1. Ga semua hal bakal sejalan sama apa yang kita rencanakan.
2. Ga semua orang bisa ngertiin kondisi dan perasaan kita, meskipun mngkin orgnya dekat dan sayang kita.
3. Jangan mudah percaya sama orang lain.
4. Beberapa hal memang lebih baik untuk diikhlaskan dan dimaafkan.
You need to be attention-span-maxing.
Watch 3 hour talks. Read books for hours at a time. Watch the entire movie, without taking a break. Stare into space losing yourself in thought and imagination. Do not check your phone. The opposite of brain-rot is the will to focus in a culture which wants to pull you every other way.
Ada satu yayasan yang dalam waktu kurang dari setahun mengelola 1.179 dapur MBG di 38 provinsi. Satu yayasan, tanpa batas maksimal jumlah dapur yang boleh dikelola , sementara yayasan lain dibatasi maksimal 10.
Namanya Yayasan Kemala Bhayangkari. Strukturnya melekat langsung di hampir seluruh Polda dan Polres Indonesia , 419 kepengurusan dari pusat sampai cabang. Pucuk pimpinan di setiap wilayah otomatis diisi oleh istri Kapolda atau Kapolres setempat. Bukan dipilih. Otomatis.
Hitungan ICW: dari insentif BGN saja : Rp6 juta per hari per dapur, 313 hari operasional , perputaran dananya bisa menyentuh Rp2,2 triliun per tahun. Di luar dana awal Rp500 juta per dapur dan biaya operasional.
Ketika ICW coba menelusuri profil 419 kepengurusan yayasan ini di sistem AHU Kemenkumham, sebagian besar datanya tidak bisa ditampilkan. Yayasan yang mengelola triliunan rupiah uang program pemerintah, tapi profilnya tidak bisa diakses publik.
ICW sudah surati KPK sejak 24 Februari 2026 untuk minta pengawasan. Sampai hari ini belum ada tindak lanjut yang signifikan.
Program makan bergizi gratis harusnya soal anak-anak yang perlu makan.
Tapi kalau satu yayasan yang strukturnya melekat di institusi penegak hukum bisa dapat privilege tanpa batas, kelola triliunan rupiah, dan datanya tidak bisa diakses publik , siapa yang mengawasi?
Guys, Chatib Basrmantan Menteri Keuangan yang sekarang dikabarkan akan menggantikan purbaya dan bicara langsung dengan Prabowo.
Dan pendapatnya tentang MBG singkat, jelas, dan sangat pedas.
Satu — MBG seharusnya bukan untuk anak SMA:
Chatib langsung tanya satu pertanyaan yang harusnya ditanyakan dari awal sebelum program ini diluncurkan:
"Bisa enggak MBG dikaitkan dengan ibu hamil?
Kesehatan ibu anak, gizi anak?"
Kenapa ibu hamil?
Karena dampak gizi paling kritis ada di 1.000 hari pertama kehidupan bukan di anak SMA yang sudah tumbuh.
Kalau mau benar-benar berantas stunting dan kurang gizi sasarannya harusnya ibu hamil di desa terpencil, bukan siswa sekolah favorit di kota besar yang sudah makan nasi padang setiap hari.
Program senilai Rp335 triliun tapi sasarannya salah dari awal.
Dua — diluncurkan terlalu besar terlalu cepat:
Chatib menyebut konsep yang paling penting: political capital.
Setiap kebijakan besar butuh modal politik.
Dan modal itu terbatas.
"Kalau start dari sesuatu yang besar kecuali punya political capital unlimited.
Saya enggak yakin kita punya itu."
MBG diluncurkan ke 82.000 sekolah sekaligus.
Tanpa pilot project.
Tanpa sistem pengawasan yang matang.
Tanpa SDM kompeten di posisi yang tepat.
Hasilnya bisa ditebak: korupsi meledak sebelum setahun berjalan.
Dan seluruh modal politik yang harusnya bisa dipakai untuk reformasi lebih penting — habis digerus oleh satu program yang terburu-buru.
Tiga — cara yang benar menurut Chatib:
Dari pengalamannya sendiri waktu jadi kepala BKPM Chatib punya prinsip yang sangat sederhana:
Mulai dari yang kecil dulu.
Yang bisa dikontrol langsung.
Yang hasilnya bisa langsung dirasakan.
Bangun kepercayaan dari situ.
Baru bergerak ke yang lebih besar.
MBG adalah kebalikan persis dari prinsip itu.
