yg love language dibungkus semua, dewasa, hard worker, intellectual, social awarness, open minded, good listener & support system.
meleleh nggak lu?
tau gak? Alasan kamu selalu ketemu cowo bingung dan emotionally unavailable bukan karena kamu gak layak diperjuangkan. Tapi bisa jadi karena kamu masih terbiasa menerima hubungan yg gak jelas dan merasa harus ngejar cowo supaya dipilih.
Tanpa sadar, pola ini terbentuk dari identitas lama yg kamu bawa karena pengalaman masa lalu.
Kalo kamu gak mau lagi ketemu cowo bingung dengan cerita yg sama dan siap menjadi wanita yg dikejar, pake cara ini :
Jika typingku
"hati-hati" berubah jadi "tiatii"
"hallo" jadi "aloooww"
"tidur" jadi "bobooo"
"selamat pagi" jadi "pagii"
"makan" jadi "mammm"
itu artinya kamu udah menang
Buat yg gamon, kemarin gue denger kalimat bagus tentang kenapa pada akhirnya hubungan itu bisa berakhir.
"Tuhan tau lu punya perasaan dan hati yang tulus, dan tuhan lebih tau perasaan dia ke lu sebenarnya gimana. Kalo emang hubungannya tidak berjalan dengan baik, percaya aja lu sedang diselamatkan".
Lucu juga, kadang rasa sakit itu bagian yg harus dilewati untuk mencapai kebahagiaan.
The saddest type of trauma tuh bukan cuma pas disakitin, tapi pas lo akhirnya ketemu yang genuinely baik banget, tapi otak lo malah standby di mode fight or flight.
Asli, it’s giving hypervigilance. Karena udah terlalu terbiasa sama chaos dan bare minimum, pas dikasih healthy love dan di-treat dengan bener, lo bukannya tenang tapi malah waiting for the other shoe to drop. Otak lo sibuk nyari: "Ini red flag-nya ngumpet di mana ya? Kok dia baik banget, ada maunya ga ya?"