Menulis buku ttg sukun ini tahun lalu, sebenarnya agak kurang sreg dg istilah "superfood", karena jadinya bahan pangan lain seolah "junk food". Padahal, junk food biasanya lebih ke prosesnya, seperti UPF itu.
Tapi bener bahwa sukun memang kaya nutrisi, setidaknya untuk karbohidrat dia lebih baik dari beras untuk beberapa hal: indeks glikemiks lebih rendah, serat tinggi, kaya mikronutrien dll. Dan keunggulan sukun, selain produktivitas tinggi juga dia termasuk tanaman perennial yg bisa tumbuh puluhan tahun, nyaris tanpa perlu input pertanian--dan tahan iklim panas sehingga relevan dg perubahan iklim.
Lebih penting lagi, sukun ini bukan hanya endemik Indonesia, tp juga proses domistifikasinya dari kluwih (breadnut) hingga jadi tanpa biji (breadfruit) dilakukan leluhur kita di Maluku dan Papua, sebelum dibawa hingga Pasifik dan Indonesia bagian barat.
Intinya sih, makan yg baik itu yg beragam dan berseling, karena tidak ada satu sumber pangan yg bisa memenuhi seluruh kebutuhan tubuh kita. Dan sukun, seharusnya bisa jadi salah satu sumber pangan lokal alternatif agar kita tidak hanya tergantung pada beras, apalagi gandum impor.
Boleh deh promo utk baca lebih lanjut:
https://t.co/C3DHdKewRG
MBG itu baru terlaksana 1,5 tahun ini, toh selama ini kita tidak pernah dengar ada murid kelaparan di sekolah. Jadi MBG dihentikan selamanya pun rakyat tidak masalah, yang bermasalah adalah para pejabat yg punya banyak SPPG dan para broker yg kehilangan ladang bisnis dan korupsi
@theKumajas semoga aku beruntung. aku menghendaki buku ini karena aku mengurus teras literasi pucakwangi; sebuah taman baca di desa, dikelola keluarga tapi untuk umum.
Jumat Berkah, buku gratis
5 buku bagus ini saya bagikan untuk 5 orang yang beruntung.
Syaratnya, RT dan like twit ini, komen pengalaman bacanya, sertakan #membacaindonesia
Pemenang dipilih random, dan diumumkan minggu siang.
Silakan temen2 ramaikan.
https://t.co/5VpaIST7M9
https://t.co/OsWsemhd7O
https://t.co/1YGkx5ZIo8
https://t.co/FHH5z85dK7
sudah lebih 10 tahun bau busuk itu tak teratasi. diprotes berkali-kali selalu terlindungi. @dlhkprovjateng@hariankompas@kumparan@Ubaidullah_Sdq@yusuf_ch
@rahmatsn cah kampungku kalau dipisuhi orang dijawab balik pisuhannya, misalnya: asu!, dijawab: asu dewe. ini kalau ndasmu ya ndasmu dewe. semoga semua mbalik nang awakmu dewe wo!