Halo roycoindonesia, perkenalkan saya seorang pedagang sembako eceran di pasar.
Sudah beberapa kali dapat produk Anda cacat produksi, yaitu rencengan tidak ter-lem dengan lengket, sehingga isinya tumpah semua dan sudah tidak bisa dijual lagi.
Mohon dibenahi bagian Quality Control (QC)-nya, karena sungguh menyebabkan kerugian bagi pedagang eceran seperti saya.
Apakah ada pedagang lain yang pernah mengalami hal serupa?
Kasihan sekali Ibu yg menangis ini, dituduh mencuri emas, sampai ditarik-tarik tangannya dan dipaksa lepas masker, diteriaki maling ditengah pasar yang ramai dan banyak orang. Ternyata salah sasaran, ibu tersebut tidak melakukan pencurian. Sampai menangis begitu saking trauma dan sakit hatinya. Yg menuduh meminta maaf dan berjanji memberi 3gram emas sebagai kompensasi. Tetapi ibu tidak terima dan meneruskan ke jalur hukum, beliau melaporkan pencemaran nama baik dan melaporkan ke Dewan Adat Dayak
Kejadian di pasar mentaya kota sampit, kotawaringin timur, kalimantan tengah.
Video CR to : Berita Sampit
Ada pelanggan yang bayar Rp100 ribu, dikasih kembalian Rp70 ribu, tapi setelah driver pergi malah lapor ke Gojek kalau dia nggak dikasih kembalian.
Akibat laporan itu, driver malah kena putus mitra. Sementara si pelapor diduga dapat uang pengembalian lagi, jadi dia bisa untung dari selisih uang yang dilaporkan.
Yang bikin heran, dari riwayat laporannya, diduga sudah banyak driver yang jadi korban dengan kasus serupa.
Kalau memang sengaja dilakukan berulang kali, ini bukan lagi soal salah paham, tapi sudah mengarah ke modus mencari keuntungan lewat fitur laporan.
Kalau driver bisa dipecat gara-gara laporan pelanggan, kenapa pelanggan yang terbukti membuat laporan palsu nggak diberi sanksi juga?
Gojek seharusnya memeriksa bukti dari kedua belah pihak sebelum mengambil keputusan. Jangan sampai driver kehilangan mata pencaharian gara-gara laporan palsu, sementara pelakunya justru mendapatkan keuntungan.
Sistem laporan harus melindungi pelanggan dan driver, bukan malah jadi celah untuk merugikan salah satu pihak.
Menurut kalian, bagaimana seharusnya Gojek menangani laporan pelanggan agar driver nggak dirugikan oleh laporan palsu?
Ditemukan banyak kanal2 di lahan sawit. Kanal ini pemicu gambut menjadi kering. Semakin besar kanal, maka semakin besar air yg dikeluarkan.
Ketika gambut kering = bahan bakar yg ramah api.
Secara alamiah, walau kemarau gambut takan terbakar sendiri. Manusialah yg trigger 🔥nya.
Orang tua kandungnya
melihat kedua tangannya
yang tidak sempurna.
Mereka merasa malu.
Bayi berusia nol hari itu ditinggalkan.
Ditolak oleh ayah dan ibunya sendiri.
Kakek dan nenek dari pihak ibu
mengambil bayi itu.
Membawanya pulang
ke rumah berdinding papan.
Niatus Sholihah tumbuh besar
dan mengira mereka
adalah orang tuanya.
Setiap pagi,
sang kakek memompa balon.
Sejak duduk di bangku SD,
Niatus ikut berjalan keliling kampung.
Ia membantu kakeknya berjualan
gambar dan balon
untuk mencari uang makan.
Di rumah,
Niatus meletakkan
kertas di hadapannya.
Pensil dijepit
di antara bagian tangannya.
Garis pertama melenceng.
Kertas itu kembali robek.
Ia mengambil kertas lain.
Pensil kembali bergerak.
Lama-kelamaan,
ia mahir melukis.
Ia juga menguasai
lukisan henna pernikahan
di tangan orang lain.
Saat beranjak remaja,
Niatus membuka Kartu Keluarga.
