@Smash1014314 Aku blokir nomor pengasuh anak ku. Msh ada kasbon 400k. capek dia masuk semaunya. Skrg setiap awal Minggu dia gak Dateng. karena tiap Sabtu aku kasih uang kalo nyetrika, dia selalu Dateng. Males berdebat ku chat berhenti dan ku blokir nomornya. Selalu bohong tiap kali gak masuk
@inihaitanisatu@Serafinusgy Revisi seharian. Sidang ulang 2 hari setelahnya. Trs muka tembok dosennya mau ngomong apa juga terserah 😭 karena kalo gak diluluskan DO gara2 gak bayaran
@fajrek1 Pas anak baru lahir, di RS kalo udah magrib langsung matiin lampu. Gak gelap tapi redup. Trs bidannya tiap masuk bilang, Bu ini masih sore kok udah matiin lampu.
Ya biar anaknya tau beda siang dan malam 😅 Alhamdulillah gak begadang
@tanyarlfes Pas lagi s2 dulu juga main datting app.
Ketemu banyak orang yang lagi kuliah juga. Dari ITB orang Medan. Dari upi orang Subang. Kedokteran UNPAD. Banyak juga sih yang main itu 😅 dapet yg s2 ada 3 orang. Jodohnya mah sama temen organisasi
Fakta dari BRIN: Rokok elektronik (vape) dan produk tembakau yang dipanaskan lebih rendah risiko dibandingkan rokok yang dibakar. Apa alasannya? Simak thread ini!
Instagram Ahmad Dhani
Sama seperti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina (benar ya nulisnya?), saya tidak nonton pernikahan anak Ahmad Dhani dan Maia Estianty (dua idola saya di waktu kuliah).
Tapi apa yang ditulis Dhani di Instagram-nya saya baca, dan langsung teringat dengan salinan putusan pengadilan agama Jaksel yang dulu pernah beredar di Twitter (masih bernama itu, belum X).
Saya ulas di sini karena cukup mengernyitkan dahi ketika membaca tulisan Dhani itu.
"Kok, beda dengan yang saya baca dulu?"
Saya urai sejauh bacaan saya, apakah "pengakuan" Dhani ini sesuai dengan fakta hukum 2008 atau tidak?
(Disclaimer: ini putusan tingkat pertama [PA], bukan putusan kasasi MA. Untuk amar di banding atau kasasi, saya belum pegang berkasnya)
1. "Maia ditalak 3"
Talak satu bain sughra, bukan talak tiga. Dan ini bukan Dhani yang menjatuhkan, melainkan putusan pengadilan atas gugatan cerai Maia.
Dhani justru menolak perceraian.
2. "Maia selingkuh dengan pemilik TV swasta, diakui tertulis dan ditandatangani"
Tidak ada di dokumen. Majelis menyatakan tegas (kutipan langsung):
"...tidak ada yang mengarah kepada terjadinya nusyuz Penggugat kepada Tergugat."
3. Narasi "suami selingkuh dengan orang ketiga" disebut drama palsu Maia
Tamara Geraldine bersaksi di bawah sumpah mendengar langsung pengakuan perempuan yang mengaku dinikahi siri Dhani, di rumah Melly Goeslaw, sekitar 2006.
Menurut kesaksian Tamara, Dhani pernah mengirim SMS ke perempuan itu mengakui "memang enak punya dua isteri".
Setelah pengakuan itu, Tamara menerima teror dari Dhani. Majelis tidak memutus sah-tidaknya nikah siri, tapi mencatat isu ini nyata-nyata memicu kehancuran rumah tangga.
4. "Laporan KDRT palsu"
Maia melapor ke Polda Metro Jaya 20 April 2007 (bukti P.22). Tiga saksi di bawah sumpah (ayah, ibu, pembantu Maia) menerangkan: barang Maia dikeluarkan dari rumah, pakaian dikirim ke Surabaya, kamar dibongkar, lemari dijebol, baju dirobek, sepatu dibuang. Banyak hal terjadi saat Maia umrah.
Dhani tidak membantah peristiwanya. Pengakuannya sendiri: itu cara "memberi pelajaran" karena Maia tidak menuruti perintahnya.
Tidak ada temuan majelis bahwa laporan itu palsu.
5. "MA hanya mengabulkan permohonan cerai saja, hak asuh tidak dikabulkan"
Putusan PA Jaksel mengabulkan: cerai (talak satu bain sughra), hak asuh tiga anak ke Maia sampai dewasa, Dhani wajib serahkan anak, nafkah anak Rp 7.500.000 per anak per bulan, sita marital atas tujuh aset sah, harta bersama dibagi dua.
NB: HAK ASUH
Oiya, ini tidak ada di Instragam, tapi ada di PA (bahkan saya juga kaget karena dulu gak baca sampai sana): Maia dituduh memakai narkoba oleh saksi-saksi yang dihadirkan Dhani.
Awalnya Maia menggugat agar tiga anaknya (Al, El, dan Dul) ditetapkan dalam asuhannya. Dhani menolak keras dan menghadirkan sembilan saksi yang menggambarkan Maia tidak layak mengasuh.
Salah satunya: Maia adalah pemakai narkoba.
Beberapa saksi yang dihadirkan Dhani bahkan mengaku ikut memakai narkoba bersama Maia.
Kemudian, Maia mengajukan hasil tes lab dari RS Azra Bogor dan RS Marzoeki Mahdi Bogor, dan keduanya membuktikan bahwa Maia negatif narkoba.
Majelis menerima bukti ini.
Maia juga dituduh mengabaikan anak. Namun Maia mengajukan 14 rapor sekolah anak (2006-2008) yang ditandatangani sendiri sebagai bukti keterlibatan.
Plus, ijazah S1 FISIP UI sebagai bukti kapasitas mendidik.
Amar putusan: hak asuh tiga anak ke Maia sampai dewasa. Dan Dhani dihukum menyerahkan anak, dan wajib memberi nafkah anak Rp 7.500.000 per anak per bulan.
Saya akan lampirkan berkasnya di reply, silakan baca sendiri. Dan sila koreksi jika ada kekeliruan.
Aku belum pernah menginjakkan kakiku ke Malang. Tapi maaf aku benci kota itu.
Kota yang tadinya ingin ku singgahi karena anakku menyukainya.
Anggap saja karena cemburu. Hingga suatu kota yg tidak tau apa2 menjadi kena imbasnya.
@PensilAajaib Suami dulu uang dapur dll dari ortunya. Karena dosen LB yg baru kerja setahun. Pindah domisili gak ada kerjaan. Tapi orangnya semangat kerja. Sampe akhirnya alhamdulillah bisa beli yg kita butuhkan. Gak masalah kalo bertemu laki2 yg belum mapan. Yg penting ia pekerja keras
@rabakhtiar@18fesss Dibeliin ortu. Nyumbang 10% dari biaya total. Bulan depannya renovasi pake gaji sendiri. Karena emang harus di renovasi gak bisa langsung ditempati. Gak bagus2 banget. Yg penting bisa ditempati. Tahun depannya nyicil buat beli pagar dan renovasi carport. Sampe sekarang udah 5 thn