Kalau rupiah benar-benar tembus Rp20.000 per dolar, ada satu kelompok yang bisa sangat tertekan.
Bukan orang miskin.
Bukan juga orang kaya.
Tapi kelas menengah.
Kelompok yang "terlalu kaya" untuk dibantu tapi "belum cukup kaya" untuk terlindungi.
Mereka terlihat baik-baik saja dari luar.
Padahal sedang menopang semua bebannya sendiri.
Cicilan rumah, sekolah anak, orangtua yang mulai menua, dan standar hidup yang harus terus dipertahankan.
Masalahnya, selama bertahun-tahun banyak yang mengira mereka sedang membangun kekayaan.
Padahal yang dibangun baru kehidupan yang lebih mahal.
Penghasilan naik, tapi cicilan ikut naik.
Penghasilan naik, tapi kebutuhan ikut naik.
Penghasilan naik tapi rasa aman tidak ikut naik
Itulah mengapa banyak keluarga merasa:
“Gaji saya jauh lebih besar dibanding beberapa tahun lalu, tapi kenapa hidup terasa lebih berat?”
Kalau dolar benar-benar menuju Rp. 20.000, yang perlu dikhawatirkan bukan cuma kursnya, tapi kenyataan bahwa banyak keluarga akan baru sadar:
selama ini mereka hidup nyaman bukan karena keuangannya yg kuat, melainkan karena kondisi ekonomi masih cukup baik untuk menopangnya.
dan ketika kondisi itu berubah…
yang bertahan bukan siapa yang bergaji besar tapi siapa yang punya bantalan finansial.
Hari-hari buka twt jadi makin mempertanyakan. Apa aku temasuk golongan menengah rentang miskin ya? Dengan skill aku yang sekarang, besar kemungkinan masuk golongan miskin. Kasian anakku nanti. Keluar dari kemiskinan struktual kan susah sekali ya
Pak Anies dan Pak Ganjar nawarin pendidikan gratis tapi lu malah pilih nasi seharga 8.000
Dari situ aja lu udah aneh
Sekarang lu pada liat kan, setiap dia pegang mic, rakyat indonesia langsung mikir kiamat udah di depan mata.
Standar ganda banget.
Wanita full dirumah ngurus anak= beban suami, kapan aja bisa ditinggalin, kalau suami mokad kelabakan…. Tambahin sendiri
Wanita bekerja ninggal anak NITIP NENEK= beban ortu, nenek tidak dirancang untuk menjaga cucu, ibu tega …tambahin sendiri
Wanita bekerja titip anak di daycare= daycare terbaik adalah ibu sendiri, ibu tega
Wanita bekerja dititipin ke sus= sus gk tlaten “makanya jagain sendiri”
BACOT!!!!
Bangga banget punya pacar yang mau ngakuin kesalahannya dan refleksi diri tanpa aku harus ngomong sampe berbusa. Makasi ya masku yang sudah mengenyampingkan pridenya dan mau belajar bareng-bareng lagi ❤️
Lah emang 😂 baju unisex itu polanya pake pola laki-laki. Itu dia kenapa perempuan plus size cenderung susah buat nyari kaos oversize yg gak nyangkut di dada/pinggul. The world is built by and for men.
@yaudahjawa@meutiafaradilla Ini bener.
Contoh topik yg pernah viral:
- Mpreg jokes, mereka tiba-tiba ngerti jokes yg bikin ga nyaman.
- Vasektomi, mereka tiba-tiba ngerti my body my choice.
- Gilang bungkus, mereka tiba-tiba ngerti kenapa korban ga bs nolak request pelaku KS.
Ngeliat kasus FH UI, aku semakin yakin kalau ngajarin anak laki-laki jauh lebih susah daripada anak perempuan.
Ngajarin jangan body shaming, ngajarin respect, ngajarin harus ada boundaries, educate biar gak ngelecehin perempuan.
PLEASE ✨ EDUCATE ✨ YOUR ✨ SON
Lihat deh laki laki di platform ini berusaha merombak ulang makna kekerasan seksual supaya pelecehan di grup chat itu dianggap hal yg gak parah parah banget. Segitu gak maunya "kenakalan" kalian terusik dan mengakui catcalling dan rape jokes itu perbuatan kriminal.
buat laki2 yg sudah menikah, hati2 kalau tidak punya mentalitas seperti ini.
bekerja itu harga diri buat laki2,
istri anak hidup nyaman itu harga mati yg harus dikejar.
semangat para pejuang keluarga.
good luck! 🥹
@odhunsoo Nah kalau jual online gt brarti kita kirim lg barang emasnya?? Okey kak nanti aku pake kode reff kakak, ini masih error meski sudah install ulang