(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. (QS. Ar-Ra’d: 28)
Giliran KAI ada kecelakaan, itupun krn taksi, Dirut KAI diminta mundur oleh DPR.
Ehh…pas MBG byk anak sekolah yg keracunan, kpl BGN malah tambah foya2 pake anggaran dibiarkan DPR.
Bangke ga tuh! 🤣🤣🤣
Di suatu negara yang aneh
Negara tropis = buah mahal
Negara maritim = ikan mahal
Negara CPO = migor mahal
Negara SDA = listrik dan BBM mahal
Negara hukum = tunggu viral
Swasembada pangan = beras mahal
Bebas aktif = ikut BOP
Negara religius = korupsi nya banyak, sampai kitab Tuhannya dikorupsi
Semuanya karena sistem yang buruk dan political will yang tidak berpihak rakyat tapi berpihak cepat balik modal dan nambah kekayaan pribadi hehe
Jangan berhenti ngomongin bencana di Sumatera plis.
Kondisi di sana masih jauh dari bagus. Jauh banget.
Terus omongin sampe hutan-hutannya banyak yg dipulihkan.
Kalo ngga, tiap 1-2 tahun bencana besar begini, cilaka.
1006 orang meninggal. Belum ada yang dipenjara. Belum ada status bencana nasional. Presidennya sibuk jalan ke luar negeri. Kabinetnya nolak bantuan luar. Menterinya sibuk mantau donasi. DPRnya iri ama influencer yang ke lapangan. Uda gila negara ini
Laras Faizati dan Delpedro ditangkap karena tuduhan melakukan penghasutan kekerasan. Kalo orang ini yang terang terangan mengancam kekerasan ga ditangkap, polisi beneran lemah
Yoyon Surono, ayahanda almarhum Rheza Sendy Pratama, sempat memeriksa keadaan jenazah putranya saat sedang dimandikan. Ia menyebut ada banyak indikasi luka-luka berat di tubuh anaknya tersebut.
“Aku tadi ikut mandiin, sini (menujuk leher kiri) itu kayak patah apa gimana, terus ini (menunjuk perut bagian kanan) itu bekas pijakan kaki-kaki bekas sepatu PDL,” kata Yoyon usai pemakaman sore tadi, 31 Agustus 2025, di Dusun Jaten, Desa Sendangadi, Mlati, Sleman.
“Terus di sini (menunjuk perut) ada sayatan-sayataan, terus sama kepala sini agak bocor, terus di sini tuh putih-putih kayak kena gas air mata. Sama kaki, tangan dan punggung lecet semua,” lanjutnya.
Rheza, mahasiswa semester lima program studi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta, mengikuti aksi unjuk rasa di sekitar Mapolda DIY, Minggu (31/8) pagi. Ini dibenarkan pihak Amikom melalui Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ahmad Fauzi.
“Betul, dia (Rheza) salah satu mahasiswa kami. Yang bersangkutan ikut dalam aksi (unjuk rasa) di Mapolda DIY,” ujarnya, dilansir Tribun Jogja.
Ketua BEM Amikom, Alfito Afriansyah, menjelaskan Rheza sempat terekam menaiki motor bersama seorang kawan saat aparat menembakkan gas air mata. “Dia posisi di depan. Untuk yang membonceng belum tahu siapa. Tapi bukan mahasiswa Amikom,” kata Alfito.
Menurut Alfito, jenazah Rheza ditemukan dengan kondisi mengenaskan. “Untuk video yang beredar itu benar Rheza. Terkonfirmasi dari teman sekelas dan motornya,” ujarnya, dikutip dari Radar Jogja.
| Narasi Daily
WARGA HARUS JAGA WARGA.
Jangan termakan narasi SARA. Jangan sakiti warga lain. Jangan ambil barang warga lain. Jangan rusak tempat kerja warga lain.
Ingat siapa yang bukan teman kita: Polisi, Tentara dan pemerintah yang bebal dan selalu berlindung di balik impunitasnya.
Kita butuh pengadilan ke atas, bukan ke samping.
#ResetIndonesia