Di psikologi ada istilah Post-Traumatic Growth, yaitu keadaan ketika seseorang yang pernah hancur karena trauma, luka, kehilangan, atau masa-masa paling gelap dalam hidupnya, perlahan bangkit dan justru tumbuh menjadi pribadi yang jauh lebih kuat.
Bukan karena traumanya itu indah. Bukan juga karena rasa sakitnya menyenangkan.
Tapi karena saat seseorang berhasil melewati kehancurannya, dia belajar banyak hal yang tidak dia mengerti sebelumnya.
Entah kenapa, tulisan ini lewat di waktu yang pas. 🥀
"dari banyaknya manusia di dunia ini, ternyata yang paling pantas untuk terus dinasihati adalah diri kita sendiri."
QS Asy-Syura ayat 30. 🥺
barusan dikeluarin dari grub kantor😭
soalnya pak bos bilang:
“keterlambatan menunjukkan kurangnya disiplin”
terus aku jawab gini:
“gaji yang tertunda menunjukkan kurangnya tanggung jawab”
tolongin.. saya harus gimana??😭😭
Seperti yang dibilang Mark Manson dalam The Subtle Art of Not Giving a F**:*
“You can’t control how someone feels about you, no matter how much effort you give. It’s their choice, not yours.”
Artinya, effort lo itu penting, tapi lo gak punya kendali atas perasaan atau respon orang lain.
Nggak ada yang salah sama usaha lo, tapi ada saatnya lo harus tau kapan berhenti biar lo gak capek sendiri.
Senja kali ini: lantang mendesak seruan, menyeruak di kerumunan. Menolak lara dalam satu suara: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Malang, 23 Agustus 2024.
Cantik sekali kalimat ini :
Apabila yang ada di depan membuatmu takut, dan yang di belakang membuatmu luka.
Lihatlah ke atas: Sungguh Allah tak pernah gagal menolongmu.