βSemoga kamu menikah dengan seseorang yang setiap memandangmu seolah sedang memandang papan skor, --penuh dengan kefokusan, debaran, dan jawaban dari semua permainan kehidupan.β
_idrshnn
Tidak seperti kebahagiaan,
Kesedihan tak harus ditampakkan, biarkan ia mengendap dalam dirimu, diperas oleh pikiranmu, dan perlahan keluar membaur dengan senyumanmu.
Lukamu, untukmu.
Perihmu, untukmu.
Senyumu, untuk dahaga sekitarmu.
"Maafkan aku,
Aku terlalu tidak sempurna."
Aku ralat,
"Maafkan aku,
Aku hampir sepenuhnya adalah kekurangan."
Diri ini tak layak bersanding dengan kata 'sempurna'.
Berbeda denganmu,-
"Cinta adalah kekuatan absolute manusia, tidak ada kekuatan lain yang bisa mengalahkannya."
Manusia tiada sempurna penuh dengan kekurangan, namun sejahat dan sekuat apapun kekurangan, ia tiada tenaga di hadapan cinta.
-idrishann
Bagaimana aku mengatakannya, aku sungguh tak ingin mengatakan. Namun jika terus aku simpan, aku takut akan ada penyesalan;
"Aku sungguh mencintaimu, sepenuh hatiku. Apalagi sekarang kau sudah di sampingku,Tak ada satupun elemen yang mampu melukai hatiku permanen."
-Idrishann
"Sejujurnya surgamu ada di hadapanmu, ia tak kemana. Kalau kau masih mencari surga di tempat lain, kau yang kemana-mana".
Sejatinya ia menjadi surga karena ia tak pernah kemana-mana, selalu ada di sana, di depan mata kita.
Satu hal yang kau harus bangga;
"Saat kau masih bisa mempertahankan senyuman ketika hati, usus, paru-paru, jantung, ginjal, otak, trakea semuanyaaaa merintih kesakitan".
Busungkan dadamu, kawan! Yuk tetap hidup, yuk yayuk!
Sebagai bentuk ke-profesionalan, saya harus menulis. Harus memisahkan antara hati dan materi.
Namun tiap kali sampai pada materi perpisahan, entah kenapa air mata tak ikut profesional.
(La terus kapan jadi bukunya) π
Sekali lagi, jangan pernah bertanya tentang seberapa besar cintaku untukmu. Jika semua hal yang telah aku lakukan tak mencerahkanmu, think!
:Kenyataan kau tak ingin berada jauh dariku adalah bukti dari jawaban Tuhan atas doa-doa cintamu selama ini.
--yang kau putuskan tuk abai.
Bagaimana bisa bulan cemburu pada satu kerikil?
...saat butuh ribuan, jutaan, milyaran, bahkan triliunan kerikil untuk bisa menyamai bulan.
Percayalah, kau tak ada banding di dunia ini. Bagiku, bahkan bagi semua makhluk; keindahanmu tiada duanya.