"Negara bertindak cepat, Terima kasih Pak Prabowo dan Starlink"
116 nyawa hilang di Sumut, 42 orang masih dicari, listrik mati total, sinyal lenyap.
Di saat daerah terisolasi total, Presiden Prabowo langsung kirim 17 Starlink + 17 genset + 15 perahu karet hanya dalam hitungan hari.
Ini bukan gimmick, ini nyawa.
Ketika tower seluler ambruk, satelit jadi penyelamat terakhir.
Salut!
Bayangkan jadi kepala desa di Tapanuli Tengah: banjir datang, listrik padam, sinyal hilang, tak bisa lapor korban, tak bisa minta bantuan.
Hari ini Starlink sudah nyala. Koordinasi evakuasi jalan lagi.
Ini yang disebut “fast response” yang benar-benar terasa di lapangan.
Pemerintah sebelumnya juga pernah cepat, tapi pakai Starlink dalam skala segini?
Belum pernah.
Banyak yang sinis: “Ah cuma 17 unit doang.”
Coba hitung: 1 Starlink bisa layani ratusan orang sekaligus, radius puluhan km, nyala dalam 30 menit setelah genset hidup.
17 unit artinya 17 kecamatan yang tadinya buta informasi kini bisa lapor, bisa terima instruksi, bisa selamatkan yang luka.
Jangan remehkan angka kecil yang menentukan hidup atau mati.
Yang lebih penting: ini sinyal jelas dari Prabowo bahwa bencana tak lagi ditangani dengan pola lama “tunggu tower diperbaiki berbulan-bulan”.
Teknologi satelit kini jadi doktrin baru BNPB.
Harusnya setelah ini ada stok permanen 200–300 Starlink di gudang BNPB untuk seluruh Indonesia.
Jangan baru gerak setelah ratusan orang terkubur lagi.
Kita sering ribut politik di Jakarta, tapi di lereng Bukit Barisan ada ibu-ibu yang hari ini akhirnya bisa telepon anaknya bilang “ibu selamat”.
Itu karena ada keputusan cepat dari presiden dan timnya.
Semoga ini jadi standar baru: ketika alam murka, negara harus lebih cepat dari kecepatan air bah.
Terima kasih, Pak @prabowo
Lanjutkan
#SumutBangkit
#StarlinkMenolong
Presiden Republik Indonesia @prabowo memimpin Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lapangan Suparlan Pusdiklatpassus Batujajar, Bandung (10/8/2025).
Dalam upacara ini, Presiden menganugerahkan pangkat kehormatan kepada purnawirawan TNI, menyematkan Bintang Sakti kepada tokoh berprestasi dalam operasi strategis, melantik Wakil Panglima TNI, mengukuhkan pimpinan baru Kopassus, Korps Marinir, dan Kopasgat, serta meresmikan berbagai komando dan satuan baru di jajaran TNI.
Presiden menegaskan komitmen untuk membangun postur pertahanan yang tangguh, demi menjaga kedaulatan negara, melindungi rakyat, dan mengamankan kekayaan bangsa Indonesia.
Polemik Bandara Khusus PT. IMIP: Memilah Fakta dari Narasi Negatif.
Kontroversi Bandara IMIP menunjukkan pentingnya pemahaman publik mengenai regulasi infrastruktur industri. Klaim dan opini perlu dipilah dari fakta. Pemerintah, baik masa kini maupun sebelumnya, tetap berkewajiban memastikan transparansi, pengawasan, dan akuntabilitas. Namun informasi yang tidak utuh dapat mengaburkan persoalan yang sebenarnya, apalagi tujuannya sekedar mendaur isu negatif!
@djpu151@Kemhan_RI
https://t.co/fnZmVl1ZnQ
Bandara Tanpa Otoritas?
Mengurai Polemik Bandara Khusus PT. IMIP Morowali.
Sebagai info, di Indonesia, selain Bandara Khusus milik PT. IMIP, terdapat beberapa Bandara Khusus lainnya dengan kepentingan yang sama.
