Di tengah gemuruh ruangan, suara tegas Ibu Anik menggema jernih: “Saya usaha sendiri… modal sendiri… tanpa campur tangan pemerintah.
Tapi begitu berhasil… tiba-tiba mereka datang minta pajak.” Ia bukan sekadar bicara.
Ia mewakili jutaan pengusaha yang membangun dari nol dengan keringat dan tekad. Kisah sukses yang dibayar mahal dengan “pajak mendadak”.
Apakah ini bentuk keadilan yang seharusnya?
#KisahPengusahaSejati
Growing up in a Shia family, I often wondered why Imam Hussain & his caravan stood alone in Karbala. Watching the Arab world as an adult, it started making sense. Power breeds many modern day Yaazids. For those who stand for truth, everyday is Ashura, every land is Karbala.
Shalat Gaib
Mari lakukan shalat gaib, zikir-tahlil, & yasinan untuk ribuan orang dewasa dan ratusan anak-anak IRAN yang dibantai oleh bom rezim-teroris-Israel dan rezim-Epstein-pedofil-AS.
What mainstream media won’t show you: Thousands across Caracas took the streets today to denounce Saturday’s US attack and to demand the return of President Nicolas Maduro and First Lady Cilia Flores.
Tim Jurnalisme Data @hariankompas mengungkap data selama 34 tahun terakhir, laju deforestasi di Pulau Sumatera yg mengakibatkan bencana besar beberapa hari lalu. Hutan Sumatera lenyap dg cepat selama 34 tahun terakhir (1990-2024). Sila yg mau baca
https://t.co/vgAMXrsWoa
Hari ini, wajah koran Kompas hadir tidak seperti biasanya. Ada temuan hasil Tim #JurnalismeData Kompas.
Hutan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menyusut 1,2 juta hektar atau lenyap hampir 100 hektar setiap hari selama tiga dekade.
Dukung karya jurnalistik kami dengan membaca dan berlangganan https://t.co/KZ58AEx3Xf. Dukungan dari pembaca sangat berarti bagi kami.
Simak artikelnya di sini https://t.co/wNtj7q20vu
#Deforestasi #AdadiKompas
Tanggap Bencana Nasional Sumatra
Alun Alun - Platform Warga Bantu Warga
https://t.co/mJM37n92Nz
Alun alun adalah platform warga saling berbagi informasi dan bantuan di area sekitarnya untuk cakupan bencana nasional Sumatra:
- Cek listrik di area sekitar (mati total / ada genset / listrik PLN hidup) :
- Cek sinyal internet di area sekitar (tidak ada sama sekali / jaringan lemah / internet lancar)
- Cek titik ketersediaan BBM / Gas Elpiji
- Minta bantuan / tawarkan bantuan terkait: makanan, air minum, pakaian, obat-obatan, dsb
Masih baru banget, mohon warga sekitar provinsi terdampak di setiap daerah kontribusi di sini untuk saling info antar warga
Berikut video analisa Dr. Dino Patti Djalal mengenai "9 Pelajaran Penting dari Tsunami 2004 utk Penanganan Banjir Sumatra". Silahkan disimak & bantu sebarkan kpd Pemerintah, aparat, publik, korban & keluarganya. Media boleh kutip freely. @prabowo@SBYudhoyono@fpcindo@BNPB_Indonesia #banjirsumatra
Tiga Fase Tanggap Darurat Muhammadiyah untuk Bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh
Dalam studi kebencanaan modern, kegagalan terbesar sering terjadi bukan pada fase tanggap darurat, tetapi pada fase setelahnya. Ketika atensi publik menurun dan dukungan mulai surut. Karena itu, penanganan bencana tidak boleh diperlakukan sebagai ‘sprint awal yang penuh adrenalin’, melainkan sebagai ‘marathon strategis’ yang menuntut konsistensi, koordinasi lintas-aktor, serta disiplin fase dari respon hingga rekonstruksi.
Muhammadiyah menerapkan pendekatan penanganan bencana yang sistematis, bertahap, dan lintas-struktur untuk menghadapi krisis besar di Aceh dan Sumatera. Pendekatan ini lahir dari pengalaman panjang Muhammadiyah dalam respons kemanusiaan, termasuk tsunami Aceh 2004, gempa Padang 2009, hingga berbagai bencana hidrometeorologi dalam satu dekade terakhir.
Di Sumatera saat ini, situasi yang sangat kompleks. Meliputi ribuan rumah rusak (9.400 unit), fasilitas umum lumpuh, jaringan listrik dan komunikasi tidak stabil, serta akses transportasi terputus. Menuntut respons yang terkoordinasi dan disiplin fase.