Dan hasilnya sudah terbukti.
Chatib tidak bilang MBG harus dihentikan.
Tapi dia bilang sesuatu yang jauh lebih keras dari itu: program ini salah desain dari awal.
Sasaran salah.
Skala terlalu besar terlalu cepat.
Tidak ada sistem pengawasan yang memadai.
Dan uang sebesar itu yang seharusnya bisa mengubah kondisi gizi jutaan ibu hamil dan bayi di desa terpencil malah bocor ke kantong orang-orang yang seharusnya mengawasinya.
Itu bukan kesialan.
Itu konsekuensi logis dari kebijakan yang dirancang untuk foto dan kampanye bukan untuk anak-anak yang benar-benar kelaparan.
Pada akhirnya hidup bukan lagi tentang “if they want to, they would.”
Tapi lebih kepada “if God has written something for you, it will find its way to you.” at the right time, in the right way.
Karena apa yang memang Tuhan takdirkan untukmu tidak akan pernah benar-benar melewatimu. dan yang bukan untukmu, sekuat apa pun kamu mencoba menggenggamnya, it will never truly stay.
terlalu ngeremehin rasa sakit orang lain, nyatanya di lapangan banyak banget kasus orang sampai desprade dan depresi klinis karena diselingkuhi atau patah hati. luka asmara itu nyata, bisa mengubah sifat, dan bikin trauma mendalam, jadi sama sekali bukan hal remeh.
Berarti mereka gak mengalami dua jam depan laptop tapi baru bisa nulis satu kalimat setelah menyelam 15 artikel. Anddddddd itu pun yang dikutip cuman 2 artikel setelah membaca dan membandingkan sebanyak itu
setelah itu jadi sadar, kenapa mesti takut with the idea of “getting replaced”? aint that how this life works? sesederhana memahami ya mungkin sampai di situ aja perannya. dan itu ga papa. not everyone means to stay in our life forever.
some people stay, some teach us a lesson.
"Idealisme ngasih kamu makan."
Bener. Tapi idealisme bisa kasih jalan bagaimana kamu mencari makan dengan baik & benar, dengan hati, pikiran, nurani seperti layaknya manusia. Beda dengan binatang."
setuju banget. mu prinsip gweh adalah "the less I know the better" semakin sedikit yang gue tau semakin baik. lebih baik menjauhi hal² yang berpotensi menyebabkan penyakit hati🫸🫷
Ada hipotesis ala2 ttg hal ini:
Anak yg paling nyusahin itu dimaklumi terus (jadinya keliatan kayak disayang bgt) karena ortu lagi nebus dosa karena sudah merasa gagal mendidik dia.
Gue lagi coba kontak bos Danantara (merangkap kepala BP BUMN) dan direksi BNI soal kasus Suster Natalia.
BNI baru ganti rugi Rp7 miliar. Padahal, uang jemaah Gereja Katolik Paroki Aek Nabara yang digelapkan eks kepala kas BNI ada Rp28 miliar.
Pihak BNI diklaim sudah mengamankan aset yang diduga berkaitan dengan kasus penggelapan. Ini keterangan OJK yang baru banget manggil direksi BNI.
Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK Agus Firmansyah minta BNI tanggung jawab penuh sesuai hak nasabah.
"Memenuhi hak nasabah sesuai ketentuan yang berlaku serta menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala kepada OJK," kata Agus, Sabtu (18/4).
Perlindungan nasabah harus jadi prioritas utama. OJK juga minta BNI melakukan investigasi internal secara menyeluruh.
BNI disebut commit menyelesaikan kasus ini secara tuntas dan bertanggung jawab. Semoga mereka serius, kita kawal bareng-bareng.
Kasus ini juga diawasi terus. Bahkan, OJK mengancam bakal mengambil langkah pengawasan dan tindak lanjut kalau terbukti ada pelanggaran atas ketentuan yang berlaku.
Reality check.
Cowo dan cewe jaman sekarang sama sama jadi korban podcast / konten relationship yang bias dan terlalu oversimplify suatu hal yang kompleks.
Disatu sisi, tontonan cewe tentang provider men dan kisah cinta orang lain yang isinya diroyalin.
Di sisi lain, tontonan cowo tentang istilah if he wanted to he would yang mereduksi effort yang udah mereka kasih selama ini.
Orang pacaran, bukannya komunikasi satu sama lain, malah disuruh ambil kesimpulan dari sosial media. Jadinya ya, mau menang sendiri terus.