1. Bandara Khusus PT Freeport Indonesia (Tembagapura, Papua)
2. Bandara Khusus PT Vale Indonesia (Sorowako, Sulsel)
3. Bandara Khusus PT Kaltim Prima Coal (Sangatta, Kaltim)
4. Bandara Khusus PT Berau Coal (Binungan, Berau)
5. Bandara Khusus PT Badak NGL (Bontang, Kaltim)
6. Bandara Khusus Chevron Pacific Indonesia (Minyak & Gas, Riau)
7. Bandara Khusus Pertamina
8. Bandara Khusus Pabrik Kelapa Sawit
9. Bandara Khusus PT Antam
10. Bandara Operasional Perkebunan (Sinar Mas)
@djpu151@Kemhan_RI
https://t.co/Rw8fg7HBBa
Di tengah polemik status Bandara IMIP, pertanyaan penting muncul: bagaimana pengawasan seharusnya bekerja di sebuah bandara khusus, dan celah apa yang membuat publik mudah salah memahami keberadaannya?
@djpu151@Kemhan_RI
https://t.co/JxHWPnkgai
Meluruskan Miskonsepsi Publik.
Dengan memahami klasifikasi bandara dapat membantu publik melihat isu IMIP dengan lebih tenang.
Fakta regulatif memberikan konteks yang sering hilang dalam perdebatan yang berkembang di media sosial.
@djpu151@Kemhan_RI
https://t.co/F15AgRiSs0
Kebijakan kehutanan Pak Jokowi justru sukses besar: laju deforestasi turun 65% secara global terdepan, terendah sepanjang sejarah RI (hanya 104 ribu ha/tahun di 2022), dengan perhutanan sosial naik 18 kali lipat hingga 6,5 juta ha, plus restorasi mangrove 600 ribu ha—bukti nyata komitmen iklim nasional. (https://t.co/y2CnW5JsiR).
Banjir Jakarta?
Itu murni kegagalan Pak @aniesbaswedan sebagai gubernur (2017-2022): janji sumur resapan dan normalisasi sungai mandek, banjir rob & kiriman tak tertangani, survei warga nilai programnya buruk (hanya 58% puas), hingga korban jiwa berulang seperti di Pondok Labu — prioritasnya lebih ke Formula E daripada drainase!
Kalimat komen lu @AnggaPutraF di twit gw benerin dulu gih! Komen lu ky orang lagi kumur2 (aka: kaga jelas bro). 🤌🏾🤌🏾
Media sosial jadi sarang provokasi dan hoaks sehingg bisa picu intoleransi.
Masyarakat harus bijak: cek fakta sebelum sebar info, tolak ujaran kebencian.
Pemerintah wajib tegas terapkan UU anti-provokasi dan dorong narasi persatuan.
@kemkomdigi dan @CCICPolri harus pantau konten berbahaya, cegah perpecahan sblm meluas.
Bersama kita bangun Indonesia yang utuh. 🇮🇩🇮🇩
"Toleransi Ala Mayoritas!" Cidahu, Sukabumi Go To Cilodong, Depok!
"Kami menolak pendirian rumah ibadah tanpa persetujuan warga dan warga tidak dihargai bahkan dijajah.." kata Yang Mulai Para Mayoritas !
Memilih pejabat ternyata tergantung selera. jadi harap maklum dan siap menerima kenyataan.
Mungkin faktor selera ini yg membedakan konsekwensi yg diterima DKI Jakarta & Jabar.
DKI harus komit menikmati gaya retorika verbal gubernurnya sedangkan Jabar harus komit menikmati gaya gubernurnya dgn karakter aksi fisik yg konkret!
Awal minggu bulan Juli melakukan monitoring & evaluasi ke Kantor Cabang Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan.
Cabang ini mengoperasikan empat kapal penumpang yg menjadi penghubung vital antarpulau.
🛳 KM Kelimutu
📍Rute: Tanjung Priok – Tanjung Pandan – Pontianak – Semarang – Kumai – Surabaya – Batulicin
🛳 KM Egon
📍Rute: Waingapu – Lembar – Surabaya – Batulicin – Parepare – Bontang
🛳 KM Wilis
📍Rute: Batulicin – Makassar – Labuan Bajo – Bima – Waikelo – Waingapu – Ende – Kupang – Kalabahi
🛳 Sabuk Nusantara 93
📍Kapal perintis yg melayani wilayah terpencil & kepulauan.
Fokus kami: memastikan pelayanan publik, keselamatan pelayaran, efisiensi operasional, dan akuntabilitas tata kelola tetap terjaga.
PELNI harus terus menjadi tulang punggung konektivitas laut Nusantara.
PELNI, We Connect We Unify.