Pemohon gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) terkait syarat pendidikan cawapres, Denny Indrayana, menyoroti sejumlah kejanggalan dalam proses verifikasi syarat pencalonan Gibran Rakabuming Raka di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (23/9/2026).
Selain regulasi teknis KPU, Denny menggarisbawahi fakta persidangan mengenai pengakuan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang tidak memperoleh akses memadai ke Sistem Informasi Pencalonan (Silon) milik KPU selama tahapan pencalonan berlangsung.
"Yang menarik adalah keterangan dari Bawaslu yang mengatakan mereka tidak punya akses pada saat proses verifikasi pencalonan capres dan cawapres, bahkan sampai melaporkan dugaan pelanggaran etik KPU ke DKPP. Diberi akses Silon, tetapi beberapa kali dicoba ternyata tidak terbuka. Bayangkan kalau pengawas pemilu saja tidak bisa mengakses dokumen syarat calon," kata Denny usai sidang di Mahkamah Konstitusi Jakarta Pusat.
Simak selengkapnya dalam video berikut ini
Penulis: Siti Laela Malhikmah
Video Jurnalis: Siti Laela Malhikmah
Video Editor: Siti Laela Malhikmah
Produser: Abba Gabrillin
~NJ #Politik #Gibran #Politik #HukumIndonesia #RoySuryo #Jokowi #MahkamahKonstitusi #GibranRakabuming #News #vjlab
Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Saldi Isra sempat memberi peringatan terhadap tim Denny Indrayana dalam sidang terkait perkara ijazah Gibran Rakabuming Raka.
Saldi merasa ada anggota tim Denny, yang mengeluarkan respons berlebihan dalam proses sidang sehingga meminta agar Denny memperingatkan anggotanya tersebut.
Saldi juga mengatkan bila anggota tim Denny Indrayana itu sudah tidak bisa diingatkan, maka orang tersebut akan diminta untuk keluar.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Lina Tiyas Patmulasih
Video Editor: Maria Utari Dewi
Produser: Naufal Noorosa Ragadini
~NJ #Politik #Pemerintah #DailyNews #MahkamahKonsitusi #SidangMK #SidangPHPUGibran #SidangIjazahGibran #DennyIndrayana #SaldiIsra
Tonton kepanikan pejabat saat upaya mengkambinghitamkan Ibam runtuh di sidang 👇🏼
Masukan netral Ibam, dipelintir pejabat jadi Chromebook, sambil bilang itu arahan Ibam.
Pejabat tersebut akui terima aliran dana, dan membocorkan spek Chromebook ke vendor pemenang.
Tapi dia bebas, tidak jadi tersangka sama sekali, sedangkan Ibam dituntut 15 tahun penjara, denda Rp16,9 miliar, dan tambahan 7,5 tahun penjara jika tidak bisa bayar.
Dan kami sudah pasti tidak bisa bayar, Rp16,9 miliar itu dari salah paham surat saham, dan hanya "patut diduga" tanpa adanya bukti aliran dana sama sekali.
Tapi kebenaran sudah terungkap lewat fakta-fakta di persidangan.
Dari semua kebenaran yang terungkap, perkara Chromebook untuk kasus Ibam ini sebenarnya sederhana.
Ibam sebagai konsultan, sudah netral, profesional, tanpa kewenangan, tanpa kuasa, namun dikambinghitamkan pejabat-pejabat yang terlibat dalam pengadaan.
Kita tentu berharap proses hukum berjalan secara adil, jernih, dan berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan.
Namun tuntutan 22,5 tahun yang tidak masuk akal dan penuh ketidakadilan seperti menampar harapan kami tersebut. Kekuatiran kami terhadap adanya kriminalisasi terstruktur semakin dalam.
Kini harapan kami tertumpu pada teman-teman sekalian yang membaca pesan kami.
Tolong, suarakan ketidakadilan ini.
Kepada Presiden Prabowo, kepada Komisi III DPR, kepada siapapun yang kita tahu punya kepedulian dan kemampuan menyediakan perlindungan hukum dari kriminalisasi.
Sembilan hari menuju putusan. Kita masih bisa jadikan perkara ini preseden baik bagi semua profesional yang ingin berbakti bagi negara dengan keahlian mereka.
Bahwa tetap bisa ada perlindungan hukum dari kriminalisasi bagi seluruh pekerja pengetahuan yang ingin bantu Indonesia.
Guys, ada pernyataan dari Hashim Djojohadikusumo adik kandung Presiden Prabowo — yang menurut gue perlu dibaca dengan teliti.
Karena yang keluar dari mulutnya bukan pembelaan biasa.
Tapi pengakuan yang justru membuka lebih banyak pertanyaan.
Apa yang Hashim akui:
Di acara Jaga Desa Award 2026
Hashim bicara soal MBG dan langsung mengakui:
Kita lihat memang ada kelemahan-kelemahan, misalnya keracunan, ada timbulnya belatung-belatung, dan sebagainya.
Belatung.
Dia sendiri yang nyebut itu.
Adik Presiden.
Di acara resmi.
Di depan media.
Tapi kalimat berikutnya yang bikin gue perlu berhenti sebentar:
Tetapi saya kira ini suatu hal yang cukup wajar
karena program MBG ini program pertama
yang dilaksanakan.
