Daripada tiap malem abis berjam-jam untuk scrolling Tiktok, mending coba deh untuk ganti pake website ini, ya ini gratis.
Hasilnya lu bisa belajar lebih banyak tapi pikiran juga lebih ringan cocok buat yang suka explore.
1. Google Arts & Culture
Bisa jalan-jalan ke ribuan museum terkenal di dunia langsung dari rumah.
2. FutureLearn
Banyak banget kursus gratis soal skill, psikologi, bisnis, sama teknologi.
3. Radio Garden
Dulu di era kolonial, Indonesia punya 170-an pabrik gula aktif dan jadi eksportir gula terbesar kedua di dunia.
Sekarang? Pabriknya tinggal 50-an, dan kita malah jadi importir gula terbesar. Padahal teknologi sekarang jauh lebih maju.
Kok bisa?
Been there,
Rasanya cmn pgn tidur seharian, ga pgn ngelakuin apapun, tapi terselamatkan dgn sedikit sisi tanggung jawab. Jadi meskipun otak log out kala itu ttp berusaha ngerjain kerjaan meski ga bener sbenernya ngerjainnya wkwk
Dear, media.
Kurban itu perorangan. Jika Presiden menggunakan APBN untuk bagi-bagi sapi, maka itu bukan kurban. Itu program politik. Jadi jangan ditulis "kurban Prabowo" karena dananya dari pajak rakyat. Trims...
salah satu alasan kenapa menurut gue dosa suharto sangat immeasurable. karena dia mengeliminasi satu generasi intelek di indonesia yg bikin sdm kita punya gap dan smp sekarang affecting how we develop. demi Allah jahat banget.
Beneran gw gabisa berkata kata lagi
- Aceh blm pulih 100%
- Rupiah Anjlok
- Sumatera blackout
- Jabodetabek rawan begal
- Teror pocong golok bertebaran
Prabowo era lebih parah dibanding covid era sialannnnn…
Betul kak, dan ini sebenernya soal kedewasaan dalam mendefinisikan ulang "tipe." Attraction itu bisa tumbuh dan berkembang kalau dirawat, banyak laki-laki yang akhirnya justru paling tertarik sama istrinya setelah bertahun-tahun, bukan karena fisik berubah tapi karena intimacy yang dibangun. Yang gagal biasanya yang dari awal nggak pernah invest di koneksi itu, terus nyalahin "chemistry."
#intinyadeh jurnalis di Medan diduga diculik anggota TNI abis nulis investigasi ttg dugaan praktek ilegal kondensat & judi tembak ikan di Kab. Langkat.
> Diajak ketemu di cafe sama seorang wartawan
> Pas dtg, didatangi 2 org gak dikenal, HP direbut, diseret masuk mobil
(1/2)
Tapi tapi
5€ ku juga bisa ku beli
ayam ½kg 2,5€
dn beras 1kg 2€,
Minyak mau tau gak? Seliter 1,5€ alias 30ribu
🗣️: "jgn apa2 d Rupiahin!"
Gakk!, biar pada melek, bahan pokok kita hampir sama harganya, tapi UMR beda Ampe 10x lipat! Pemerintah dzalim itu emng nyata!
Ini juga bisa dibaca sebelum atau setelah membaca Ronggeng Dukuh Paruk. Biar jelek dan bagus soal karya terus berkembang dalam kritik.
https://t.co/n78KRSVMRu
Gilaaa... ini kelanjutan yang kemarin.
Ada cowok Jepang pedofil sering ke Jakarta nyariin anak kecil untuk seks sambil direkam 🤮😭
Dia ceritain di postingan X-nya kalau 15 Agustus 2025 lalu dia digrebek polisi Indonesia di kamar hotelnya. Bukannya ditangkap malah dilepas (disogok??). Polisi malah bilang “good” sambil ketawa waktu lihat video2nya dia, trus nanya “cewe Jepang harganya berapa?” 🤬
Tiap bulan dia balik lagi ke sini. Dia ngerasa sedang ngasi sedekah/sumbangan ke anak2 miskin Indonesia dengan bayar prostitusi anak ini 🤬
Dia ga sendirian, banyak banget sekarang pedofil Jepang yang dateng ke sini tiap bulan. Mereka ngerasa aman, kayak lagi di jajahan sendiri. Mereka dengan bangga & terbuka pamer video creampie (ejakulasi di dalam) ke anak2 perempuan kita 😭🤬
Haloooo @DivHumas_Polri@ditjen_imigrasi@KPAI_official@kpp_pa , ambil tindakan serius dong!!
Baca utas kakaknya ini:
Rakyat itu bisa ditertibkan oleh sistem, sementara penguasa ditertibkan oleh etik karena dia yg membuat sistem.
Orang yg sama, kalo dibawa ke luar negeri misal Singapore atau Jepang, pasti akan tertib. Sebaliknya, kita sering dengar perilaku ekspat dari luar even Jepang yg ngaco bgt karena tau di sini penegakan sistem/rules itu ga ketat.
Sementara penguasa, misal Xi Jin Ping, bawa ke Indonesia buat mimpin, bisa bagus ini negara. Tapi coba bawa Jokowi atau Prabowo ke China buat mimpin, ya bakal kayak negara ini nasibnya.
Sekali lagi, pemimpin itu subjek karena dia punya power, sementara rakyat itu objek karena dia bisa ditertibkan oleh sistem yg dibuat pemimpin.
Mukulin/ngeroyok suami istri di tempat umum. Terus si suami dibawa ke asrama untuk lanjut dipukuli lagi beramai-ramai.
DAN TENTU SAJA tidak ada yang dipenjara.
Ini sih lebih keren dan lebih sangar dari ORDE BARU.
setelah liat sendiri (mual) keyword “cder”, gue jadi paham kenapa hal kayak gini jadi hal yg serius dan bahkan dilaknat. awalnya gue pikir crossdressing tu cuma konten internet aja. ternyata makin dinormalisasi dan didukung, makin pada berani masuk ke ruang publik yaaa, bahkan di ruang perempuan dan ruang ibadah. padahal, batas antara laki-laki dan perempuan itu jelas. banyak ayat dan hadist yg mengingatkan tentang menjaga fitrah dan larangan menyerupai lawan jenis, ternyata hikmahnya bukan cuma soal diri sendiri, tapi juga biar kita gak dzolim ke orang lain. ketika hal itu dilanggar dan dinormalisasi, dampaknya ke ruang sosial juga, kata siapa ah gak ngerugiin orang gelo ceuk aing mah, huntu murudul. agenda kelompok rempong yang bikin batas ruang perempuan jadi kabur, rasa aman orang lain jadi terganggu, nilai ibadah jadinya ikut keseret.
yang bikin makin parah, bukan cuma dibela, tapi difasilitasi. konten sensualnya dibeli, penampilan crossdressing religiusnya didukung dengan dibelikan pakaian syar’i, bahkan dibawa ke lingkungan ibadah dengan narasi “ngedate”, tarawih bareng di masjid. kalo gini mah udah jauh dari urusan pribadi ye, IT DOES AFFECT US AS WOMEN. and then some of you wrap it in a “freedom” narrative without thinking about the impact, kenapa sih orang-orang ini gk pernah mikirin dampaknya astaga
jangan sampe lah kita ikut mendukung sesuatu yang jelas melampaui batas, disgusting