Semesta sedang bercanda ..
Di iringi hujan dan kaki-kaki petir
Aku menitip rindu lewat angin
Maafkan, bila begitu dahsyat mengenai kedua telinga mu
#US@UsaiSenja
Hujan menyapa kembali ,
Di telinga seperti riuh , ada setetes yang mengumpat lirih
Mencaci karena rindunya tidak didengar
Namun suara petir menjawab tidak setuju..
@UsaiSenja#US
Hujan menyapa kembali ,
Di telinga seperti riuh , ada setetes yang mengumpat lirih
Mencaci karena rindunya tidak didengar
Namun suara petir menjawab tidak setuju
@PelangiPuisi#puisipendek
Membahas rindu tiada habis ,
Seperti kau menghitung butiran embun di pagi hari..
Belum usai menguap menjadi kalbu ,
Malah hujan yang berlari turun , ikut menambah hitungan syahdu
@PelangiPuisi
Lihatlah , sepasang kunang-kunang sedang bermalam Minggu ..
Penuh tawa di remang cuaca , satu kunang menatap sedih di balik celah..
Meredup cahaya , dikala riangnya patah terjerumus tawa pasangannya seminggu lalu.
@UsaiSenja#US
Kepada siang dia meratap , setelah pagi hari dilalui dengan hampa ..
Mungkin juga nanti kepada sore dia menangis , untuk sebuah hibah rupiah yang sangat berarti untuk keluarganya ..
@SelarikSyair#jumatpuisi
Kepada siang dia memohon , setelah pagi hari dilalui dengan hampa ..
Mungkin juga nanti kepada sore mohon nya terkabuli , untuk sebuah hibah rupiah yang berarti untuk keluarganya ..
#JumatBerkah@PelangiPuisi
Innalillahi Wainna ilahi Rojiun. KH Ahmad Rofiq Malik semoga Allah merahmati beliau dan kita semua bisa diwafatkan dlm keadaan Husnul Khotimah. Beliau wafat di saat mengisi pengajian dan salawat di Ponpes Salafiyyah Al Murtadlo Blingoh Donorojo, Jepara.