Fase pertama Tanggap Darurat Muhammadiyah (27 November 2025 – 5 Januari 2025)
Pada fase ini fokus utama adalah penyelamatan jiwa, evakuasi, distribusi bantuan dasar, dan pemenuhan kebutuhan mendesak. Kebutuhan lapangan bersifat sangat operasional, spt sembako, hygiene kit, baby kit, kitchen kit, pakaian, hunian darurat, WASH, hingga motor trail untuk menembus wilayah terisolasi.
Mobilisasi relawan dilakukan dari berbagai wilayah, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumbar, Jabar, DIY, hingga rumah sakit Muhammadiyah/Aisyiyah, dengan komposisi tim medis, logistik, psikososial, dan manajemen posko.
Fase kedua adalah Transisi Darurat ke Pemulihan (6 Januari – 31 Januari 2026)
Pada tahap ini, Muhammadiyah mengalihkan fokus dari penyelamatan menuju stabilisasi kehidupan masyarakat. Aktivitas mulai mencakup pendidikan darurat, layanan dukungan psikososial, pemulihan layanan kesehatan, serta pendataan kerusakan yang lebih akurat.
Karena banyak fasilitas pendidikan, kesehatan, perkantoran dan tempat ibadah yang terdampak, maka kolaborasi lintas unsur Muhammadiyah spt MPKU, Dikdasmen, Lazismu, MDMC regional, menjadi penting dalam memastikan pemulihan berjalan cepat dan terukur.
Fase ketiga adalah Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Februari 2026 – Juli 2026)
Inilah tahap terpanjang, di mana Muhammadiyah mengerahkan pendekatan jangka panjang. Membangun kembali fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hunian, memperkuat kapasitas masyarakat, serta memastikan keberlanjutan dukungan psikososial.
Keterlibatan lembaga non-Muhammadiyah seperti BNPB, Kemendikdasmen, Puskesmas/Kemenkes, hingga lembaga kemanusiaan internasional turut memperluas skala intervensi.
Pendekatan tiga fase ini digunakan karena terbukti menjaga efektivitas, mencegah tumpang-tindih, dan memastikan bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada bantuan cepat saja, melainkan berlanjut hingga masyarakat benar-benar pulih dan lebih siap menghadapi bencana berikutnya.
Ini apa wahai bapak bapak pejabat ?!
Ini apa ?! 😭😭😭
Seluas ini kawasan hutan dirusak, kalian ngapain ?
Silahkan search di google map, ini di Kab. Sijunjung Sumatera Barat.
Keburu dihapus.
Jumlah korban meninggal dunia setelah banjir dan longsor melanda sejumlah daerah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai 604 orang per Senin (01/12) sore, kata BNPB. Adapun yang dinyatakan hilang mencapai 464 orang. https://t.co/l0AJvj4fCz
Penolakan dan narasi kritik terhadap MBG mulai surut mengecil,
bukan karena persoalan mendasarnya selesai,
tetapi karena manfaat jangka pendeknya mulai dirasakan langsung di sekolah-sekolah.
Inilah rumus klasik kebijakan populis yang sering dikawatirkan Prof. @BurhanMuhtadi begitu perut terisi, kritik mereda.
Padahal, di balik ratusan ribu piring MBG itu,
ada beban fiskal raksasa yang terus menggelinding Rp 1,2 triliun per hari,
angka yang bukan main-main untuk negara dengan basis penerimaan rapuh dan ketimpangan layanan publik yang masih lebar.
Seperti BLT dahulu, MBG hadir di saat negara tampak ingin cepat mencatatkan simpati, bukan menyelesaikan akar persoalan.
Sementara itu, realitas di luar meja makan tetap getir.
Jalan berlubang masih jadi pemandangan harian, UKT PTN tetap menjerat kelas menengah bawah, tukin dosen PNS 2020–2024 belum juga tuntas, gaji guru masih menyisakan ironi, berita sekolah-sekolah rusak tetap bermunculan di twitter.
Industri formal kian surut, pupuk masih mahal, petani singkong dan jagung di Lampung–Sumsel tetap menatap harga yang menyedihkan.
Kita rajin memberi ikan, tapi malas memperbaiki kolam.
Negara hadir lewat konsumsi, absen di produksi.
Jika pola ini diteruskan, pasca BLT dan pasca MBG, yang tersisa bukan generasi kuat, melainkan generasi yang kenyang sejenak tapi berjalan di atas jalan rusak, menuju masa depan yang gelap.
📹: pemiluland
Memperlakukan Sukarno sangat buruk, memusatkan kekuasaan pada dirinya sendiri dan kroninya, memenjarakan ribuan orang tanpa pengadilan dll.. Tidak layak jadi Pahlawan..