Matanya berhenti pada satu kolom.
Status hubungan: "Cucu".
Ia membaca tulisan itu sekali lagi.
Namanya tercantum di sana.
Bukan sebagai anak.
Orang tua kandungnya
ternyata masih hidup.
Rumah mereka sangat dekat.
Bahkan bertetangga sendiri.
Selama bertahun-tahun,
mereka berpapasan
di lingkungan yang sama.
Niatus tak tahu siapa mereka.
Mereka pun berpura-pura
tak mengenalnya.
Niatus menangis.
Ia mengusap wajahnya.
Buku pelajaran kembali terbuka.
Halaman demi halaman dibacanya.
Universitas PGRI Semarang
memberinya kesempatan melalui
Beasiswa KIP-Kuliah.
Gadis yang dulu dibuang
di Bondowoso
kini kuliah
di jurusan PGPAUD.
Hasil kerja kerasnya
tak berhenti di bangku kuliah.
Ia merenovasi rumah kakek dan
nenek yang membesarkannya.
Ia juga membiayai mereka berdua
untuk menunaikan ibadah umrah.
Kini, Niatus secara resmi direkrut
menjadi staf pribadi
dalam lingkup tugas
Utusan Khusus Presiden
Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni.
_
Orang tua kandungnya
membuangnya karena malu.
Dunia menjemputnya
dengan rasa hormat.
_
by AJRaharjo
Di usia senjanya, Mbah Waryanah (65) masih merawat cucunya, Cahyo Agung Wibowo (18), yang menderita polio sejak bayi hingga lumpuh dan tak bisa berkomunikasi. Keduanya tinggal di Kedung Buweng 4, Wukirsari, Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Selama 13 tahun, Mbah Waryanah merawat Cahyo setelah kedua orang tuanya pergi ke Jakarta dan Palembang dan tak pernah kembali. Cahyo ditinggal ortunya saat usia 5 tahun.
Setiap pagi, Mbah Waryanah berjalan kaki lebih dari dua kilometer untuk berjualan jajanan pasar. Penghasilannya hanya Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu sehari untuk memenuhi kebutuhan mereka, termasuk membeli popok Cahyo. “Kalau makan, lauknya seadanya yang penting ada kecap mau. Garam sama air putih ya nggak papa. Yang penting ada pampers,” kata Mbah Waryanah.
Mbah Waryanah tak bisa lama-lama berjualan karena tak tega meninggalkan Cahyo sendirian. Sementara di rumah, Cahyo menghabiskan hari-harinya di kamar kecil dan sesekali terhibur dengan mendengarkan radio.
Kini, di tengah usianya yang semakin tua, Mbah Waryanah mengkhawatirkan masa depan sang cucu jika dirinya tak lagi mampu merawatnya. “Saya ngunduri tuo (semakin tua). Cahyo ngunduri gede (semakin besar),” tuturnya.
📸: Dok. kumparan/Panji Purnandaru.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | svl | R091 | R120 | E164
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Nah, si paling beradaptasi ini akhirnya berkunjung ke Palangka Raya.
Gak pakai lama untuk beliau langsung megap2 kurang oksigen. Makan tuh adaptasi!
From this to this
"Anak saya salah apa? Enggak pernah turun dari kursi roda. Enggak bisa ngomong, enggak bisa melihat," kata Slaras, ayah Z, anak down syndrome yang meninggal setelah dirundung oleh sesama anak.
Slaras merasa, hukuman untuk pelaku tak penuhi rasa keadilan. https://t.co/uZD55yHQmx
Cuma gara-gara anaknya ditegur gak pakai kaus kaki di sekolah, oknum TNI (Serma MS) tega labrak dan pukul wajah Kepala sekolah MI sampai hidungnya retak dan berdarah.
Padahal kepsek MI itu lagi nerapin kedisiplinan di lingkungan pendidikan.
Emang boleh ya merasa jemawa cuma karena seragam sampai guru/kepala sekolah main di hajar begitu?
Apresiasi Dandim Lamongan yang tegas memproses hukum anggotanya, kasus pidana gini gak boleh main mentok di kata "damai" doang.