Dan di sinilah gue perlu kritis:
Keracunan massal anak sekolah itu wajar?
Makanan berbelatung yang dimakan anak-anak Indonesia itu wajar?
Gue paham maksud Hashim dia ingin bilang bahwa program besar selalu ada learning curve, selalu ada kekurangan di awal.
Tapi pilihan kata "wajar" untuk menggambarkan keracunan dan belatung itu bukan framing yang tepat. Itu terkesan meremehkan korban yang sudah nyata ada.
Puluhan siswa keracunan di Duren Sawit.
Puluhan keracunan di Bantul.
Itu bukan statistik.
Itu anak-anak yang sakit karena makanan yang seharusnya bergizi justru berbahaya.
Yang lebih menggelitik:
Hashim adalah adik kandung Prabowo.
Bos Arsari Group.
Salah satu orang paling berpengaruh di lingkaran dalam istana.
Dan dia bicara soal kelemahan MBG mengakui ada keracunan dan belatung tapi sampai hari ini tidak ada satu pun SPPG yang dicabut izinnya secara terbuka karena kasus keracunan.
Tidak ada satu pun yang dihukum konkret.
Tidak ada satu pun pertanggungjawaban yang bisa dilihat publik.
Kalau Hashim sendiri sudah mengakui masalahnya pertanyaannya:
siapa yang bertanggung jawab dan apa yang sudah dilakukan?
Soal solusi yang ditawarkan aplikasi foto makanan:
Hashim menyebut ada aplikasi Jaga Desa dari Kejaksaan Agung di mana anggota desa bisa memotret kualitas makanan MBG dan melaporkannya.
Ide yang tidak buruk secara prinsip.
Transparansi dari bawah itu penting.
Tapi mari kita berpikir sejenak:
Program yang menghabiskan hampir Rp1 triliun per hari solusi pengawasan kualitasnya adalah minta warga desa foto pakai HP dan kirim laporan?
Bukan sistem audit independen yang masuk setiap dapur SPPG secara rutin?
Bukan BPOM yang dilibatkan secara wajib di setiap titik distribusi?
Bukan tim kesehatan dinas yang hadir di setiap pengiriman?
Pengawasan yang memadai untuk program sebesar ini tidak bisa dibebankan kepada relawan desa yang diminta foto-foto makanan.
Dan ini yang harus digarisbawahi:
Survei Policy Research Center sudah bilang: 88% manfaat MBG lebih banyak dinikmati pejabat dan pengelola dapur bukan anak-anak.
KPK sudah mengidentifikasi 8 titik rawan korupsi dalam MBG.
Kepala BGN sendiri mengakui ada kelemahan tata kelola.
Dan sekarang adik Presiden mengakui ada keracunan dan belatung tapi menyebutnya wajar.
Semua pihak sudah mengakui ada masalah.
Tapi tidak ada yang mengambil tanggung jawab konkret yang bisa diverifikasi publik.
Hashim mengakui keracunan dan belatung adalah kenyataan di lapangan. Itu langkah awal yang jujur dan perlu diapresiasi.
Tapi pengakuan tanpa aksi adalah pengakuan yang tidak berguna bagi anak yang sudah terlanjur sakit.
Yang dibutuhkan bukan aplikasi foto dari warga desa. Yang dibutuhkan adalah:
Satu — audit independen menyeluruh atas seluruh dapur SPPG.
Dua — sanksi nyata dan publik bagi SPPG yang terbukti bermasalah.
Tiga — pelibatan wajib BPOM dan dinas kesehatan di setiap titik produksi dan distribusi.
Empat — laporan keuangan yang bisa diakses publik bukan sekadar klaim lisan bahwa sistemnya sudah transparan.
Kalau adik Presiden sudah bisa mengakui masalahnya di depan publik semestinya Presiden sendiri bisa mengambil langkah yang jauh lebih konkret dari sekadar minta warga desa foto makanan.
atau adek nya juga bakal
di cap antek antek asing
oleh abang sendiri??
Kelahiran dan kematian tidaklah sedramatis itu.. Natural. Terjadi. Mengalir bersama waktu. Kadang ada tanda2nya..kadang tidak. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.. Makasih Pa..maafin Indah.. Allahummagfirlahu warhamhu wa'afihi wa fu'anhu
Tampaknya menjadi dewasa juga perlu belajar bersikap masa bodoh untuk hal-hal yang berdampak negatif bagi kita. When life gives you a lot of hard things, you should choose what matters to you.
Kadang, meskipun kita udah tau jawabannya, kita tetap butuh orang lain juga untuk meyakinkan kita. Ini namanya dukungan sosial. Manusia itu makhluk sosial. Tidak ada manusia yg bisa hidup benar-benar sendiri.
Gak kebayang punya pemimpin sekeren ini, banjir prestasi di dalam negeri & diakui serta dikagumi di kancah Internasional
Berkelas..
Yang bangga silahkan retweet!!
Menatap hujan lamat-lamat...
Seolah bisa mengamati setiap garis yang dibentuk oleh titik-titik hujan itu.
Nyatanya tidak.
Karena tiap titik hujan tidaklah sama.
Brisbane, 21 Okt 2022