Sa’id bin al-Musayyib pernah mengatakan:
“Suatu ketika, aku sedang duduk di antara makam Nabi Saw dan minbar beliau, Raudhah. Tiba-tiba, aku mendengar seseorang berdoa:
َّاللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عَمَلًا بَارًّا، وَرِزْقًا دَارًّا، وَعَيْشًا قَارا
Allaahumma inni as-aluka ‘amalan baarran, wa rizqan daarran, wa ‘aisyan qaarran.
‘Ya Allah, aku meminta kepada-Mu amal yang penuh kebajikan, rezeki yang melimpah dan terus mengalir, serta kehidupan yang tenang dan mapan.’
Lalu aku menoleh, tetapi tidak melihat seorang pun. Sejak saat itu, aku terus mengamalkan doa tersebut, dan tidaklah aku mendapatkan sesuatu darinya kecuali kebaikan.”
@direktoridosen Wkwkwkwk, NU dari dulu lebih prioritas kuantitas daripada kualitas. Banyak pengurus yang cuman numpang popularitas.
Makannya dari dulu saya NU tapi cenderung apatis sama pengurus NU. Gabisa baca kitab gundul kok jadi pengurus. Wkwkwkwkwk
Kisah Kasim Istana
Adalah Zhao Gao yg memainkan peran instrumental dalam kejatuhan dinasti Qin di China.
Yg dijatuhkan dinastinya Qin Shi Huang pula, the First Emperor of China, yg membangun Great Wall. Kaisar yang dikenal sangat kuat dan kejam, sampai ingin hidup abadi.
Utas
Silsilah Prabowo Subianto:
Prabowo Subianto memiliki garis keturunan langsung dari trah Minahasa - Jerman melalui leluhurnya Benjamin Thomas Sigar (atau dikenal sebagai Mayor Thomas Sigar).
Silsilah Hubungan Prabowo dan Trah Sigar : Garis keturunan Prabowo Subianto dari keluarga besar Sigar berasal dari jalur ibunya DORA MARIE SIGAR. Ibu Prabowo Dora Marie Sigar (Menikah dengan Prof. Soemitro Djojohadikusumo).
Kakek Prabowo, Philip Frederik Laurens Sigar : Seorang Pejabat Pemerintah Hindia Belanda yang berasal dari Langowan dan dimakamkan di Den Haag, Belanda.
Leluhur/Moyang (Opa dari Ibu Dora), Benjamin Thomas Sigar (lahir sekitar tahun 1790 dan wafat 1879).
Siapa Benjamin Thomas Sigar? Perwira militer Minahasa abad ke-19 dan menjabat sebagai Kapiten pasukan bantuan (Hulptroepen).
Di luar karier militernya, ia merupakan tokoh adat dan pernah menjabat sebagai Hukum Besar (Kepala Distrik) di wilayah Langowan Minahasa.
Benjamin Thomas Sigar TERLIBAT LANGSUNG dalam peristiwa akhir Perang Jawa yang berujung pada penangkapan Pangeran Diponegoro pada Maret 1830 di Magelang.
Peran Benjamin Thomas Sigar dalam Perang Jawa sebagai Pasukan Bantuan Minahasa (Hulptroepen). Ketika Perang Jawa (1825–1830) membuat kas pemerintah Hindia Belanda hampir bangkrut, mereka merekrut pasukan dari luar Jawa.
Benjamin Thomas Sigar (sebelum dibaptis bernama Tawajln Sigar) bergabung sebagai salah satu kapten dalam pasukan bantuan asal Minahasa yang dikenal sebagai Pasukan Tulungan atau SERDADU KRISTEN MANADO untuk menangkap PASUKAN MUSLIM JAWA yang dipimpin PANGERAN DIPONEGORO.
Pasukan Tulungan ini dipimpin oleh Mayor Besar (Groot Majoor) Tololiu Hermanus Willem Dotulong dengan Benjamin Thomas Sigar bertindak sebagai salah satu perwira kepercayaannya.
Pasukan ini dikerahkan ke Magelang untuk mengepung dan mengamankan wilayah sekitar tempat perundingan dan menangkap PANGERAN DIPONEGORO.
Setelah PANGERAN DIPONEGORO ditangkap melalui tipu muslihat Jenderal De Kock, Pasukan Tulungan yang didalamnya termasuk Benjamin Thomas Sigar, ikut serta mengawal ketat Pangeran Diponegoro beserta pengikutnya menuju tempat pengasingan pertamanya di Manado, Sulawesi Utara.
Sc: coachaddie. real
Imam al-Ghazali berkata:
“Selama seseorang hidup dalam keadaan aman, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu,
maka kesedihan dan kegelisahannya karena urusan dunia adalah tanda kekurangan dan kebodohannya.”
Artinya, jika seseorang sudah berada dalam keadaan aman, sehat, dan tercukupi kebutuhannya, tetapi masih larut dalam kesedihan karena urusan dunia, maka itu menunjukkan cara pandangnya yang keliru, ia lebih sibuk memikirkan apa yang belum dimiliki daripada mensyukuri nikmat yang sudah ada.
mengomentari Yik @Stakof yg mengatakan:
“Konsep li hurmatil waqti dalam fiqih klasik berlaku spesifik untuk faqidat thahurain,”
terlepas dari klarifikasi beliau bhw perkataan itu berangkat dari konteks tertentu yg blm saya pahami secara utuh, saya tetap ingin mengomentari.
👇
Hadiahkan pahala kepada si mati Tidak Bidaah - Syeikh Abdul Salam bin Muhammad al-Syuwa’ir.
Khilaf ulama dalam isu menghadiahkan pahala buat si mati. Dengar huraian Syeikh apa pendapat yang kuat dalam isu ini.
Mengenai kapal-kapal Jawa yang datang ke Maluku pada tahun 1586.
Mereka memiliki sekitar 40 tentara⚔️
Mereka berada di sana selama sekitar 8 bulan🗓️
Untuk bekal hidup mereka, mereka membawa sekitar 14.000 kilogram beras🍚🍚
@Stakof Ngapunten gus nderek tangklet, kalau kasusnya ada musholla tapi kita takut barang bawaan kita hilang niku pripun gus, terus opsi untuk lihurmatil wakti niku kados pundi syarat e?
Soal e kulo natih pireng dawuh e mbah yai maimoen lak jama' niku abot cont-